Putu mayang adalah salah satu jenis kue tradisional Indonesia yang terkenal dengan bentuknya yang unik dan tampilannya yang menggugah selera. Kue ini memiliki keistimewaan tersendiri, baik dalam rasa maupun penyajian, sehingga sering dijumpai di berbagai acara atau pasar tradisional.
Putu mayang terbuat dari bahan dasar tepung beras yang dipadukan dengan air dan pewarna alami. Proses pembuatannya cukup sederhana, tetapi memerlukan keterampilan agar menghasilkan tekstur yang kenyal dan lembut.
Asal Usul dan Sejarah Putu Mayang di Indonesia
Putu mayang memiliki sejarah yang panjang dalam budaya kuliner Indonesia. Kue ini diperkirakan berasal dari zaman penjajahan, ketika berbagai resep kue tradisional mulai menyebar di kepulauan nusantara.
Walaupun banyak daerah yang memiliki versi putu mayang masing-masing, kue ini umumnya disukai di seluruh wilayah. Warna-warna yang menarik pada putu mayang membuatnya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Seiring berjalannya waktu, putu mayang tidak hanya menjadi makanan tradisional tetapi juga telah mengalami variasi. Saat ini, banyak inovasi dalam penyajian maupun bahan yang digunakan untuk membuatnya lebih menarik.
Proses Pembuatan Putu Mayang yang Menyertainya Kenikmatan
Pembuatan putu mayang dimulai dengan mencampurkan tepung beras dan air, lalu dibentuk menjadi spiral. Setelah itu, adonan dimasukkan ke dalam cetakan dan dikukus hingga matang.
Waktu pengukusan sangat penting, idealnya antara 5 hingga 10 menit, untuk mendapatkan tekstur yang tepat. Kue ini biasanya disajikan dengan kuah gula merah dan santan yang menambah kelezatan cita rasanya.
Selain itu, penggunaan pewarna alami dari daun pandan atau buah-buahan membuat warna putu mayang lebih menarik. Seiring dengan perkembangan zaman, berbagai variasi rasa seperti cokelat atau durian juga mulai banyak ditemukan.
Keberagaman Dalam Penyajian Putu Mayang yang Membuatnya Spesial
Penyajian putu mayang seringkali disertai dengan kelapa parut, memberikan rasa gurih yang seimbang dengan manisnya kuah gula merah. Ini menjadikan setiap suapan terasa lebih kaya rasa.
Di beberapa daerah, putu mayang disajikan dalam porsi kecil sebagai camilan di sore hari. Masyarakat sering menikmatinya sambil bersantai dengan keluarga atau sebagai teman ngopi.
Beberapa penjual juga menambahkan topping lain seperti kacang hijau rebus yang memberikan variasi rasa. Dengan demikian, putu mayang tidak hanya sekedar makanan, tetapi juga pengalaman gastronomi yang menyenangkan.














