Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, baru saja menyalurkan bantuan pangan secara simbolis kepada warga kurang mampu di Kecamatan Bojonegara. Bantuan ini meliputi 89 ton beras dan 17.984 liter minyak, yang ditujukan bagi mereka yang berada di desil 1 sampai desil 5, sebagai respons terhadap kondisi ekonomi yang sulit.
Dalam penyerahan tersebut, Bupati Ratu Zakiyah menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat yang terus memberikan perhatian terhadap masyarakat, khususnya di Kabupaten Serang. Penambahan kuota penerima bantuan pangan dianggap sebagai langkah positif untuk mengurangi beban masyarakat yang terdampak oleh berbagai bencana, seperti gagal panen dan inflasi.
“Tahun 2025, kami berharap jumlah penerima bantuan pangan ini mencapai 65.000. Namun, tahun ini, jumlah penerima meningkat hampir tiga kali lipat menjadi sekitar 199.000 orang,” ujar Ratu Zakiyah usai acara penyerahan bantuan di Kantor Desa Mangkunegara.
Peranan Bantuan Pangan bagi Masyarakat Kabupaten Serang
Bantuan pangan yang diberikan pemerintah menjadi sangat penting bagi masyarakat Kabupaten Serang, terutama bagi petani yang mengalami kesulitan akibat gagal panen. Ratu Zakiyah mencatat bahwa 833 hektare sawah di daerah tersebut telah mengalami puso, sehingga bantuan ini dianggap sangat bermanfaat.
“Apa yang diberikan oleh pemerintah pusat ini sangat membantu warga, apalagi dengan kondisi pertanian yang saat ini terpuruk,” tambahnya. Dengan bantuan ini, diharapkan masyarakat bisa kembali pulih dan mendapatkan akses terhadap pangan yang memadai.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang, Suhardjo, menjelaskan bahwa bantuan pangan seharusnya sudah didistribusikan pada Maret lalu. Namun, penyalurannya tertunda karena beberapa kendala, termasuk lonjakan harga kemasan minyak yang disebabkan oleh faktor eksternal.
Meningkatnya Jumlah Penerima Bantuan Pangan
Jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Serang mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumya. Jika pada tahun 2025 hanya ada 64.255 penerima manfaat, pada tahun ini, negosiasi pemerintah daerah dengan pusat menambah kuota menjadi 199.467 penerima manfaat.
Penemun ini merupakan hasil dari kerja sama berbagai pihak untuk memastikan masyarakat yang paling membutuhkan bisa mendapatkan bantuan. Penyaluran bantuan ini meliputi 11 desa yang terpilih dengan total 4.462 penerima, mencakup alokasi 89 ton beras dan 17.984 liter minyak goreng.
Pemerintah daerah berharap dengan bertambahnya jumlah penerima, kesejahteraan masyarakat dapat terjaga, utamanya dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan yang menjadi masalah utama saat ini.
Pendekatan Terpadu dalam Penyaluran Bantuan
Pemerintah kabupaten juga telah mengembangkan pendekatan terpadu dalam penyaluran bantuan ini. Dalam kesempatan yang sama, mereka juga membuka layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) melalui Dinas Kesehatan daerah. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk tidak hanya fokus pada aspek pangan, tetapi juga kesehatan warganya.
Pelayanan kesehatan gratis ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang juga terdampak oleh biaya kesehatan yang semakin meningkat. Dengan bantuan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kesehatan mereka, yang sangat penting untuk mendukung produktivitas mereka sehari-hari.
Pemerintah juga berencana untuk memperluas jenis bantuan yang diberikan, agar masyarakat bisa mendapatkan akses terhadap berbagai kebutuhan pokok lainnya, termasuk pendidikan dan kesehatan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.



