Senyawa yang terdapat dalam teh hijau, seperti L-theanine dan epigallocatechin gallate (EGCG), dikenal memiliki efek neuroprotektif yang signifikan. Penelitian menunjukkan bahwa senyawa ini dapat memperlambat penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.
Konsumsi teh hijau secara rutin juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit neurodegeneratif, termasuk Parkinson. Hal ini membuka kemungkinan baru untuk penggunaan teh hijau dalam mencegah kondisi kesehatan yang parah di masa depan.
Menurut banyak ahli, teh hijau tanpa kafein ataupun jenis biasa memiliki potensi kesehatan yang baik. Namun, pemilihan jenis ini juga memerlukan perhatian khusus agar manfaatnya dapat maksimal.
Mengenal Teh Hijau: Manfaat dan Komposisi Senyawa
Teh hijau mengandung sejumlah senyawa bermanfaat yang berkontribusi pada kesehatan tubuh. Sebagai contoh, L-theanine berfungsi untuk merelaksasi pikiran dan meningkatkan fokus tanpa menyebabkan rasa kantuk.
Di samping itu, EGCG dikenal sebagai antioksidan yang kuat. Senyawa ini berperan dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Kandungan polifenol dalam teh hijau sangat tinggi jika dibandingkan dengan jenis teh lainnya. Polifenol yang bermanfaat ini dapat mencapai puluhan hingga ratusan miligram dalam setiap 100 ml teh hijau.
Perbedaan Antara Teh Hijau Biasa dan Teh Hijau Tanpa Kafein
Saat membandingkan teh hijau biasa dan teh hijau tanpa kafein, perbedaan signifikan terletak pada metode pembuatannya. Proses pembuatan teh hijau tanpa kafein biasanya melibatkan penggunaan air panas untuk menghilangkan sebagian besar kafein.
Faktor seperti suhu dan waktu penyeduhan juga berpengaruh besar terhadap senyawa yang dihasilkan. Dengan pengaturan yang tepat, teh hijau tanpa kafein dapat mempertahankan banyak manfaat kesehatan yang sama dengan teh hijau biasa.
Meski kafein dianggap mengganggu bagi sebagian orang, nilai gizi dalam teh hijau tanpa kafein tetap sangat tinggi. Ini menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang sensitif terhadap kafein tetapi tetap ingin menikmati teh hijau.
Panduan Konsumsi Teh Hijau untuk Kesehatan Optimal
Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan supaya orang dewasa tidak mengonsumsi lebih dari 400 miligram kafein setiap harinya. Mengingat satu cangkir teh hijau berukuran 8 ons mengandung sekitar 29 miligram kafein, konsumsi teh hijau harus diperhatikan agar tetap dalam batas aman.
Jika dibandingkan dengan teh hitam yang memiliki sekitar 48 miligram kafein per cangkir, teh hijau dapat menjadi pilihan lebih baik bagi yang ingin mengurangi asupan kafein. Pengetahuan akan jumlah kafein dalam berbagai jenis teh adalah kunci agar konsumsi tetap seimbang.
Secara keseluruhan, mengintegrasikan teh hijau ke dalam pola makan sehari-hari bisa menjadi langkah positif. Namun, saran untuk tidak berlebihan tetap harus diingat demi menjaga kesehatan yang optimal.
















