Pertandingan seru antara Liverpool dan Newcastle terjadi pada pekan ke-24 Liga Inggris, yang berlangsung di Anfield. Liverpool berhasil bangkit dari ketertinggalan dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan telak 4-1, menciptakan momentum positif di awal tahun 2026.
Newcastle tampil cukup mengesankan, meski mereka sempat tertinggal. Gol pembuka dari Anthony Gordon sempat membuat tuan rumah tertekan, namun Liverpool menunjukkan ketangguhan dan kualitas mereka.
Kemenangan ini memberikan harapan baru bagi Liverpool untuk meraih posisi yang lebih baik di klasemen Liga Inggris. Dengan hasil ini, Liverpool kini mengumpulkan 39 poin dan berada di peringkat lima, sedangkan Newcastle tertahan di peringkat sepuluh dengan 33 poin.
Analisis Jalannya Pertandingan Liverpool vs Newcastle
Sejak awal pertandingan, duel ini berlangsung dengan tempo yang cukup cepat. Newcastle mulai berani melakukan tekanan, dan hal ini membuat lini belakang Liverpool kewalahan dalam beberapa momen. Gol pertama yang diciptakan oleh Anthony Gordon menunjukkan ketajaman serangan tim tamu.
Dengan memanfaatkan situasi serangan balik dan kebingungan di dalam kotak penalti, Gordon berhasil mengecoh bek Liverpool. Gol tersebut sontak menjadikan publik Anfield terdiam, namun Liverpool tidak menyerah untuk segera merespons.
Tak lama setelah gol tersebut, tepatnya pada menit 41, Liverpool berhasil menyamakan kedudukan. Hugo Ekitike menyelesaikan kemelut yang terjadi di dalam kotak penalti dengan tendangan yang menembus jaring gawang Newcastle. Gol ini menjadi momentum kebangkitan bagi Liverpool.
Puncak Pertandingan di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Liverpool tampil lebih dominan. Tim besutan Arne Slot secara konsisten menggempur pertahanan Newcastle. Keberhasilan Florian Wirtz mencetak gol ketiga untuk Liverpool pada menit ke-67 menambah keyakinan tim untuk meraih kemenangan.
Gol tersebut lahir dari kerjasama yang rapi antara Wirtz dan Mohamed Salah. Kecerdasan Wirtz dalam membaca permainan menjadi kunci keberhasilan Liverpool untuk menambah keunggulan mereka. Keunggulan 3-1 semakin memudahkan Liverpool dalam mengendalikan permainan.
Walau Newcastle berusaha untuk bangkit, mereka kesulitan menciptakan peluang berarti. Permainan Liverpool yang kompak dan solid membuat Newcastle kesulitan menembus pertahanan mereka. Kesalahan kiper Nick Pope memperburuk keadaan bagi tim tamu.
Klimaks di Akhir Pertandingan
Di masa injury time, momentum pertandingan ditutup oleh gol Ibrahima Konate yang mencetak gol keempat bagi Liverpool. Kesalahan dalam penguasaan bola saat melakukan sepak pojok menjadi awal petaka bagi Newcastle. Gol ini memastikan kemenangan Liverpool dengan skor 4-1, menutup laga dengan cara yang impresif.
Dalam laga ini, Liverpool menunjukkan kebangkitan yang signifikan pasca tertinggal. Tim ini tidak hanya bangkit dari ketinggalan, tetapi juga menunjukkan ketahanan mental dan taktik yang solid dalam menghadapi tekanan. Para pemain tampil maksimal, terutama Ekitike yang menyumbang dua gol dalam pertandingan ini.
Keberhasilan ini semakin menambah motivasi bagi Liverpool untuk menatap pertandingan selanjutnya di liga. Sementara itu, Newcastle perlu melakukan evaluasi cepat untuk memperbaiki kekurangan dan menangani situasi yang membuat mereka kalah di laga ini.
Susunan Pemain Pertandingan Liverpool vs Newcastle
Liverpool mengatur formasi 4-2-3-1 dengan Alisson Becker sebagai kiper. Skuad ini juga diperkuat oleh Milos Kerkez, Virgil Van Dijk, Ibrahima Konate, dan Dominik Szoboszlai di lini belakang. Di lini tengah, Ryan Gravenberch dan Alexis Mac Allister tampil sebagai penyokong untuk para penyerang.
Di sektor serang, Cody Gakpo, Florian Wirtz, dan Mohamed Salah menjadi tumpuan. Hugo Ekitike berperan sebagai ujung tombak, yang terbukti efektif dengan performa gemilangnya. Pelatih Arne Slot sukses menyusun strategi yang menguntungkan timnya dalam pertandingan ini.
Dari pihak Newcastle, tim mengusung formasi 4-3-3 yang diisi oleh Nick Pope, Lewis Hall, Dan Burn, Malick Thiaw, dan Kieran Trippier. Di lini tengah terdapat Jacob Ramsey, Sandro Tonali, dan Joe Willock, sementara Harvey Barnes, Anthony Gordon, dan Anthony Elanga menghuni sektor penyerangan. Pelatih Eddie Howe tentu perlu memikirkan langkah selanjutnya agar timnya dapat tampil lebih solid di laga mendatang.














