Dalam upaya mendukung fasilitas kesehatan di daerah yang terdampak bencana, kolaborasi antara alumni institusi pendidikan menjadi sangat penting. Sebuah inisiatif yang diambil oleh Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNIFKUI) bersama dengan Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia (ILUNI FTUI) dan ParagonCorp telah menunjukkan dampak signifikan dalam memulihkan layanan kesehatan khususnya pasca-bencana.
Salah satu bentuk kontribusi nyata adalah donasi satu unit genset kepada RSUD Langsa, Aceh, yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang. Donasi ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan layanan kesehatan dan memastikan penyediaan listrik untuk berbagai kegiatan medis yang krusial.
Ketua Umum ILUNI FKUI, dr. Wawan Mulyawan, menekankan bahwa kontribusi ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial alumni dalam membantu masyarakat yang terpinggirkan oleh bencana. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini mencerminkan kepekaan alumni terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat.
Dampak Sosial dari Donasi Genset untuk RSUD Langsa
Bantuan genset ini diharapkan dapat memberikan dukungan penting bagi rumah sakit dalam pemulihan layanan kesehatan. Dalam situasi darurat, aliran listrik menjadi sumber daya yang sangat vital, terutama untuk unit-unit seperti kegawatdaruratan dan perawatan intensif.
Wawan menjelaskan bahwa kebutuhan listrik yang stabil sangat mendesak untuk mendukung berbagai layanan medis esensial. Ini termasuk tindakan operatif yang memerlukan perlengkapan listrik, yang seringkali tidak dapat diabaikan dalam situasi kritis.
Stabilitas operasional rumah sakit pasca-banjir sangat bergantung pada infrastruktur listrik yang memadai. Dengan adanya genset, rumah sakit dapat melanjutkan operasionalnya secara optimal, meskipun dalam kondisi yang berat.
Revitalisasi Layanan Kesehatan di RSUD Langsa dan RSUD Tamiang
ILUNIFKUI tidak hanya berhenti pada bantuan genset, tetapi juga sedang mengupayakan revitalisasi layanan kesehatan di RSUD Langsa dan RSUD Tamiang. Proyek ini dijalankan bersama dengan Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI).
Dalam program revitalisasi ini, ILUNIFKUI berfokus pada peningkatan layanan medis yang terganggu akibat bencana. Upaya ini mencakup perbaikan fasilitas dan penyediaan alat-alat kesehatan yang diperlukan.
Keseluruhan inisiatif ini mencerminkan kerja sama lintas disiplin yang mengedepankan kepentingan masyarakat. Penguatan infrastruktur kesehatan di daerah bencana menjadi fokus utama dari kolaborasi ini.
Pentingnya Koordinasi Antar Alumni dalam Penanggulangan Bencana
Keterlibatan alumni dari berbagai disiplin ilmu menunjukkan sisi positif dari kolaborasi dalam penanggulangan bencana. Alumni teknik, seperti yang dinyatakan oleh Ketua Umum ILUNI FTUI, Farrizky Putra Astrawinata, memiliki peran krusial dalam memastikan kesiapan infrastruktur kesehatan.
Farrizky menekankan bahwa alumni teknik yang terampil dapat memberikan solusi terhadap tantangan yang dihadapi dalam penanganan fasilitas kesehatan. Dengan keahlian mereka, alumni dapat menciptakan sistem yang lebih tahan terhadap bencana di masa depan.
Melalui koordinasi yang baik, alumni dapat berbagi sumber daya, pengetahuan, dan pengalaman untuk memperkuat sistem kesehatan di daerah terdampak. Kolaborasi ini tidak hanya menguntungkan di saat darurat, tetapi juga untuk pembangunan berkelanjutan.














