Pemulihan pasokan bahan bakar minyak di wilayah terdampak bencana merupakan langkah krusial dalam menjaga stabilitas operasional di lapangan. Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi, terutama di daerah yang mengalami kesulitan akses. Dalam upaya ini, mereka melakukan berbagai inisiatif, termasuk menggunakan metode distribusi yang inovatif dan adaptif terhadap kondisi setempat.
Distribusi BBM ke wilayah kesulitan sering kali menjadi tantangan tersendiri. Namun, dengan pendekatan yang tepat dan pemanfaatan teknologi, Pertamina Patra Niaga mampu memberikan dukungan yang diperlukan untuk meringankan beban masyarakat terdampak bencana.
Langkah cepat yang diambil Pertamina Patra Niaga menunjukkan dedikasi mereka dalam menghadapi situasi darurat. Dengan perlengkapan seperti pesawat Air Tractor, aksesibilitas ke wilayah-wilayah terpencil dapat ditingkatkan meskipun cuaca mungkin menjadi kendala.
Inisiatif Distribusi BBM Menggunakan Pesawat Air Tractor
Penggunaan pesawat Air Tractor untuk distribusi BBM adalah solusi inovatif dalam menghadapi tantangan geografis. Dengan cara ini, Pertamina Patra Niaga dapat menjangkau daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Inisiatif ini dimulai pada 13 Desember 2025 dan terus dilakukan setiap hari selama kondisi cuaca memungkinkan.
Berdasarkan penjelasan dari Area Manager Pertamina Patra Niaga, distribusi dilakukan secara bertahap, yang menyesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat. Hal ini memastikan pasokan tidak hanya tepat waktu, tetapi juga cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional penanganan bencana.
Keputusan untuk menggunakan metode distribusi ini menunjukkan responsifnya Pertamina terhadap tantangan yang ada. Dengan memanfaatkan teknologi penerbangan, mereka dapat meningkatkan efisiensi pengiriman dan mempercepat proses pemulihan. Ini sangat penting dalam situasi kritis di mana waktu adalah hal yang vital.
Penyampaian BBM ke SPBU Setempat
Sebelum melanjutkan ke titik distribusi yang lebih luas, Pertamina juga mulai menjangkau SPBU setempat. Seiring dengan membaiknya akses distribusi, mereka berhasil melakukan penyaluran BBM ke beberapa SPBU di wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah. Ini adalah langkah signifikan dalam mendukung pemulihan infrastruktur energi lokal.
Pada 16 dan 18 Desember, jumlah BBM yang disalurkan menunjukkan komitmen untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat, yang sebelumnya lebih banyak difokuskan pada operasi penanganan bencana. Penyaluran ini memastikan bahwa tidak hanya kebutuhan darurat yang terpenuhi, tetapi juga kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Setiap liter BBM yang disalurkan adalah kontribusi nyata bagi masyarakat terdampak. Hal ini menciptakan harapan dan memberikan dukungan bagi mereka yang membutuhkan, terutama di saat-saat sulit. Kombinasi dari kegiatan darurat dan pemenuhan kebutuhan dasar ini memperlihatkan komitmen jangka panjang dari pihak Pertamina.
Jumlah BBM yang Telah Disalurkan ke Wilayah Terdampak
Hingga hari ini, total 29.500 liter BBM telah dialokasikan untuk wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah. Ini terdiri dari berbagai jenis bahan bakar yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyakat. Rincian penyaluran menunjukkan adanya distribusi yang direncanakan dan terarah.
Dari total tersebut, sebagian besar digunakan untuk mendukung kegiatan penanganan bencana, seperti operasional alat berat. Ini menunjukkan bahwa distribusi BBM tidak hanya berfokus pada kebutuhan masyarakat sehari-hari, tetapi juga memberikan kontribusi dalam upaya mitigasi bencana.
Distribusi yang terencana ini membantu mempercepat pemulihan infrastruktur yang terganggu akibat bencana. Selain itu, dengan cara ini, Pertamina Patra Niaga menunjukkan peka terhadap keadaan sekitar dan memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
















