Pada tanggal 25 Desember 2025, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan untuk menyediakan dan memanfaatkan solusi bahan bangunan. Kesepakatan ini akan mendukung pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia, satu inisiatif yang berpotensi mempercepat pembangunan lokal.
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, memberikan apresiasi terhadap kolaborasi antara kedua perusahaan dalam mengakselerasi program ini. Ia percaya bahwa kolaborasi ini tidak hanya akan mendukung pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat posisi koperasi dalam perekonomian lokal.
Melalui nota kesepahaman ini, diharapkan akan tercipta sinergi yang nyata antara SIG dan Agrinas. Hal ini relevan mengingat Instruksi Presiden No 17 Tahun 2025 yang menekankan pentingnya percepatan pembangunan fasilitas koperasi di seluruh Indonesia.
Peran Strategis Dalam Pengembangan Ekonomi Desa
Kerja sama antara PT Semen Indonesia dan PT Agrinas Pangan Nusantara merupakan langkah strategis dalam mendukung pengembangan ekonomi desa. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari misi perusahaan dalam menyediakan solusi bahan bangunan yang berkelanjutan. Hal ini mencerminkan komitmen SIG terhadap pembangunan yang ramah lingkungan dan berorientasi pada kualitas.
Keberadaan jaringan fasilitas produksi dan distribusi yang meluas semakin memperkuat posisi SIG dalam memenuhi kebutuhan pembangunan. Dengan demikian, diharapkan ketersediaan bahan bangunan yang berkualitas bisa terjamin di seluruh wilayah Indonesia.
Dampak Positif Bagi Masyarakat dan Koperasi
Melalui nota kesepahaman ini, SIG diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan koperasi di tingkat desa. Pembangunan fasilitas koperasi yang efektif dan efisien akan berkontribusi langsung kepada masyarakat.
Dengan adanya solusi bahan bangunan yang berkualitas, diharapkan koperasi dapat beroperasi lebih optimal. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang memberikan manfaat jangka panjang kepada masyarakat lokal.
Inisiatif ini juga sejajar dengan upaya pemerintah dalam memperkuat perekonomian kerakyatan. Kerja sama antara BUMN ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kolaborasi lainnya yang mendukung pembangunan lokal.
Implementasi Dan Tanggung Jawab Bersama
Pelaksanaan nota kesepahaman ini menjadi tanggung jawab bersama antara kedua perusahaan. Hal ini penting agar seluruh aspek pembangunan koperasi dapat berjalan sesuai rencana yang sudah ditetapkan.
Struktur kolaborasi yang jelas akan membantu dalam realisasi proyek pembangunan ini, dari awal hingga akhir. Para pihak akan terus berkoordinasi untuk memastikan semua tahapan dilaksanakan dengan baik.
Dengan adanya pemantauan yang ketat, setiap masalah yang muncul dapat segera diatasi. Ini akan memastikan bahwa pembangungan koperasi berlangsung tanpa kendala, memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
















