Slamet Uliandi, yang lebih dikenal dengan julukan “Kapten Jack”, merupakan sosok yang memiliki pengalaman luas di ranah kepolisian, khususnya dalam bidang reserse. Dia juga pernah memimpin Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polri, yang menunjukkan dedikasinya terhadap inovasi dalam penegakan hukum.
Lahir di Jakarta pada 15 Juli 1971, Slamet merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1994. Selama kariernya, dia telah melalui berbagai posisi penting di lingkungan kepolisian, membuktikan kapabilitasnya dalam mengatasi tantangan yang ada.
Pada tahun 2011, Slamet menjabat sebagai Ps. Kabag Monitoring Biro Pembinaan Operasional (Robinopsnal) Bareskrim Polri. Dalam perannya, dia bertanggung jawab untuk memastikan operasional di lapangan berjalan dengan baik dan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.
Karier dan Kenaikan Jabatan dalam Polri
Setelah menjabat di berbagai posisi, pada tahun 2019, Slamet dipercaya untuk menjadi Karobinopsnal Bareskrim. Di sinilah dia semakin menegaskan dirinya sebagai pemimpin yang mampu mengelola situasi yang kompleks.
Karirnya berlanjut ketika pada tahun 2020, dia menduduki jabatan Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Posisi ini mengharuskan Slamet untuk memimpin tim yang berfokus pada penanganan kejahatan siber, sebuah aspek yang semakin penting di era digital.
Slamet juga dikenal karena keterlibatannya dalam kasus-kasus yang melibatkan pegiat media sosial. Kasus-kasus tersebut menunjukkan sikap proaktifnya dalam menghadapi tantangan baru dalam penegakan hukum.
Keterlibatan dalam Kasus Kontroversial dan Penanganan Khusus
Nama Slamet semakin mencuat pada tahun 2022 saat dia bertugas dalam tim khusus yang menangani kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, atau yang lebih dikenal sebagai Brigadir J. Tanggung jawab ini membawa beban berat, mengingat perhatian publik terhadap kasus tersebut sangat tinggi.
Dalam penanganan kasus ini, Slamet mendapatkan tugas penting untuk menjemput Irjen Ferdy Sambo dan membawanya ke Mako Brimob untuk diselidiki lebih lanjut. Tindakan ini menunjukkan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam proses hukum.
Selain itu, Slamet juga diminta untuk memberikan keterangan kepada Komnas HAM terkait uji balistik yang dilakukan dalam rangka penyelidikan tersebut. Keterbukaannya di muka publik menambah kepercayaan masyarakat terhadap integritas Polri.
Penghargaan dan Tanda Kehormatan dalam Karier
Pada tahun 2023, Slamet dianugerahi tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Pratama. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas dedikasinya dalam melayani masyarakat dan menjalankan tugas kepolisian dengan baik.
Dalam mutasi jabatan Polri pada bulan Oktober 2026, Slamet mengalami pergeseran dari jabatannya sebagai Kadiv TIK ke posisi Perwira Tinggi Bareskrim Polri dengan penugasan di luar struktur. Perubahan ini menunjukkan adanya kepercayaan yang diberikan oleh institusi kepolisian atas kemampuan dan kompetensinya.
Jabatan Kadiv TIK selanjutnya diisi oleh Irjen Roberto G. M. Pasaribu. Pergantian ini mencerminkan dinamika di dalam struktur organisasi Polri yang memperhatikan dengan serius terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi.



