Kepala Unit Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cileungsi, Luki Perdana, menegaskan bahwa program Desa BRILian berfokus pada digitalisasi dan penguatan pengelolaan usaha di desa. Pendampingan yang diberikan meliputi pelaporan keuangan dan transaksi usaha untuk memastikan desa tidak tertinggal dalam perkembangan zaman.
Dalam upaya ini, Luki menyatakan bahwa semua pelaporan BUMDes, transaksi, dan pengelolaan usaha kini diarahkan untuk sistem digital yang memudahkan dan mempercepat proses. Tim pendampingan bekerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk Universitas Airlangga yang memberikan pelatihan langsung kepada peserta.
Selain itu, pentingnya keterhubungan antara desa dan perbankan semakin ditingkatkan. Sebelumnya banyak warga yang tidak mengetahui bagaimana cara mengajukan pinjaman, namun sekarang mereka sudah paham dan tahu harus konsultasi kepada siapa.
Inisiatif Digitalisasi dalam Program Desa BRILian
Digitalisasi menjadi kunci dalam program Desa BRILian. Pelaku UMKM, pengurus BUMDes, dan perangkat desa mendapatkan pelatihan terkait pembukuan dan administrasi berbasis digital. Melalui langkah ini, diharapkan dapat mengurangi praktik manual yang biasanya memakan waktu dan tenaga.
Program ini tidak hanya tentang teori, tetapi juga mempraktikkan langkah-langkah konkret dalam implementasi digitalisasi. Proses pelaporan yang dulunya dilakukan secara manual kini dipercepat dengan bantuan teknologi, menciptakan efisiensi bagi semua pihak.
Salah satu hasil positif dari digitalisasi adalah adanya peningkatan pemahaman pelaku UMKM terhadap akses pembiayaan usaha, khususnya Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pelaku usaha kini lebih terbuka untuk menggunakan layanan perbankan yang sebelumnya dihindari karena ketidaktahuan mereka.
Peningkatan Akses Pembiayaan bagi UMKM
Pendampingan dalam program ini juga mengarahkan pelaku usaha untuk mengenal lebih dalam akses pembiayaan yang ada. Sebelumnya banyak pelaku usaha kecil memilih untuk melakukan pinjaman kepada lembaga nonformal karena merasa enggan mengunjungi bank.
Namun, setelah adanya sosialisasi, masyarakat menjadi lebih terbuka dan terbiasa berinteraksi dengan pihak perbankan. Luki menjelaskan bahwa ini merupakan langkah penting dalam membangun hubungan yang lebih baik antara bank dan masyarakat desa.
Pengalaman ini menciptakan dampak yang signifikan, di mana pelaku UMKM merasa lebih percaya diri untuk mengajukan pinjaman dan mencari bantuan keuangan yang lebih formal, menggantikan proses yang tidak resmi sebelumnya.
Potensi Usaha yang Dapat Diperluas di Desa
Program Desa BRILian juga bertujuan untuk membantu UMKM desa agar mampu berkembang lebih besar. Salah satu potensi yang ada di Desa Cikahuripan adalah usaha peternakan ayam petelur, kerajinan sangkar burung, dan anyaman bakul. Jika usaha ini dikelola dengan baik dan dipasarkan secara efektif, ia bisa berkembang pesat.
Luki juga menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam pengembangan adalah membangun kolaborasi antara perangkat desa dan masyarakat. Tanpa dukungan dari semua pihak, program tidak akan berjalan dengan maksimal.
Desa Cikahuripan menunjukkan antusiasme yang nyata dalam mengikuti program, dan ini menjadi contoh baik bagaimana pengelolaan dan respon yang cepat dapat menghasilkan hasil yang positif. Proses pelatihan dan pendampingan berjalan dengan baik, dan kolaborasi yang erat antara pihak-pihak terkait terus terjalin.
Komunikasi yang intensif antara BRI dan pemerintah desa juga menjadi kunci kesuksesan program. Forum-forum desa, sosialisasi, dan diskusi rutin menjadi sarana untuk terus menjaga hubungan baik serta memperluas wawasan masyarakat tentang pentingnya pengelolaan usaha yang baik.
Kemudian, keberlanjutan program menjadi hal penting agar ilmu yang didapat oleh peserta program dapat terus diterapkan dalam praktik sehari-hari. Pelatihan dan pendampingan bukan hanya dilakukan sekali, namun diupayakan agar pengetahuan tersebut mengakar dalam kegiatan masyarakat.
Dengan harapan bahwa ilmu yang sudah diterima bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup dan pendapatan masyarakat, program ini tidak hanya sekedar formalitas, tetapi menjadi bagian dari perkembangan ekonomi desa yang berkelanjutan.



