Sebanyak 17.628 aparat gabungan dikerahkan untuk mengawasi 37 kegiatan masyarakat di Jakarta pada Selasa (29/9). Antara lain, kegiatan ini meliputi aksi demonstrasi dan beragam acara lainnya, seperti wisuda dan pameran.
Kegiatan tersebut terdiri dari 20 aksi penyampaian pendapat, serta 17 event masyarakat yang beragam. Dalam melaksanakan tugas, aparat diingatkan untuk berfokus pada pendekatan humanis dan sabar.
Wakapolda Metro Jaya, Irjen Dekananto Eko Purwono, menekankan pentingnya kesabaran dan tidak terprovokasi. Ini menjadi pedoman bagi seluruh jajaran selama bertugas di lapangan.
Pengaturan Kegiatan Masyarakat di Jakarta
Kepolisian melalui Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa kegiatan penyampaian pendapat akan berlangsung di berbagai lokasi. Beberapa titik yang menjadi perhatian adalah area DPR/MPR RI, Bundaran HI-Dukuh Atas, dan Silang Selatan Monas.
Di kawasan DPR/MPR RI, hampir 5.000 personel akan ditempatkan untuk memastikan situasi aman. Budi Hermanto menyebutkan pentingnya komunikasi yang baik dan pendekatan humanis untuk menjaga ketertiban.
Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) berencana melaksanakan aksi di depan DPR. Mereka menyerukan agar DPR dan pemerintah segera mengesahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang lebih berpihak pada buruh.
Rapat Paripurna dan Aksi Bersamaan
Pada siang yang sama, terjadi Rapat Paripurna di DPR untuk pengesahan APBN tahun anggaran 2027. Rapat ini dijadwalkan berlangsung bersamaan dengan aksi demonstrasi dari KASBI, yang mulai jam 10.00 WIB.
Situasi ini menuntut agility dalam pengelolaan lokasi dan proyek yang berlangsung. Dengan adanya dua agenda besar di satu lokasi, pengaturan lalu lintas menjadi hal yang sangat krusial.
Kepolisian berharap agar rapat paripurna bisa berjalan sukses dan tidak terganggu oleh aksi demonstrasi yang berlangsung bersamaan. Penyesuaian pengaturan lalu lintas diharapkan dapat meminimalisir risiko chaos.
Langkah Pengaturan Lalu Lintas di Lokasi Kegiatan
Budi Hermanto menjelaskan bahwa pengaturan lalu lintas akan diterapkan secara situasional, tergantung pada kondisi arus kendaraan. Ini penting untuk menjaga mobilitas masyarakat dan mendukung aktivitas perekonomian yang sedang berlangsung.
Personel yang berada di lapangan diminta untuk bertindak profesional dan berbasis pada prinsip humanis. Hal ini diharapkan dapat membantu menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Pembagian tugas dan tanggung jawab di lapangan akan dilakukan dengan baik, agar semua jalur tetap aman untuk dilalui. Dengan begitu, harapannya semua kegiatan dapat berlangsung tanpa gangguan.



