PT Unilever Indonesia Tbk baru-baru ini menerima penghargaan atas komitmennya dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis dan rantai nilainya. Pengakuan ini diberikan dalam ajang ESG Award 2026 yang diselenggarakan oleh Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI).
Penghargaan ini menjadi bukti nyata dari usaha perusahaan dalam menerapkan praktik keberlanjutan yang berorientasi pada Environmental, Social and Governance (ESG). Direktur Communications, Corporate Affairs & Sustainability Unilever Indonesia, Nurdiana Darus, menerima penghargaan tersebut pada malam penganugerahan di Jakarta.
Nurdiana menegaskan bahwa keberlanjutan menjadi bagian integral dalam strategi bisnis Unilever Indonesia. Penghargaan ini membuktikan bahwa upaya mereka dalam menjalankan bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan tidaklah sia-sia.
Dalam sambutannya, Nurdiana mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan Best Emiten yang diraih untuk kedua kalinya. Hal ini menjadi cerminan komitmen perusahaan dalam transparansi dan pengembangan berkelanjutan yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Unilever Indonesia telah melakukan sejumlah inisiatif untuk memperkuat implementasi keberlanjutan, baik di aspek lingkungan maupun sosial. Dalam satu tahun terakhir, perusahaan berhasil memproses lebih dari 80.000 ton sampah plastik, lebih banyak dibandingkan jumlah plastik yang digunakan dalam kemasan produk.
Inovasi dan Keberlanjutan Dalam Rantai Produksi
Perusahaan telah menciptakan jaringan lebih dari 5.000 bank sampah di 50 kota serta hampir 2.900 gerai isi ulang. Melalui langkah ini, Unilever mampu memanfaatkan 3.044 ton plastik daur ulang pasca-konsumsi dalam kemasan produknya.
Upaya tersebut berkontribusi pada pengurangan penggunaan plastik baru sebesar 20% dibandingkan tahun 2019. Hal ini membuktikan betapa pentingnya peran perusahaan dalam mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Pada aspek sosial, Unilever Indonesia berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan setara. Faktanya, saat ini 43,2% dari posisi manajerial senior di perusahaan tersebut diisi oleh perempuan.
Selain itu, perusahaan juga mencatat nol kecelakaan kerja yang menghasilkan kematian, menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja. Keselamatan menjadi prioritas utama, dan Unilever berkomitmen untuk memperbaikinya.
Dalam menjaga kualitas produk, semua pabrik Unilever Indonesia menerapkan Sistem Jaminan Halal (SJH). Sebanyak 87% dari produk makanan yang mereka tawarkan telah memenuhi standar nutrisi tertinggi berdasarkan pedoman internasional.
Strategi Tata Kelola yang Transparan dan Efisien
Pada aspek tata kelola, pengelolaan ESG perusahaan berada di bawah pengawasan Direksi dan berbagai komite khusus. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap langkah yang diambil oleh perusahaan senantiasa berlandaskan prinsip-prinsip tata kelola yang kokoh.
Unilever Indonesia telah berhasil mempertahankan predikat Leadership in Corporate Governance selama delapan tahun berturut-turut. Ini merupakan indikasi bahwa perusahaan telah berhasil dalam menjaga reputasi serta kredibilitas di mata publik dan pemangku kepentingan.
Dalam laporan skor ESG yang dikeluarkan oleh lembaga internasional, Unilever mencatat skor yang mengesankan. Ini termasuk skor dari ASEAN Corporate Governance Scorecard dan S&P Global ESG Score yang menunjukkan kinerja perusahaan di bidang keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.
Dengan berbagai capaian ini, Unilever Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan level keberlanjutannya. Strategi yang diterapkan ini berfungsi untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh industri modern dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan tanggung jawab sosial.
Setiap langkah yang diambil perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada dampak positif bagi masyarakat luas. Hal ini menjadi salah satu kunci untuk membangun kepercayaan konsumen dan mendorong investasi berkelanjutan.
Komitmen untuk Pertumbuhan Berkelanjutan dan Bertanggung Jawab
Nurdiana menekankan bahwa keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring. Penghargaan yang diterima menjadi pengingat akan pentingnya kolaborasi dan konsistensi dalam upaya mencapai tujuan bersama.
Perusahaan bertekad untuk terus memperkuat upaya dalam menghadirkan pertumbuhan yang bertanggung jawab. Ini menjadi tanggung jawab semua pemangku kepentingan untuk mendukung inisiatif keberlanjutan yang telah dirancang.
Tak hanya itu, Unilever juga berkomitmen untuk lebih konektif dengan komunitas lokal dan menangani berbagai isu sosial. Hal ini akan membantu membangun ekosistem yang saling menguntungkan antara perusahaan dan masyarakat.
Keberlanjutan bukan hanya sekadar slogan, tetapi merupakan bagian penting dari perjalanan bisnis mereka ke depan. Upaya ini diyakini akan memberikan dampak yang signifikan bagi generasi mendatang.
Dengan fondasi yang kuat dan komitmen jangka panjang, Unilever Indonesia berharap dapat menginspirasi perusahaan lain untuk melakukan hal serupa dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan mereka.



