Asus tidak hanya mengklaim ketangguhan laptopnya, tetapi juga memperlihatkan proses pengujian ekstrem yang mereka lakukan secara langsung. Dalam acara yang diadakan untuk menunjukkan durabilitas laptop, Asus mengungkapkan bahwa perangkat mereka telah menjalani berbagai prosedur pengujian yang ketat dan berstandar militer.
Melalui pengujian ini, Asus ingin membuktikan bahwa produk mereka dapat diandalkan dalam berbagai kondisi yang sulit. Menghadapi tantangan teknologi yang semakin kompleks, mereka memastikan bahwa ketahanan perangkat menjadi prioritas utama dalam produksi laptop yang mereka tawarkan.
Adrian Pradipta, Technical Public Relation Asus Indonesia, menjelaskan bahwa terdapat enam prosedur pengujian utama yang telah mereka lakukan. Prosedur ini dirancang untuk mencerminkan pengalaman nyata yang dapat dihadapi pengguna dalam kehidupan sehari-hari.
“Keenam pengujian tersebut dipilih karena paling mencerminkan risiko yang kerap terjadi dalam penggunaan laptop sehari-hari,” katanya pada sebuah konferensi pers baru-baru ini. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa Asus berkomitmen terhadap kualitas dan kehandalan produk yang mereka luncurkan.
Proses Pengujian Laptop yang Mengungkap Ketangguhan Nyata
Uji ketahanan merupakan salah satu aspek kritis dalam pengembangan laptop. Melalui pengujian yang ketat, Asus ingin menunjukkan bahwa setiap perangkat yang mereka produksi mampu bertahan dalam kondisi yang ekstrim. Proses ini meliputi keberhasilan melewati enam standar prosedur yang telah ditetapkan.
Pengujian pertama adalah uji benturan, yang dilakukan untuk memastikan perangkat dapat menahan tekanan ekstrem. Dengan kemampuan bertahan hingga 40G force, perangkat Asus mampu menahan hentakan yang jauh melebihi standar yang dialami oleh manusia sendiri.
Di samping itu, laptop mereka juga telah dirancang untuk dapat terjatuh hingga 18 kali dari ketinggian sekitar 80 sentimeter. Desain yang kuat ini menunjukkan bahwa setiap detail diperhatikan untuk menciptakan perangkat yang tidak hanya canggih tapi juga tahan lama.
Pentingnya Standar MIL-STD 810H dalam Pengujian
Standar MIL-STD 810H adalah pedoman yang digunakan untuk menilai ketahanan produk di lingkungan ekstrem. Dengan mengikuti standar ini, Asus memastikan bahwa laptop yang mereka luncurkan dapat diandalkan bahkan dalam kondisi yang tidak bersahabat. Hal ini memberikan jaminan tambahan bagi konsumen.
Pengujian ini menjadi penting terutama bagi pengguna yang aktif dan sering berpindah lokasi, seperti pelajar atau pekerja lapangan. Dalam situasi tersebut, risiko kerusakan laptop akibat benturan atau jatuh bisa diminimalkan dengan adanya standar ini.
Proses pengujian tidak hanya meliputi benturan, tetapi juga pengujian suhu, kelembapan, dan tekanan. Ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai bagaimana kinerja laptop dalam berbagai situasi, yang tentunya sangat berharga bagi pengguna.
Inovasi dalam Desain dan Teknologi untuk Meningkatkan Ketahanan
Inovasi menjadi kunci utama dalam pengembangan laptop yang tangguh. Asus terus berupaya menghadirkan teknologi terbaru dalam desain produk mereka. Ini tidak hanya meningkatkan estetika, tetapi juga berkontribusi pada kekuatan dan ketahanan perangkat.
Material yang digunakan dalam pembuatan laptop juga menjadi fokus utama. Dengan memilih material yang lebih ringan namun kuat, Asus mampu menyediakan produk yang mudah dibawa namun tetap tahan lama. Kombinasi ini menjadi nilai lebih yang dicari oleh pengguna saat ini.
Penggunaan teknologi terbaru dalam sistem pendingin juga menjadi perhatian. Dengan sistem yang lebih baik, laptop dapat beroperasi dengan baik tanpa overheating, meskipun digunakan dalam waktu lama. Ini menambah poin plus bagi Asus dalam kompetisi pasar yang semakin ketat.














