Paradise Indonesia, sebagai salah satu perusahaan properti terkemuka di Indonesia, menunjukkan semangat optimisme yang tinggi dalam menghadapi tantangan ekonomi dan pasar properti yang dinamis. Mereka memiliki rencana ambisius untuk mencapai pertumbuhan bisnis yang signifikan, dengan menargetkan angka hingga 10 persen pada tahun 2026. Hal ini dipandang sebagai langkah strategis mengingat berbagai tantangan yang masih membayangi industri properti saat ini.
Perusahaan ini mengandalkan kekuatan pendapatan berulang sebagai fondasi utama dalam operasionalnya. Pendapatan berulang ini dihasilkan dari sektor komersial dan hospitality yang semakin berkembang, sehingga menjadikan perusahaan ini berbeda dengan banyak pengembang lainnya yang bergantung pada penjualan properti sebagai sumber pendapatan utama.
Paradise Indonesia, di bawah kepemimpinan Wakil Presiden Direktur Surina, memperlihatkan kinerja yang mengesankan pada kuartal pertama 2026. Sekitar 90 persen dari total pendapatan perusahaan berasal dari bisnis berulang, yang didorong oleh portofolio pusat perbelanjaan, hotel, dan properti komersial lainnya, memberikan sinyal positif bagi investor dan pemangku kepentingan.
Dalam konteks ini, penting untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai strategi yang diterapkan oleh Paradise Indonesia untuk tetap kompetitif dan berkelanjutan. Melalui pendekatan yang jelas dan terarah, perusahaan ini berusaha membangun dan mengembangkan destinasi gaya hidup yang menarik bagi masyarakat.
Strategi 4M: Mengoptimalkan Pertumbuhan Bisnis Properti
Salah satu kunci keberhasilan Paradise Indonesia dalam menghadapi tantangan adalah penerapan strategi 4M, yang mencakup Middle-Up Market, Mid-Size Development, Mixed-Use Concept, dan Major Cities. Strategi ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk merangkul segmen pasar menengah ke atas dan mengembangkan proyek berskala menengah yang lebih berkelanjutan.
Penerapan Mixed-Use Concept menjadi highlight tersendiri, di mana perusahaan menciptakan kawasan terpadu yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat komersial, tetapi juga sebagai tempat menarik untuk bersosialisasi. Ini memungkinkan pelanggan untuk menikmati berbagai layanan dalam satu lokasi.
Paradise Indonesia juga berfokus pada investasi di kota-kota besar dengan aktivitas ekonomi yang kuat. Dengan cara ini, mereka berusaha menciptakan iklim yang ramah bagi pertumbuhan dan pengembangan lebih lanjut. Hal ini diharapkan akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Surina menegaskan bahwa tujuan utama adalah membangun destinasi gaya hidup yang ikonik. Konsep 4M diharapkan bisa menjaga nilai aset di masa mendatang dan memberikan pendapatan berulang yang berkelanjutan, sekaligus memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pengunjung.
Kinerja Kuartal Pertama 2026: Pertumbuhan yang Menggembirakan
Melihat ke laporan perusahaan untuk kuartal I tahun 2026, Paradise Indonesia mencatatkan pendapatan yang menggembirakan sebesar Rp327 miliar, yang meningkat 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laporan ini menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan mulai membuahkan hasil yang nyata.
Selain itu, EBITDA juga mengalami pertumbuhan yang signifikan, meningkat 20 persen menjadi Rp101 miliar. Hal ini mencerminkan efisiensi operasional dan pengelolaan keuangan yang baik dari manajemen perusahaan. Keberhasilan ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa Paradise Indonesia berada di jalur yang tepat dalam menavigasi berbagai tantangan pasar.
Perusahaan berhasil membalikkan kondisi laba rugi dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp44 miliar, sebuah pencapaian yang sangat berarti setelah sebelumnya mencatatkan kerugian. Ini merupakan bukti bahwa strategi yang diterapkan terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja kuartalan perusahaan.
Dengan mencatatkan pertumbuhan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada tahun sebelumnya, perusahaan ini menargetkan untuk tetap berfokus tidak hanya pada angka pertumbuhan, tetapi juga pada kualitas laba. Hal ini tercermin dalam peningkatan kontribusi dari aset-aset perusahaan yang menghasilkan margin tinggi.
23 Semarang: Pusat Gaya Hidup dan Pertumbuhan Baru
Optimisme perusahaan semakin meningkat dengan dibukanya 23 Semarang, pusat gaya hidup dan komersial terbaru yang menjadi salah satu portofolio penting untuk Paradise Indonesia. Pembukaan pusat ini diharapkan dapat menjadi motor baru dalam pertumbuhan perusahaan.
23 Semarang telah menarik perhatian dengan trafik pengunjung yang mengesankan, mencapai 30.000 hingga 40.000 orang per hari. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat tetap mencari ruang untuk bersantai dan berekreasi, meskipun dalam kondisi ekonomi yang menantang.
Presiden Komisaris Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo, percaya bahwa 23 Semarang memiliki prospek yang cerah. Dengan tingkat okupansi yang telah mencapai hampir 90 persen, perusahaan melihat adanya ruang untuk pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
Konsep yang diterapkan pada 23 Semarang lebih dari sekadar pusat perbelanjaan. Desain yang nyaman dan mempertimbangkan sirkulasi pengunjung menciptakan pengalaman yang menyenangkan dan interaktif, sehingga membuat pengunjung merasa betah dan kembali lagi.
Investasi Dan Rencana Pengembangan Selanjutnya
Untuk mendukung rencana pertumbuhan lebih lanjut, Paradise Indonesia telah mengalokasikan belanja modal sekitar Rp400 miliar sepanjang tahun 2026. Dana ini akan digunakan untuk penyelesaian proyek 23 Semarang, pengembangan proyek baru di Balikpapan, serta renovasi beberapa hotel yang sudah beroperasi.
Presiden Direktur Paradise Indonesia, Andri Hadi, mengungkapkan bahwa target pertumbuhan perusahaan adalah sekitar 5 hingga 10 persen, dan memilih angka yang moderat namun realistis untuk dicapai. Fokus utama tidak hanya pada proyek baru, tetapi juga pada peningkatan investasi pada renovasi dan optimalisasi aset yang ada.
Strategi ini dianggap mampu menghasilkan imbal hasil yang lebih cepat dalam kondisi pasar yang dinamis. Dengan begitu, perusahaan bisa tetap fleksibel dan dapat beradaptasi dengan perubahan yang cepat.
Paradise Indonesia, dalam setiap langkahnya, terus berupaya menjadi perusahaan yang tidak hanya mengutamakan keuntungan, tetapi juga berkontribusi positif kepada masyarakat dan medio lingkungan sekitar.
Komitmen Terhadap Keberlanjutan Dalam Bisnis
Di luar aspek bisnis, Paradise Indonesia semakin memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap proyek yang mereka jalankan. Dengan menerapkan konsep green building, perusahaan ini berkomitmen menggunakan material ramah lingkungan serta efisiensi energi yang lebih baik.
Pada proyek 23 Semarang, penggunaan solar panel berkapasitas hingga 1,86 MWp mencerminkan upaya perusahaan dalam efisiensi energi dan pengurangan jejak karbon. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan yang lebih luas.
Paradise Indonesia juga aktif dalam program pemberdayaan masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, dan mendorong kesetaraan gender di tempat kerja. Semua ini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang tidak boleh diabaikan.
Dengan fokus pada tiga target Sustainable Development Goals (SDGs), Paradise Indonesia bertujuan untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, bukan hanya untuk keuntungan ekonomi, tetapi juga untuk kesejahteraan sosial dan kesehatan lingkungan.



