Keluarga almarhumah Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang akrab disapa dokter Icha, berencana memenuhi panggilan dari Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (BKD) Timor Tengah Utara. Hal ini dilakukan seiring dengan laporan mengenai dugaan pelanggaran yang melibatkan beberapa anggota DPRD setempat.
Dalam pernyataannya, Viktor Manbait selaku perwakilan keluarga, mengkonfirmasi bahwa mereka telah menerima surat resmi untuk memberikan keterangan pada Senin, 6 Juli 2026, pukul 10.00 WITA.
Viktor menyebutkan bahwa ayah dari dokter Icha, Gabriel Pakaenoni, yang akan memberikan penjelasan dalam pemeriksaan tersebut. Langkah ini diambil untuk mengungkap fakta terkait peristiwa menyedihkan yang menimpa almarhumah.
Panggilan Resmi Badan Kehormatan DPRD Timor Tengah Utara
Panggilan dari BKD ini merupakan tindak lanjut atas laporan mengenai dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara. Insiden ini dikabarkan terjadi pada 13 Juni 2026, di Ruang Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Leona.
Viktor menjelaskan, dalam pertemuan tersebut ayah dokter Icha akan memberikan keterangan yang relevan seputar kejadian yang terjadi di rumah sakit. Proses ini sangat penting untuk menegakkan keadilan dan memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Surat panggilan yang diterima oleh keluarga berisi klasifikasi penting dan ditandatangani oleh Ketua DPRD TTU serta Ketua BKD. Dalam dokumen tersebut juga dinyatakan bahwa pihak keluarga diundang untuk memberikan klarifikasi yang diperlukan.
Dugaan Intimidasi dan Konsekuensi yang Diterima
Dugaan pelanggaran yang dimaksud di dalam surat NKD terkait dengan intimidasi dan perlakuan yang merendahkan tenaga kesehatan. Insiden tersebut terjadi pada saat dokter Icha menangani pasien yang mengalami gigitan ular.
Viktor menegaskan bahwa dokter Icha mengalami tekanan yang cukup berat, yang akhirnya berujung pada pengambilan keputusan tragis. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya perlindungan bagi tenaga medis saat menjalankan tugasnya.
Lebih lanjut, surat yang dikirimkan juga menyertakan pengaduan yang diajukan oleh dokter Icha pada 23 Juni 2026. Pengaduan ini berisi laporan tentang intimidasi dan perlakuan tidak menyenangkan yang ia alami saat bertugas.
Tragedi yang Menimpa Dokter Icha dan Reaksi Publik
Beberapa hari setelah pengaduan tersebut, dokter Icha ditemukan tewas dalam keadaan bunuh diri di kediamannya di Perumahan RSS Baumata. Kejadian ini mengangkat isu sensitif tentang kesehatan mental di kalangan tenaga medis.
Direktur Rumah Sakit Leona, tempat dokter Icha bertugas, menekankan bahwa insiden tersebut harus menjadi pelajaran berharga bagi instansi terkait. Kondisi mental dan emosional tenaga kesehatan seringkali diabaikan di tengah tekanan kerja yang tinggi.
Reaksi masyarakat terhadap peristiwa ini cukup menggemparkan, dengan banyak yang menyuarakan keprihatinan mereka mengenai sistem kesehatan yang ada. Ini juga mengundang perhatian media dan menyentuh banyak hati, terutama di tengah kekhawatiran akan kesehatan mental di kalangan tenaga medis.



