Liputan6.com, Jakarta – Sepak bola Indonesia tengah berduka. Iwan Setiawan, pelatih legendaris yang dikenal luas, telah dikabarkan meninggal dunia.
Rekan sesama pelatih, Rudy Eka Priyambada, menyampaikan rasa belasungkawa atas kepergian sosok yang dijuluki The Special One tersebut.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berduka cita atas berpulangnya Ayah Iwan Setiawan,” tulis Rudy Eka dalam akun Instagramnya, @rudyekapriyambadapro, pada Kamis (3/9/2026).
Ia juga berharap agar segala amal ibadah Iwan diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan.
Mengenang Warisan Iwan Setiawan dalam Sepak Bola Indonesia
Iwan Setiawan bukan hanya seorang pelatih, tetapi juga mentor bagi banyak pemain muda di Indonesia. Kepemimpinannya di lapangan hijau telah menciptakan banyak bakat yang kini menjadi andalan tim nasional.
Dia dikenal dengan taktiknya yang inovatif dan pendekatan yang unik terhadap permainan. Setiap strategi yang diterapkan selalu mengedepankan kreativitas dan kerjasama tim, dua elemen inti dalam permainan yang efektif.
Setiawan juga dikenal karena kemampuannya membaca permainan lawan. Hal ini menjadikannya sebagai sosok yang sangat dihormati di kalangan pelatih di seluruh Indonesia.
Perjalanan Karir yang Menginspirasi
Karir sepak bola Iwan dimulai sejak usia muda ketika ia bermain di klub-klub lokal. Ketekunan dan dedikasinya membuatnya segera dikenal sebagai seorang pelatih berpengalaman. Ia juga pernah melatih sejumlah klub besar yang membuatnya mencapai titik tertinggi dalam karirnya.
Banyak penghargaan dan prestasi yang diraih selama kepemimpinannya. Namun, di balik semua kesuksesan itu, terdapat dedikasi tanpa batas terhadap olahraga yang dicintainya.
Iwan Setiawan dikenal memiliki filosofi yang dalam terhadap sepak bola. Ia percaya bahwa sepak bola bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga pembinaan karakter dan kerja keras.
Kepemimpinan yang Berbasis Inspirasi
Salah satu karakteristik utama dari Iwan Setiawan adalah kepemimpinannya yang berbasis inspirasi. Ia selalu berusaha mendukung pemain untuk mencapai potensi terbaik mereka. Dengan gaya kepemimpinan yang inklusif, ia mendorong diskusi dan kolaborasi dalam tim.
Iwan seringkali menjadikan pengalaman pribadi sebagai pembelajaran bagi pemain. Ia percaya bahwa setiap kegagalan adalah peluang untuk tumbuh dan belajar, sebuah pelajaran berharga yang ia wariskan kepada generasi berikutnya.
Karena hal inilah, banyak pemain yang merasa terinspirasi dan memiliki rasa hormat yang tinggi terhadapnya, baik di dalam maupun di luar lapangan.



