Dalam upaya mempercepat pemulihan masyarakat pascababak bencana, BRI berperan aktif dengan berbagai inisiatif. Salah satu yang paling mencolok adalah dukungan terhadap pembangunan hunian sementara bagi mereka yang terdampak, yang dikenal dengan nama Huntara.
Inisiatif ini mencerminkan komitmen BRI untuk tidak hanya berfokus pada aspek keuangan, tetapi juga tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan adanya Huntara, diharapkan masyarakat yang terdampak dapat memiliki tempat tinggal yang layak selama proses rehabilitasi berlangsung.
BRI merintis upaya ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana. Kehadiran huntara menjadi simbol harapan bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal dan memulai kembali kehidupan mereka.
Pentingnya Dukungan BRI dalam Program Pemulihan Pascabencana
Selama periode pemulihan, BRI menunjukan komitmennya dengan melaksanakan serangkaian aksi tanggap darurat. Sampai dengan awal tahun 2026, BRI Group telah melaksanakan sekitar enam puluh aksi di berbagai wilayah Sumatera.
Bantuan yang diberikan sangat beragam, mulai dari paket makanan hingga kebutuhan penting lainnya. Ini termasuk 6.500 paket makanan siap saji dan 145.000 paket sembako yang didistribusikan secara langsung kepada masyarakat.
Secara keseluruhan, tindakan ini telah menjangkau lebih dari 125.000 jiwa, menunjukkan betapa pentingnya kontribusi BRI dalam masa-masa sulit ini. Selain itu, BRI juga membantu dengan mendistribusikan logistik untuk pembangunan Huntara.
Berbagai Bentuk Bantuan yang Disalurkan BRI
BRI tidak hanya mengandalkan bantuan makanan, tetapi juga menyediakan berbagai kebutuhan dasar lainnya. Terdapat 950 paket survival kit yang diberikan untuk mendukung kehidupan sehari-hari masyarakat terdampak.
Penyediaan tenda, kasur, dan selimut menunjukkan perhatian BRI terhadap kenyamanan masyarakat. Dengan menyediakan 10 tenda dan 1.680 unit kasur serta selimut, harapannya masyarakat dapat berfungsi dengan baik selama masa transisi ini.
BRI juga fokus pada aspek kesehatan dengan mendistribusikan truk air bersih dan paket obat-obatan. Tindakan ini menjadi sangat krusial untuk menjaga kesehatan masyarakat agar tetap terjaga selama proses rehabilitasi.
Kehadiran Posko Bencana Sebagai Pusat Pemulihan
Di tengah upaya pemulihan, BRI juga mendirikan sejumlah posko bencana. Posko ini berfungsi sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan. Selain bahan makanan, posko ini juga menyediakan layanan kesehatan dasar.
Dengan adanya dapur umum dan distribusi logistik, masyarakat tidak perlu khawatir akan kebutuhan sehari-hari mereka. Program Trauma Healing Anak juga menjadi bagian dari inisiatif ini, sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan mental anak-anak yang terdampak bencana.
Kehadiran posko diharapkan dapat menciptakan suasana nyaman bagi anak-anak dan orang dewasa dalam menghadapi kesulitan. Program-program ini memungkinkan masyarakat untuk mendapatkan bantuan secara terstruktur dan berharap dapat mempercepat proses pemulihan.
Membangun Harapan Melalui Program Hunian Sementara
Huntara sebagai hunian sementara diwujudkan dengan tujuan memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang terdampak. Selain sebagai tempat tinggal, Huntara juga berfungsi sebagai titik awal bagi mereka untuk kembali memulai kehidupan.
BRI berharap, dengan adanya hunian ini, masyarakat dapat merasa aman dan tidak perlu khawatir terhadap kondisi tempat tinggal mereka. Ini menjadi langkah penting menuju fase hunian permanen yang lebih layak.
Dengan bekerja sama dengan berbagai pihak, BRI berkomitmen untuk memastikan bahwa program ini berjalan sesuai dengan harapan masyarakat. Upaya ini merupakan bentuk investasi sosial yang tidak ternilai di masa-masa sulit.
















