Pihak kepolisian telah menangkap terduga pelaku pengusiran paksa seorang nenek berumur 80 tahun yang terjadi di Surabaya beberapa waktu lalu. Penangkapan ini mengundang perhatian publik karena kejadian yang dialami nenek Elina Widjajanti memicu rasa prihatin oleh banyak pihak.
Tindakan pengusiran yang dilakukan secara tiba-tiba ini menciptakan dampak negatif pada kehidupan Elina. Objek rumah yang dihuni selama bertahun-tahun hancur, meninggalkan kenangan pahit dan kehilangan yang mendalam.
Pengacara Elina, Wellem Mintarja, melaporkan bahwa tindakan tersebut cukup brutal dan melanggar hukum. Penegakan hukum akhirnya dilaksanakan setelah laporan resmi diajukan kepada pihak kepolisian mengenai insiden yang mengguncang masyarakat setempat ini.
Fakta di Balik Pengusiran Paksa Nenek Elina di Surabaya
Pengusiran terhadap Elina terjadi di kawasan Dukuh Kuwukan, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya. Aksi pengrusakan rumah tidak hanya menyebabkan material rumah hilang, tetapi juga barang-barang penting milik Elina yang dihancurkan.
Wellem mengungkapkan, pengusiran tersebut terjadi tanpa adanya putusan dari pengadilan. Hal ini jelas menunjukkan pelanggaran prosedur hukum yang seharusnya diikuti dalam proses pengosongan lahan.
Panjang tangan hukum pun mulai bergerak melawan pelaku. Enam saksi yang melihat kejadian ini telah dimintai keterangan untuk membantu proses penyidikan lebih lanjut.
Proses Penegakan Hukum terhadap Pelaku Pengusiran
Polda Jawa Timur langsung mengambil tindakan setelah menerima laporan dari pengacara korban. Penangkapan terhadap terduga pelaku bernama Samuel Ardi Kristianto dilakukan di lokasi yang berbeda, untuk menjaga keamanan dan kelancaran proses penyidikan.
Pihak kepolisian menjelaskan bahwa ada banyak aspek hukum yang harus dianalisa dalam kasus ini. Dari pengeroyokan hingga pengrusakan properti, semua akan diteliti dengan cermat sesuai hukum yang berlaku.
Dalam tahap awal, pihak kepolisian telah mengidentifikasi setidaknya 30 orang yang terlibat dalam pengusiran dan perusakan. Hal ini menunjukkan bahwa kasus ini jauh lebih kompleks dan melibatkan banyak pihak.
Dukungan Masyarakat dan Respons Terhadap Kasus Ini
Banyak masyarakat dan organisasi non-pemerintah yang menyatakan kepedulian terhadap nasib Elina. Dukungan untuk nenek tua itu mengalir deras, baik dalam bentuk aksi solidaritas maupun kampanye di media sosial untuk menuntut keadilan.
Wellem juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap isu-isu sosial seperti ini. Kesadaran kolektif diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
Kasus ini menyentuh hati banyak orang dan menyentil kesadaran akan perlunya perlindungan hukum bagi warga lanjut usia. Elina menjadi simbol perjuangan bagi mereka yang mungkin mengalami kesulitan serupa.
















