Kabar duka kembali menyelimuti masyarakat, dengan laporan mengenai meninggalnya 12 jemaah haji asal Jawa Timur. Peristiwa ini terjadi pada hari ke-29 pemberangkatan haji di Embarkasi setempat, menambah deretan berita memilukan menjelang pelaksanaan ibadah suci tersebut.
Jemaah yang meninggal tersebut ditemukan di dua kota suci, Makkah dan Madinah. Selain itu, satu calon jemaah haji juga dilaporkan meninggal dunia di Tanah Air sebelum sempat berangkat.
“Dari total, ada 12 jemaah yang meninggal di luar negeri dan satu di dalam negeri. Ini menambah jumlah kematian selama proses haji menjadi 13 orang,” ujar Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam.
Rincian Jemaah yang Meninggal Selama Haji
Di antara 12 jemaah yang wafat, terdapat nama-nama seperti Kamariyah Dul Tayib (85) dari Kloter 8 Pasuruan dan Fajar Puja Sasmita (53) dari Kloter 11 Kota Malang. Mereka semua merupakan individu yang berangkat dengan harapan melaksanakan ibadah haji dengan lancar.
Di samping itu, jemaah lainnya termasuk Mustika Rajim D (75) dari Kloter 47 Gresik dan Dumaiyah Gopur (67) dari Kloter 6 Pasuruan turut menjadi bagian dari daftar yang menyedihkan ini. Banyak di antara mereka merupakan lansia yang sangat merindukan perjalanan spiritual ini.
Pada kesempatan yang sama, satu jemaah yang meninggal di Tanah Air adalah Tini Atmin (56) dari Kloter 43 Gresik. Ia meninggal dunia akibat penyakit yang diidap saat menjalani perawatan medis.
Penyelenggaraan Badal Haji untuk Jemaah yang Meninggal
Meskipun ada kematian, ibadah haji para jemaah yang meninggal tetap akan dilaksanakan melalui mekanisme badal haji. Hal ini berarti, kuota haji mereka tetap dianggap sah meski mereka tidak dapat melaksanakannya secara langsung.
“Dengan mekanisme badal haji, seakan-akan mereka tetap beribadah di Tanah Suci. Ini adalah bentuk penghormatan dan pengakuan terhadap niat baik mereka,” lanjut Anam menjelaskan.
Beliau juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga amal ibadah para jemaah yang telah wafat diterima oleh Allah SWT, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Berkaitan dengan Jumlah Jemaah yang Tunda Berangkat
Selain itu, saat ini tercatat ada 10 jemaah yang masih mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Penundaan ini meliputi 4 jemaah sakit, 2 pendamping, serta 4 jemaah yang masih menjalani observasi kesehatan.
“Beberapa di antara mereka menderita penyakit serius seperti jantung. Kami berharap semua jemaah dapat diberangkatkan secepatnya,” jelas Anam menanggapi situasi tersebut.
Pihak penyelenggara berupaya keras agar semua jemaah mendapatkan perhatian dan pelayanan yang baik demi terjaminnya keselamatan dan keberangkatan mereka menuju Tanah Suci.



