IKEA Indonesia terus menjalin komitmen dalam pengelolaan lingkungan dan mendukung ekonomi berkelanjutan. Melalui beragam inisiatif dan program, perusahaan ini berupaya untuk menghadirkan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan, melibatkan banyak pihak dalam proses tersebut.
Komitmen ini merupakan bagian dari strategi keberlanjutan yang lebih luas, yang berfokus pada penerapan prinsip ekonomi sirkular. Dalam konteks ini, keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal menjadi kunci untuk mewujudkan perubahan yang signifikan.
Baca Juga: Berbagai Solusi untuk Menciptakan Ruang Kreatif di Rumah.
Ahmad Alhamid, Sustainability Business Partner IKEA Indonesia, menjelaskan bahwa keberlanjutan harus menjadi hal yang dapat diakses oleh semua orang. “Kami berkomitmen untuk membuat perubahan yang nyata dan sederhana, di mana keberlanjutan bukan hanya menjadi tanggung jawab perusahaan.”
Karena itu, IKEA berupaya menghadirkan berbagai solusi yang memungkinkan pelanggan serta komunitas turut berkontribusi dalam menjaga lingkungan hidup.
Inisiatif Utama dalam Pengelolaan Sampah oleh IKEA Indonesia
Salah satu program utama yang dikembangkan adalah Waste Diversion. Inisiatif ini telah diberlakukan di semua toko IKEA di Indonesia untuk mencapai target pengalihan 80 persen sampah operasional dari tempat pembuangan akhir pada tahun 2030.
Melalui berbagai pendekatan, seperti daur ulang, komposting, dan pemulihan material, IKEA berusaha untuk meminimalkan limbah. Hingga saat ini, program ini telah menunjukkan hasil yang positif dengan sebagian besar limbah operasional telah berhasil dialihkan.
Baca Juga: Tips Mengubah Ruang Dapur untuk Kenyamanan Lebih.
Keberhasilan ini membawa IKEA Indonesia mendapatkan penghargaan dalam Indonesia Sustainability Awards. Penghargaan tersebut diberikan setelah proses evaluasi yang melibatkan akuntabilitas dan kontribusi sosial perusahaan.
- Best ESG in Retail
- ESG Excellence – Multinational Corporation
- Sustainable Innovation Award
- ESG Leadership Excellence Award
Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa upaya IKEA dalam keberlanjutan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat secara sosial.
Membangun Zona Daur Ulang untuk Komunitas yang Lebih Baik
Di Bandung, IKEA Indonesia menggandeng Duitin untuk menerapkan Zona Daur Ulang. Fasilitas ini berfungsi untuk mengumpulkan material yang bisa didaur ulang, di mana lebih dari 63 ton material sudah berhasil diproses.
Inisiatif ini tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga memberikan keuntungan bagi masyarakat setempat. Program ini memberikan insentif agar kegiatan daur ulang menjadi lebih menarik dan terjangkau untuk dilakukan.
Baca Juga: Cara Mudah Memperbaiki Penampilan Dapur.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan, IKEA juga menjalankan program TERAS Indonesia. Sejak 2014, program ini memberikan peluang bagi lebih dari 1.000 UMKM untuk memasarkan produk mereka tanpa biaya di area toko IKEA.
Estimasi nilai penjualan yang dihasilkan dari program ini mencapai sekitar Rp5 miliar hingga 2025, memberikan dampak langsung pada perekonomian lokal.
Kolaborasi dengan Social Enterprises untuk Perubahan yang Berkelanjutan
IKEA Indonesia juga aktif mendukung social enterprise melalui program IKEA Social Entrepreneurship Accelerator (I-SEA). Program yang diperkenalkan sejak 2023 ini membantu 30 social enterprise melalui mentoring dan penguatan strategi bisnis.
Inisiatif ini berdampak baik terhadap lebih dari 14.000 orang, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antar stakeholder merupakan cara efektif dalam mendorong perubahan positif.
Baca Juga: Standar Lingkungan dalam Kawasan Properti Modern.
Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di berbagai kegiatan IKEA menggambarkan penekanan terhadap keberlanjutan yang menjadi bagian integral dari strategi bisnis mereka. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Melalui berbagai program dan kolaborasi, IKEA menciptakan peluang baru sekaligus mendukung pembangunan yang lebih berkelanjutan. Bagi sektor properti dan urban living, kemitraan antara perusahaan dan komunitas lokal menjadi elemen penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi masyarakat.


