Kepala Subdirektorat Pengerahan Potensi dan Pengendalian Operasi Kecelakaan Transportasi dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Jumaril, menekankan pentingnya mengedepankan tanggung jawab keselamatan dalam industri pariwisata. Dianggap tidak cukup jika beban keselamatan hanya diambil alih oleh lembaga penanggulangan bencana atau operator layanan wisata saja.
Menurut Jumaril, keselamatan adalah tanggung jawab kolektif yang harus disadari oleh seluruh pemangku kepentingan, termasuk wisatawan itu sendiri. Ia juga menyoroti pentingnya peran mahasiswa pariwisata yang berfungsi sebagai agen perubahan dalam budaya keselamatan.
“Mahasiswa Poltekpar di bawah naungan Kementerian Pariwisata harus menjadi contoh dalam menerapkan budaya keselamatan yang baik. Dengan demikian, mereka bisa memengaruhi lingkungan sekitar untuk memiliki budaya yang lebih aman,” ungkap Jumaril dengan penuh keyakinan.
Melengkapi pandangannya, Tantowi Yahya, yang merupakan presiden dari UID Foundation, menekankan peran kepemimpinan dalam sektor ini. Ia menyebutkan bahwa Kementerian Pariwisata perlu memperkuat perannya sebagai penggerak dan katalisator dalam mengelola ekosistem pariwisata.
Dengan harapan Kementerian Pariwisata dapat mendorong seluruh elemen di sektor pariwisata agar beroperasi secara sinergis, Tantowi menegaskan, “Kementerian harus menjadi agen motivasi yang mampu menggerakkan sektor pariwisata sehingga ekosistemnya tetap terjaga dan berkembang.”
Melalui kolaborasi antara budaya keselamatan yang kuat di masyarakat dan dukungan kebijakan yang efektif dari pemerintah, diharapkan dapat tercipta lingkungan pariwisata yang sehat dan berkelanjutan. Ini adalah langkah krusial menuju masa depan yang lebih aman di sektor pariwisata.
Mengapa Keselamatan Terpadu Sangat Penting Dalam Pariwisata
Kesehatan dan keselamatan dalam industri pariwisata sering kali dianggap remeh, meskipun dampaknya besar. Keselamatan bukan hanya aspek kosmetik; ini adalah fondasi yang memungkinkan industri pariwisata untuk berkembang dan menarik lebih banyak pengunjung.
Keselamatan terpadu berarti bahwa semua aspek dari sebuah perjalanan, dari perjalanan menuju lokasi hingga aktivitas di tempat wisata, diperhatikan. Dengan membangun kesadaran ini bisa membantu mengurangi risiko dan meningkatkan pengalaman pengunjung.
Keterlibatan semua pihak sangat penting, mulai dari pemerintah yang merumuskan kebijakan hingga pemilik jasa wisata dan pengunjung itu sendiri. Ketika semua orang bekerja sama, rasa aman saat berwisata dapat tercipta.
Peran Mahasiswa Dalam Membangun Budaya Keselamatan
Mahasiswa pariwisata menjadi lokomotif penting untuk pengembangan budaya keselamatan di kalangan masyarakat. Mereka memiliki akses langsung ke teori dan praktik terbaru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan pendidikan yang tepat, mereka bisa menjadi agen perubahan yang menginspirasi orang lain untuk mengikuti langkah-langkah keselamatan. Hal ini bisa memicu antusiasme dan komitmen dalam menerapkan budaya keselamatan yang lebih luas.
Lulusan program pariwisata diharapkan memiliki pemahaman mendalam tentang berbagai isu keselamatan. Mereka tidak hanya bertugas memberikan layanan, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya tindakan pencegahan.
Kepemimpinan Dalam Mendorong Keselamatan Pariwisata
Kepemimpinan yang kuat dalam sektor pariwisata adalah hal yang tak terhindarkan untuk memastikan keselamatan. Pemimpin harus mampu menciptakan visi yang jelas dan menggerakkan semua elemen untuk mencapai tujuan bersama.
Dalam konteks ini, Kementerian Pariwisata diharapkan untuk menjadi penggerak utama. Dengan langkah proaktif, kementerian bisa mengkoordinasikan berbagai inisiatif keselamatan yang bertujuan untuk memperkuat ekosistem pariwisata.
Pentingnya kepemimpinan yang transformatif dalam pariwisata tidak bisa dianggap sepele. Dengan adanya dukungan dari pemimpin yang visioner, kita bisa melihat perubahan yang signifikan dalam cara kita memandang keselamatan.














