Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kabupaten Cilacap, Yuda Prasetyo, memberikan klarifikasi terkait temuan yang menyebutkan adanya 100 titik SPPG fiktif. Ia mengingatkan bahwa semua titik dapur program Makan Bergizi Gratis di Cilacap yang dimaksud sebenarnya ada dan sedang dalam proses pembangunan, sehingga belum beroperasi.
Dalam penjelasannya, Yuda menganggap istilah “fiktif” yang disampaikan tidaklah tepat. Ia menyatakan bahwa seluruh titik yang tercatat dalam data SPPG memang ada, meskipun beberapa di antaranya belum siap digunakan karena masih dalam tahap persiapan.
“Kalau yang dimaksud beliau adalah 100 SPPG fiktif, itu sebenarnya bukan fiktif, tetapi masih dalam proses pembangunan,” tegas Yuda, menanggapi pernyataan dari Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya.
Penjelasan tentang Status Titik SPPG di Cilacap
Yuda menegaskan bahwa tidak ada dapur Makan Bergizi Gratis yang dibangun di kawasan hutan atau permakaman. Menurutnya, titik-titik tersebut sebenarnya berada di lokasi yang terpencil, tetapi tidak tepat jika dibilang berada di hutan.
“Cilacap bagian barat memang memiliki banyak daerah pelosok. Akan tetapi, SPPG tidak dibangun di kuburan maupun tempat-tempat yang tidak layak,” jelas Yuda. Hal ini penting untuk meluruskan anggapan yang dapat menimbulkan kekeliruan di masyarakat.
Data terbaru menunjukkan bahwa total jumlah titik SPPG yang terdaftar di Cilacap adalah sekitar 300 lokasi. Dari jumlah tersebut, mayoritas, sekitar 220, sudah beroperasi, sementara sisanya masih dalam tahap pembangunan.
Kendala dalam Proses Pembangunan SPPG
Meskipun Badan Gizi Nasional menetapkan target pengerjaan selama 45 hari sejak Surat Perintah Kerja diterbitkan, Yuda mengakui ada beberapa proyek yang mengalami keterlambatan. Ia menjelaskan bahwa hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor teknis dan administratif yang mungkin tidak terduga.
“Ada beberapa SPPG yang belum dapat diselesaikan dalam jangka waktu yang diharapkan. Kami juga mengakui mungkin terdapat kendala administrasi yang menghambat proses tersebut,” katanya. Keterlambatan pembangunan ini bisa berpengaruh pada akses masyarakat terhadap program gizi sehat yang dijanjikan.
Yuda menambahkan bahwa titik-titik kosong tersebut tersebar di seluruh 24 kecamatan yang ada di Cilacap. Ini menunjukkan bahwa upaya untuk memperluas jangkauan gizi sehat di daerah-daerah terpencil tetap dilakukan meskipun memerlukan waktu dan usaha lebih.
Implikasi Program Makan Bergizi Gratis bagi Masyarakat
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif penting untuk memastikan masyarakat, terutama anak-anak, mendapatkan asupan gizi yang mencukupi. Keberadaan SPPG yang berfungsi akan membantu meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat di Cilacap.
Yuda berharap dengan adanya penjelasan ini, masyarakat dapat lebih memahami dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat. Ia menyadari pentingnya peran informasi yang benar dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap program yang ada.
Kedepannya, Yuda berkomitmen untuk terus memonitor perkembangan dan memastikan bahwa program SPPG dapat berjalan sesuai dengan rencana. Ia yakin bahwa dengan dukungan semua pihak, tujuan program ini dapat tercapai demi kesejahteraan masyarakat.



