Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, memberikan tanggapan terkait pernyataan Sekretaris Jenderal Partai Buruh, Ferri Nuzarli, yang mengungkapkan bahwa dirinya bersama 1,3 juta anggota serta pengurus Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) memutuskan untuk keluar dari partai. Said menegaskan bahwa pengunduran diri kader merupakan hal yang lumrah dalam dinamika partai dan tidak akan mempengaruhi soliditas Partai Buruh.
Said menyampaikan bahwa partainya akan melanjutkan pelantikan pengurus pleno di tingkat pusat serta pengurus di 38 provinsi dan 493 kabupaten/kota pada Senin mendatang. Menurutnya, kursi sekretaris jenderal akan diisi oleh kader internal partai.
Pengunduran Diri yang Mencolok dalam Partai Buruh
Sekretaris Jenderal Partai Buruh, Ferri Nuzarli, sebelumnya mengaku telah mengundurkan diri dari jabatannya dan keluar dari Partai Buruh. Bersamaan dengan pengunduran dirinya, 1,3 juta anggota serta pengurus ORI juga menyatakan mundur dari partai tersebut, menunjukkan adanya ketidakpuasan yang signifikan dalam struktur partai.
Keputusan Ferri untuk mundur diumumkan setelah ORI menilai bahwa terdapat perbedaan pandangan, sikap, serta arah perjuangan yang mendasar dengan Partai Buruh. Hal ini menandakan adanya krisis internal yang serius di dalam partai.
Ferri menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah banyak pertimbangan dan evaluasi. Menurutnya, sudah ada pergeseran perspektif yang jelas antara ORI dan Partai Buruh, yang membuat kerja sama semakin sulit dipertahankan.
Dinamika Internal yang Memengaruhi Keputusan
Ferri menyebutkan bahwa ORI adalah sayap politik dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang dipimpin oleh Andi Gani Nena Wea. Organisasi ini merupakan salah satu dari sebelas organisasi yang menginisiasi pendirian Partai Buruh pada Kongres I di bulan Oktober tahun 2021.
Seluruh anggota ORI, yang berjumlah sekitar 1,3 juta orang, mengambil keputusan secara kolektif untuk keluar dari Partai Buruh. Ferri mengungkapkan bahwa keputusan ini dilakukan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, menandakan keinginan untuk menjaga hubungan baik meskipun harus berpisah.
Berdasarkan instruksi dari Ferri, seluruh kader ORI dan KSPSI yang memiliki jabatan struktural di Partai Buruh diharuskan segera menyampaikan surat pengunduran diri secara administratif untuk memastikan bahwa langkah ini berjalan dengan tertib.
Evaluasi dan Pertimbangan Kader di Daerah
Ferri menyatakan bahwa masalah internal partai sebenarnya sudah lama diupayakan untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, permasalahan tersebut terus berkembang, yang membuat ORI akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kerja sama politik dengan Partai Buruh.
Beliau menekankan bahwa keputusan ini bukanlah hal yang mudah, melainkan hasil dari evaluasi yang matang dan masukan dari pengurus di daerah. ORI merasa perlu mengambil langkah tegas agar tidak terjebak dalam ketidakpastian yang berkepanjangan.
Dari informasi yang dia sampaikan, pengurus yang mengikuti langkah pengunduran diri ini tersebar di seluruh Indonesia, termasuk daerah-daerah besar seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Ini menunjukkan bahwa dampak pengunduran diri ini akan terasa luas.



