Prediction market sedang mengalami perkembangan yang signifikan dan mulai menarik perhatian dari berbagai kalangan di industri keuangan global. Platform-platform seperti Kalshi dan Polymarket yang sebelumnya dikenal sebagai tempat untuk bertaruh mengenai hasil pemilihan umum atau kejadian olahraga, kini berupaya untuk membangun reputasi sebagai bagian penting dari infrastruktur pasar keuangan.
Konsep ini terinspirasi dari pengalaman Luana Lopes Lara, salah satu pendiri Kalshi, yang pernah bekerja di sejumlah hedge fund besar di Wall Street. Dia melihat bahwa banyak manajer investasi mengembangkan strategi rumit hanyalah untuk mengambil posisi terhadap peristiwa tertentu, seperti keputusan bank sentral atau hasil pemilihan umum.
Dengan menggunakan prediction market, para investor dapat langsung memperdagangkan peluang terkait peristiwa tanpa perlu membuat portofolio yang kompleks. Hal ini memberikan kesempatan yang sama bagi semua pihak, mulai dari investor ritel hingga institusi besar, untuk mengekspresikan pandangan mengenai masa depan dengan cara yang lebih sederhana.
“Kami menciptakan platform di mana siapa pun dapat bertransaksi sesuai pandangan mereka,” ungkap Lopes Lara. Dia percaya bahwa dengan memberikan akses ini, mereka akan menjangkau lebih banyak peserta dan meningkatkan likuiditas pasar.
Meningkatnya popularitas prediction market tercermin dari banyaknya pengguna baru yang tidak hanya terdiri dari investor profesional, tetapi juga mahasiswa, pekerja lepas, hingga masyarakat umum yang ingin menguji kemampuan analisis mereka tentang berbagai peristiwa. Aktivitas transaksi di Kalshi mencapai sekitar US$33 miliar di bulan Juni, sementara Polymarket mencatat transaksi sekitar US$10,7 miliar.
Meski volume perdagangan masih jauh lebih kecil dibandingkan bursa derivatif global lainnya, pertumbuhan yang signifikan ini membuat valuasi kedua perusahaan melonjak. Kalshi, misalnya, dilaporkan tengah menggalang pendanaan dengan valuasi mencapai US$40 miliar, dan Polymarket diperkirakan bernilai sekitar US$15 miliar.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ini, penting bagi prediction market untuk menarik perhatian investor institusional yang mampu bertransaksi dengan volume lebih besar dibandingkan investor ritel. Banyak hedge fund dan manajer aset kini memantau perkembangan industri ini serta berperan sebagai market maker untuk menjaga likuiditas.
Kalshi menawarkan berbagai kontrak yang lebih relevan untuk investor institusional, termasuk pasar terkait harga energi, minyak, dan lainnya. Mereka juga berkolaborasi dengan ARK Invest untuk menciptakan pasar yang menjawab pertanyaan investasi, seperti kemungkinan persetujuan produk bioteknologi oleh regulator.
Menghadapi Tantangan di Prediction Market
Meski demikian, minat terhadap kontrak-kontrak tertentu di prediction market masih terbatas. Sebagian besar nilai transaksi berasal dari pasar olahraga, yang menyumbang lebih dari 70% aktivitas perdagangan. Di sisi lain, kontrak terkait kebijakan moneter hanya mencatat nilai sekitar US$30 juta.
Salah satu tantangan utama bagi prediction market adalah membangun kepercayaan terhadap integritas pasar. Investor institusional perlu jaminan akan akses informasi yang setara bagi semua peserta. Kasus pelanggaran etika dalam perdagangan semakin memicu kekhawatiran, seperti saat seorang editor terlibat dalam perdagangan yang melibatkan informasi internal.
Kalshi mengimplementasikan proses penyaringan pengguna serta sistem pengawasan untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan demi menjaga integritasnya. Namun, kepastian regulasi juga harus dipastikan agar investor institusi merasa nyaman untuk berpartisipasi lebih lanjut.
Di bawah Presiden sebelumnya, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) adaptif terhadap perkembangan prediction market. Namun, pertumbuhan yang pesat ini menunjukkan masih banyak aspek regulasi yang belum jelas. CFTC mulai menyusun aturan baru untuk menyediakan kepastian seputar penyelesaian sengketa dan perlindungan investor.
Perkembangan dan Inovasi dalam Prediction Market
Kalshi juga meluncurkan Kalshi Pro, sebuah platform desktop yang memungkinkan investor untuk memantau berbagai pasar secara bersamaan. Tujuan dari langkah ini adalah untuk membawa prediction market menuju infrastruktur perdagangan yang lebih matang dan teratur.
Walau demikian, para pelaku industri menganggap prediction market masih perlu fitur leverage atau margin trading yang lebih fleksibel agar lebih atraktif bagi investor institusional. Kalshi telah mendapatkan izin untuk menyediakan fasilitas margin trading, namun sebagian besar pengguna diharuskan untuk menyetorkan dana penuh sebelum mengakses posisi trading.
Kondisi ini dianggap kurang efisien, terutama untuk kontrak jangka panjang, di mana modal dapat terkunci dalam waktu yang lama. Hal ini tentunya menjadi perhatian bagi investor yang mempertimbangkan strategi mereka di masa mendatang.
Meski menghadapi berbagai tantangan, pertanyaan mendasar tetap ada: sejauh mana keuntungan yang bisa dihasilkan oleh investor profesional di prediction market? Karena sifatnya sebagai pasar zero-sum, keuntungan satu pihak berasal dari kerugian pihak lain, menjadikan pasar ini unik dibandingkan dengan pasar saham.
Ke depan, ketahanan dan keberhasilan prediction market akan sangat bergantung pada kemampuan mereka menarik berbagai kalangan, dari investor ritel hingga institusi besar. Dengan terus mengembangkan produk dan meningkatkan integritas pasar, ada peluang bagi prediction market untuk tumbuh menjadi bagian penting dari ekosistem keuangan global yang lebih luas.



