Layanan kesehatan di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tetap berlanjut meskipun telah terjadi bencana alam berupa banjir bandang dan longsor. Kerjasama antara tenaga kesehatan, relawan medis, dan mahasiswa menjadi faktor penting yang mendukung pelayanan ini agar tetap menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Setelah peristiwa bencana tersebut, banyak tantangan yang dihadapi, terutama terkait akses jalan yang terputus. Masyarakat setempat sangat rentan, sehingga kolaborasi ini diharapkan mampu mengatasi kesulitan yang ada dan mempermudah distribusi layanan kesehatan.
Sejak hari-hari awal pascabencana, relawan dari berbagai organisasi kemanusiaan dan mahasiswa mulai berdatangan ke Puskesmas Malalak. Kehadiran mereka membantu meringankan beban tenaga kesehatan yang sudah ada di lokasi, yang mengalami peningkatan permintaan layanan.
Peran Urgen relawan di Wilayah Terdampak Banjir
Kepala UPTD Puskesmas Malalak, Ns. Zulhelma Yetti, S.Kep., mengungkapkan betapa pentingnya kehadiran relawan dalam situasi krisis ini. Relawan datang dari berbagai latar belakang, termasuk organisasi kemanusiaan dan universitas terkemuka.
Menurut Zulhelma, kehadiran relawan sangat membantu menjangkau bagian-bagian wilayah yang dampaknya lebih parah akibat bencana. Tanpa bantuan mereka, akses bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan akan sangat terbatas.
Relawan tidak hanya membawa keahlian medis, tetapi juga semangat dan dukungan moral bagi masyarakat yang tertekan. Kehadiran mereka memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas di tengah kesulitan yang ada.
Pelayanan Kesehatan yang Tak Terputus di Tengah Krisis
Puskesmas Malalak menjadi salah satu pusat layanan kesehatan yang terdampak, dengan keterbatasan akses dan air bersih. Meskipun kondisi fisik tidak mendukung, pelayanan tetap beroperasi, terutama untuk layanan IGD yang berfungsi 24 jam.
Bahkan, terdapat enam tenaga kesehatan yang terpaksa tinggal di puskesmas selama lima hari karena akses keluar masuk terputus. Mereka melayani masyarakat dengan segala daya yang ada untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan yang muncul.
Zulhelma menambahkan bahwa rekan-rekan tenaga kesehatan yang tidak berada di puskesmas juga berkontribusi di posko-posko kesehatan di kawasan lain. Kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa semua orang tetap terlayani, terlepas dari kendala yang ada.
Solidaritas Masyarakat dalam Menghadapi Bencana
Dalam suasana yang serba sulit, masyarakat di sekitar Malalak menunjukkan sikap solidaritas yang tinggi. Mereka bekerja sama untuk saling mendukung, baik dalam hal kebutuhan makanan, air bersih, maupun layanan kesehatan.
Upaya gotong royong ini menunjukkan semangat kebersamaan yang sangat diperlukan di tengah cobaan. Masyarakat saling membantu satu sama lain dalam berbagai bentuk, kadang dengan hanya sekedar hadir untuk memberikan dukungan moral.
Relawan dan tenaga kesehatan tidak hanya berfungsi sebagai pemberi layanan, tetapi juga sebagai teman dan pendukung di malam-malam panjang yang penuh kecemasan akibat bencana tersebut. Ini menjadi salah satu aspek pendukung utama bagi pemulihan psikis warga setempat.
















