Momen libero panjang seperti peringatan Isra Mi’raj sering dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menjalani perjalanan yang lebih bermakna. Orang-orang melakukan beragam aktivitas, mulai dari wisata religi hingga bersilaturahmi dengan keluarga, termasuk menggunakan kendaraan pribadi untuk fleksibilitas yang lebih tinggi.
Di balik semua kenyamanan itu, ada satu risiko yang sering diremehkan oleh pengemudi, yaitu microsleep. Fenomena ini menjadi ancaman serius yang dapat mengganggu keselamatan berkendara, terutama pada saat arus balik setelah liburan panjang.
Microsleep adalah kondisi di mana otak mengalami fase tidur singkat yang tak terduga selama beberapa detik. Bahkan ketika mata tetap terbuka, pengemudi bisa kehilangan konsentrasi total dan tidak dapat mengendalikan kendaraan dengan baik.
Mengapa Microsleep Bisa Terjadi Saat Berkendara?
Saat arus balik libur Isra Mi’raj, banyak orang yang merasa lelah setelah perjalanan panjang. Kelelahan fisik dan mental sering kali memaksa pengemudi untuk terus melanjutkan perjalanan. Kondisi ini sangat berisiko bagi keselamatan di jalan raya.
Risiko microsleep meningkat ketika pengemudi sangat bertekad untuk segera sampai di tujuan. Pikiran yang terfokus untuk cepat tiba sering kali mengabaikan tanda-tanda kelelahan yang muncul. Kesehatan mental yang tertekan juga dapat berkontribusi terhadap fenomena ini.
Beberapa faktor yang berpotensi memicu microsleep termasuk kurang tidur, perjalanan malam, dan rasa bosan saat berkendara. Semua hal ini dapat menyulitkan pengemudi untuk tetap waspada dan fokus pada jalur yang dilalui.
Gejala yang Perlu Diwaspadai Saat Berkendara
Pengemudi harus waspada terhadap beberapa gejala yang menandakan terjadinya microsleep. Salah satu tanda awal adalah kelopak mata yang terasa berat, disertai dengan rasa kantuk yang mendalam. Kewaspadaan saat berkendara dapat sangat berkurang ketika kondisi ini muncul.
Selain itu, sering menguap dan kesulitan dalam memproses informasi di sekitar dapat menjadi tanda peringatan. Situasi ini memerlukan perhatian khusus, terutama saat berada di jalan yang ramai atau berpotensi berbahaya.
Gejala lain yang patut diwaspadai termasuk kehilangan memori sesaat, di mana pengemudi tidak ingat beberapa detik terakhir dari perjalanan. Semakin lama fenomena ini dibiarkan, semakin besar risiko kecelakaan yang mengancam keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Langkah-Langkah untuk Menghindari Microsleep Saat Berkendara
Agar terhindar dari microsleep, pengemudi sebaiknya memperhatikan pola tidur sebelum melakukan perjalanan panjang. Tidur yang cukup sangat berpengaruh pada daya fokus saat berkendara. Menghindari berkendara dalam keadaan sangat lelah merupakan langkah krusial.
Penting juga untuk melakukan istirahat secara berkala selama perjalanan. Mengambil waktu untuk berhenti dan meregangkan badan dapat membantu menyegarkan kembali kondisi fisik dan mental. Hal ini sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang mengemudikan kendaraan dalam waktu yang lama.
Mengonsumsi makanan ringan yang sehat dan cukup hidrasi selama perjalanan juga dapat membantu menjaga tingkat energi. Hindari makanan berat atau minuman beralkohol yang dapat memperburuk kelelahan dan mengganggu konsentrasi saat berkendara.














