• About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Wednesday, September 30, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
SimpleNews.co.id
  • News
  • Health
  • Tekno
  • Bisnis
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • News
  • Health
  • Tekno
  • Bisnis
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
No Result
View All Result
SimpleNews.co.id
No Result
View All Result
Home Otomotif

Kronologi Kematian ASN Kemenekraf dalam Latsarmil Komcad di Halim

by endralz
September 28, 2026
in Otomotif
0
Kronologi Kematian ASN Kemenekraf dalam Latsarmil Komcad di Halim
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta menyimpan duka mendalam setelah berita tentang meninggalnya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kementerian Ekonomi Kreatif, Vanreko Varkas Bagaskara, pada Sabtu, 26 September. Kejadian tersebut terjadi saat Vanreko mengikuti Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan diperkirakan disebabkan oleh paparan cuaca panas berlebih akibat latihan yang intensif.

Peristiwa ini menarik perhatian serius dari DPR RI, khususnya Komisi I yang mengawasi isu pertahanan. Kematian ASN yang masih muda ini menimbulkan pertanyaan mendalam mengenai keselamatan peserta dalam pelaksanaan pelatihan militer semacam itu.

Berikut adalah rangkuman kronologi dan penjelasan di balik wafatnya Vanreko Varkas Bagaskara selama latihan tersebut, menjelaskan bagaimana kejadian itu terjadi, serta tanggapan dari berbagai pihak terkait.

Kronologi Peristiwa Kematian ASN Kemenekraf

Kepala Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa, Kolonel Kes dr. Iman Fathurrohman, mengungkapkan bahwa insiden ini bermula pada Jumat, 25 September, pukul 09.30 WIB. Vanreko telah menyelesaikan sesi pertama dari latihan tersebut tetapi mulai mengalami gejala tidak normal menjelang sesi kedua, termasuk pandangan gelap dan kehilangan kesadaran.

Tim Kesehatan Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes) yang ada di lokasi segera memberikan pertolongan pertama. Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa Vanreko mengalami hipotensi dan suhu tubuh yang meningkat, menandakan potensi serangan heatstroke akibat latihan yang melelahkan.

Langkah-langkah awal yang diambil mencakup pendinginan tubuh, pemasangan infus, dan terapi oksigenasi, sebelum akhirnya dirujuk ke IGD RSAU dr. Esnawan Antariksa untuk penanganan lebih lanjut. Setibanya, kondisi pasien diperiksa secara komprehensif oleh tim medis yang ada.

Perkembangan Kondisi Kesehatan Vanreko

Observasi hingga malam menunjukkan kondisi awal yang cukup baik, di mana Vanreko sempat sadar dan menunjukkan beberapa respons refleks. Namun, pada Sabtu pagi, pukul 04.30 WIB, terjadi perubahan dramatis yang ditandai dengan kejang berulang dan penurunan kesadaran yang signifikan.

Masalah ini diidentifikasi sebagai komplikasi dari heatstroke yang berdampak buruk pada fungsi organ vital. Diketahui bahwa penanganan oleh tim medis RSAU sangat mendesak dan tepat waktu, sehingga mereka berkoordinasi dengan RSPAD Gatot Soebroto untuk penanganan yang lebih intensif.

Vanreko dirujuk menggunakan ambulans standar ICU lengkap dengan dukungan penuh dari tim medis. Keputusan ini diambil demi keselamatan dan kelangsungan hidupnya dalam kondisi yang genting.

Keputusan Rumah Sakit dan Proses Pemulasaraan

Setibanya di IGD RSPAD Gatot Soebroto pada pukul 11.30 WIB, Vanreko menjalani CT Scan kepala dan perawatan intensif di ruang ICU. Pengawasan dilakukan oleh dokter spesialis serta pejabat dari Pusdikkes dan Kementerian Pertahanan yang juga hadir di lokasi. Sayangnya, usaha maksimal yang dilakukan tim medis tidak membuahkan hasil, dan Vanreko dinyatakan meninggal dunia.

Dalam pernyataannya, Iman menyampaikan, “Semua tim medis dari berbagai instansi telah berupaya sebaik mungkin, namun Tuhan yang Maha Esa berkehendak lain.” Rasa duka pun mewarnai seluruh tim kesehatan yang menangani Vanreko.

Proses pemulasaraan jenazah ditanggung sepenuhnya oleh Kementerian Pertahanan. Iman mengenang Vanreko sebagai sosok patriot muda yang berintegritas dan bersemangat dalam menjalankan tugas negara. Kementerian dan instansi terkait berkolaborasi memberikan penghormatan terakhir yang layak bagi almarhum.

Respon Anggota DPR dan Evaluasi Pelatihan

Menanggapi kejadian tragis ini, anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP, TB Hasanuddin, mengambil posisi tegas. Ia meminta agar pemerintah, khususnya Kementerian Pertahanan, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan latihan militer. Ia percaya bahwa meninggalnya peserta latihan harus menjadi momen refleksi untuk memperbaiki prosedur keselamatan.

TB Hasanuddin menekankan bahwa pemeriksaan kesehatan bagi peserta tidak boleh sekadar formalitas. Setiap calon peserta harus benar-benar dipastikan memiliki kondisi fisik yang layak untuk mengikuti kegiatan tersebut. “Jika ada tanda-tanda ketidaksiapan, mereka sebaiknya tidak dipaksakan,” tambahnya.

Selain itu, anggota DPR ini menyerukan pengkajian kembali terhadap prosedur standar keselamatan, intensitas latihan, dan kesiapan tenaga medis dalam menghadapi keadaan darurat selama pelatihan berlangsung. Kesehatan peserta harus selalu menjadi prioritas, katanya.

Latihan Komponen Cadangan ASN dan Tujuannya

Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Komcad) merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat sistem pertahanan negara melalui partisipasi warga sipil. Program ini memungkinkan ASN dan masyarakat umum untuk berkontribusi dalam menjaga keamanan nasional. Komcad juga ditujukan untuk memperbesar dan memperkuat kekuatan TNI saat negara menghadapi situasi darurat.

Pelatihan ini mulai dijalankan di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan diharapkan mendorong peran aktif masyarakat dalam proses pertahanan nasional. ASN yang mengikuti latihan ini harus memenuhi sejumlah persyaratan kesehatan dan administratif yang ketat.

Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan agar 4.000 ASN mengikuti pelatihan dasar kemiliteran yang diadakan selama kurang lebih 45 hari. Para peserta diharapkan kembali ke instansi masing-masing dengan pemahaman yang lebih baik tentang tugas dan tanggung jawab mereka dalam mempertahankan negara.

Tags: ASNdalamHalimKematianKemenekrafKomcadKronologiLatsarmil
endralz

endralz

Next Post
Hapus Minimum Harga Saham Memicu Anjloknya IHSG Sebesar 1 Persen

Hapus Minimum Harga Saham Memicu Anjloknya IHSG Sebesar 1 Persen

Recommended

Kumpulkan Sejumlah Ormas Islam Bahas Isu Penistaan Agama

Kumpulkan Sejumlah Ormas Islam Bahas Isu Penistaan Agama

5 months ago
Nazar Menarik Jika Spanyol Menang Piala Dunia 2026, Segera Terwujud

Nazar Menarik Jika Spanyol Menang Piala Dunia 2026, Segera Terwujud

3 months ago

Popular News

    Connect with us

    SIMPLENEWS-LOGO

    Simplenews.co.id - Berita Hari Ini Dan Kabar Informasi Terkini.

    Category

    • Bisnis
    • Bola
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Otomotif
    • Properti
    • Tekno
    • Travel

    Site Links

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org

    About Us

    We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

    • About
    • Advertise
    • Careers
    • Contact

    © 2026 Berita Hari Ini Dan Kabar Informasi Terkini. Simplenews.co.id.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Lifestyle
    • Travel
    • Health

    © 2026 Berita Hari Ini Dan Kabar Informasi Terkini. Simplenews.co.id.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In