Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie mengonfirmasi bahwa Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, akan segera secara resmi mengenakan jaket PSI sebagai Ketua Dewan Pembina partai tersebut. Penunjukan ini menandai langkah strategis untuk memperkuat posisi PSI di kancah politik nasional.
Kehadiran Jokowi dalam struktur organisasi PSI menjadi sorotan publik, mengingat dia juga merupakan ayah dari Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Sinyal ini menunjukkan adanya keterkaitan yang erat antara keluarga dan politik di Indonesia.
Grace menyatakan pentingnya percepatan preparasi struktur kepengurusan hingga tingkat desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Persiapan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menjelang proses verifikasi partai yang akan datang.
Persiapan Struktur Organisasi Partai untuk Verifikasi
Menurut Grace, cepatnya pembentukan struktur organisasi di PSI sangat penting agar partai dapat langsung bergerak ketika Jokowi resmi tampil sebagai Ketua Dewan Pembina. Pentingnya hal ini terlihat dari bagaimana PSI mencakup semua provinsi dengan melengkapi struktur hingga tingkat desa dan kelurahan.
Selain itu, Grace menekankan bahwa persiapan ini bukan hanya berlangsung di Nusa Tenggara Timur, tetapi juga di berbagai wilayah lain di Indonesia. Langkah ini diambil agar partai siap menghadapi berbagai tantangan dalam proses verifikasi yang berlangsung sekitar tahun depan.
Dalam upaya penguatan struktural, Grace dan timnya melakukan pelatihan serta penyuluhan kepada pengurus di setiap level. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua pengurus memahami visi dan misi partai dengan baik.
Pentingnya Kunjungan Jokowi ke Daerah-daerah
Kunjungan Jokowi ke sejumlah daerah di Indonesia menjadi agenda penting setelah resmi bergabung dalam struktur PSI. Kunjungan ini dianggap dapat meningkatkan popularitas dan keberadaan PSI di mata masyarakat luas.
NTT menjadi salah satu daerah pertama yang akan dikunjungi mantan presiden tersebut. Langkah ini diharapkan dapat membangun konektivitas antara pusat dan daerah, serta menunjukkan komitmen PSI dalam menjawab aspirasi masyarakat.
Grace menyatakan bahwa kehadiran Jokowi di daerah juga bertujuan untuk mendengarkan langsung berbagai masukan dan aspirasi dari masyarakat lokal. Ini merupakan cara efektif untuk memperkuat konektivitas emosional antara partai dan rakyat.
Transformasi di Internal PSI dan Tantangannya
Proses transformasi di internal PSI tidak hanya soal perubahan struktur, tetapi juga melibatkan regenerasi pemimpin di berbagai jenjang. Hal ini untuk memastikan bahwa partai tetap relevan dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Sementara itu, tantangan terberat yang dihadapi PSI adalah membangun kepercayaan di masyarakat. Masyarakat membutuhkan bukti nyata bahwa PSI mampu menghadirkan perubahan dan solusi atas masalah yang ada.
Grace menambahkan bahwa untuk bisa menghadapi tantangan tersebut, PSI perlu berinovasi dan menyesuaikan diri dengan dinamika politik yang berkembang. Komunikasi yang efektif dengan publik juga menjadi adalah kunci dalam membangun kredibilitas partai.



