Harga emas mengalami penurunan pada hari Jumat, 2 Oktober 2026, yang membuatnya kembali turun setelah sempat mengalami kenaikan sebelumnya. Penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS menekan aset yang tidak memberikan imbal hasil ini, sehingga emas kini berada pada jalur penurunan mingguan.
Menurut data terbaru, harga emas di pasar spot mengalami penurunan sebesar 0,8% menjadi US$ 4.145,68 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas di AS juga turun sebesar 0,7% menjadi US$ 4.173,50 per ons.
Walaupun dolar AS sempat mengalami penurunan tipis, mata uang tersebut masih menunjukkan kecenderungan penguatan selama minggu ini. Selain itu, imbal hasil obligasi AS dengan tenor 10 dan 30 tahun mencapai level tertinggi sejak tahun 2002 pada hari Kamis.
Tren Penurunan Harga Emas dan Pengaruhnya
Tren penurunan harga emas ini dipicu oleh data ketenagakerjaan yang menunjukkan bahwa penambahan tenaga kerja di AS melambat. Padahal, dalam sesi awal, harga emas sempat naik lebih dari 1% setelah data tersebut dirilis. Namun, penguatan dolar dan obligasi kemudian membuat harga emas berbalik arah.
Laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan angka penggajian non-pertanian hanya bertambah 29.000 di bulan lalu. Angka ini jauh di bawah ekspektasi para ekonom yang memproyeksikan penambahan 90.000 tenaga kerja.
Pada bulan sebelumnya, penggajian non-pertanian sempat dilaporkan meningkat pesat hingga 162.000, namun kembali direvisi turun untuk angka Agustus menjadi 133.000. Hal ini memperlihatkan ketidakstabilan dalam pasar tenaga kerja yang berpengaruh pada harga emas.
Pandangan Para Analis Mengenai Emas Saat Ini
Para analis di pasar menunjukkan bahwa investor emas tampaknya tidak terburu-buru untuk mengambil risiko di tengah ketidakpastian yang ada. Bank Sentral AS, The Fed, menunjukkan kecenderungan untuk tetap mempertahankan kebijakan ketat, yang menjadi perhatian utama para investor.
Salah seorang analis pasar menekankan pentingnya bagi investor untuk mempertimbangkan pengaruh kebijakan The Fed terhadap harga emas ke depannya. Dikatakan bahwa keputusan The Fed akan sangat bergantung pada kondisi pasar tenaga kerja yang saat ini menunjukkan tanda-tanda pelemahan.
Fokus utama bagi The Fed masih berputar pada upaya meredam inflasi yang tinggi di AS. Oleh sebab itu, arah pergerakan harga emas dalam beberapa bulan ke depan akan sangat bergantung pada bagaimana The Fed menangani situasi ini.
Dinamik Harga Emas Menyusul Kebijakan Moneter
Dalam beberapa minggu ke depan, banyak yang memprediksi bahwa volatilitas harga emas akan terus berlanjut. Para trader tengah fokus untuk mengamati setiap langkah yang diambil oleh Bank Sentral AS, mengingat keputusan tersebut akan memberikan dampak yang signifikan terhadap pasar komoditas.
Jika inflasi tetap tinggi dan pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan, maka harga emas dapat melonjak kembali. Namun, jika The Fed tetap berpegang pada kebijakan ketat, harga emas mungkin akan terus tertekan.
Situasi ini menandakan perlunya investor untuk jeli dalam mengamati perkembangan ekonomi global. Kinerja emas sebagai aset safe haven akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan moneter yang diterapkan oleh The Fed dan reaksi pasar terhadap data ekonomi mendatang.



