• About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Wednesday, October 21, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
SimpleNews.co.id
  • News
  • Health
  • Tekno
  • Bisnis
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • News
  • Health
  • Tekno
  • Bisnis
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
No Result
View All Result
SimpleNews.co.id
No Result
View All Result
Home News

Pekerjaan Ganda di Tengah Tekanan Ekonomi, Saat Kelelahan Tak Dapat Dihindari

by endralz
October 20, 2026
in News
0
Pekerjaan Ganda di Tengah Tekanan Ekonomi, Saat Kelelahan Tak Dapat Dihindari
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menghadapi tantangan ekonomi yang semakin berat, banyak orang mulai mempertimbangkan untuk menjalani dua pekerjaan atau yang sering disebut sebagai double job. Pilihan ini bukan hanya tentang memperoleh tambahan pendapatan, namun juga menjadi sebuah strategi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam situasi yang sangat mendesak.

Dalam banyak kasus, kondisi ini mengharuskan individu untuk berkorban lebih dari sekadar waktu. Mereka harus meninggalkan kenyamanan pribadi serta waktu berkumpul dengan keluarga demi meningkatkan daya beli dan dukungan finansial bagi orang-orang tercinta.

Seperti yang dialami oleh Jamilah, seorang ibu berusia 40 tahun, yang bekerja sebagai guru pendidikan anak usia dini (PAUD) setiap pagi. Setelah mengajar, ia melanjutkan rutinitasnya dengan mengurus rumah dan anak-anak, sebelum melanjutkan pekerjaan sebagai pembantu cuci di dua rumah untuk menambah penghasilan.

Setiap bulannya, Jamilah mendapatkan tambahan penghasilan sekitar Rp 1,5 juta dari pekerjaan sampingan tersebut. Meskipun rasanya melelahkan, ia menganggap semua itu perlu demi masa depan ketiga anaknya yang sedang bersekolah.

Realitas Hidup Kaum Menengah di Tengah Krisis Ekonomi

Jamilah bukan satu-satunya yang melakoni kehidupan dengan double job. Tia, seorang karyawan di sebuah perusahaan rintisan, juga mengalami situasi serupa. Setelah bercerai, ia tidak hanya harus menghidupi dirinya sendiri, tetapi juga dua anak laki-lakinya dengan segala tuntutan yang menyertainya.

Pekerjaan utama yang dimilikinya tidak cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-hari dan pendidikan anak-anak. Oleh karena itu, di luar jam kerjanya, Tia menerima tawaran pekerjaan sebagai perias pengantin setiap akhir pekan. Meski sangat melelahkan, ia merasa tidak ada pilihan lain.

Yang lebih sulit adalah tekanan emosional yang dirasakannya. Ia seringkali merasa sedih karena tidak bisa menghabiskan waktu yang cukup bersama anak-anaknya. Perasaannya ini menambah dimensi baru dari pengalaman double job, yang sering kali tidak terlihat oleh orang lain.

Keberadaan Kelas Menengah dan Kebutuhan Finansial yang Terus Meningkat

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), kelas menengah di Indonesia semakin tumbuh, dengan lebih dari 66 persen penduduk termasuk dalam kategori ini pada tahun 2024. Namun, sejalan dengan pertumbuhan tersebut, tuntutan finansial yang harus dipenuhi juga meningkat.

Pengeluaran untuk pendidikan anak, misalnya, menjadi salah satu beban yang harus ditanggung oleh banyak keluarga. Dengan rata-rata total pengeluaran pendidikan yang jumlahnya dapat mencapai Rp 10 juta per tahun untuk jenjang SMA, jelas ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh orang tua.

Di sinilah argumen mengenai double job menjadi semakin relevan. Bagi banyak keluarga, melakukan pekerjaan tambahan bukanlah pilihan, tapi sebuah keharusan untuk memastikan anak-anak mereka dapat memperoleh pendidikan yang layak.

Pengorbanan yang Harus Ditempu di Balik Kesuksesan Finansial

Meski bagi sebagian orang double job menunjukkan keberhasilan dalam memenuhi kebutuhan finansial, di balik itu tersimpan banyak pengorbanan. Ketika mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk bekerja, maka waktu untuk beristirahat dan bersosialisasi pun semakin berkurang.

Bagi Jamilah dan Tia, situasi ini menciptakan rasa lelah mental dan fisik yang luar biasa. Menjaga keseimbangan antara hidup secara finansial dan emosional menjadi tantangan tersendiri yang sering kali tidak mendapatkan perhatian cukup dari masyarakat.

Tak jarang, pekerja yang memiliki dua pekerjaan mengalami penurunan kualitas hidup, yang ditandai dengan stres berlebihan dan rasa lelah yang berkepanjangan. Mereka berjuang di antara tuntutan pekerjaan dan kebutuhan untuk merawat diri sendiri serta keluarga.

Melihat pentingnya kesadaran akan efek dari double job, perlunya dukungan baik dari masyarakat maupun pemerintah menjadi sangat jelas. Memiliki pekerjaan tambahan seharusnya bukan hanya beban, tetapi juga harus didukung oleh sistem yang memungkinkan keluarga untuk tetap sejahtera.

Tags: DapatDihindariEkonomiGandaKelelahanPekerjaanSaatTakTekananTengah
endralz

endralz

Next Post
Gubernur DKI Dukung Pembangunan Jakarta untuk Kelompok Rentan

Gubernur DKI Dukung Pembangunan Jakarta untuk Kelompok Rentan

Recommended

Gugatan Terhadap Ketum Peradi Otto di Pengadilan Negeri Jakarta Timur

13 Tindak Pidana yang Mengancam Perampasan Aset

2 months ago
Asap Karhutla Menyelimuti Jembatan Ampera dan Penarik Becak yang Merana

Asap Karhutla Menyelimuti Jembatan Ampera dan Penarik Becak yang Merana

22 hours ago

Popular News

    Connect with us

    SIMPLENEWS-LOGO

    Simplenews.co.id - Berita Hari Ini Dan Kabar Informasi Terkini.

    Category

    • Bisnis
    • Bola
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Otomotif
    • Properti
    • Tekno
    • Travel

    Site Links

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org

    About Us

    We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

    • About
    • Advertise
    • Careers
    • Contact

    © 2026 Berita Hari Ini Dan Kabar Informasi Terkini. Simplenews.co.id.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Lifestyle
    • Travel
    • Health

    © 2026 Berita Hari Ini Dan Kabar Informasi Terkini. Simplenews.co.id.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In