PDI Perjuangan DKI Jakarta baru saja menyelenggarakan konferensi daerah dan cabang yang menciptakan kepengurusan baru untuk periode 2025–2030. Acara tersebut berlangsung di Kantor DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta pada tanggal 21 Desember 2025 dan merupakan langkah penting dalam memperkuat organisasi.
Konferensi ini dipimpin oleh Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Dihadiri pula oleh sejumlah pengurus pusat dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, yang turut menjadi saksi proses peneguhan kepengurusan baru.
Pengangkatan pengurus baru ditandai dengan penetapan 25 pengurus DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, di mana setidaknya 30 persen di antaranya adalah perempuan dan termasuk kader-kader muda. Ady Widjaja dipilih sebagai Ketua, Pantas Nainggolan sebagai Sekretaris, dan Widoyati sebagai Bendahara.
Menyusun Kepengurusan PDI Perjuangan di Setiap Cabang DKI Jakarta
Pada saat bersamaan, Konferensi Cabang juga dilaksanakan untuk menetapkan kepengurusan di tingkat DPC. DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur ditugaskan kepada Dwi Rio Sambodo sebagai Ketua, Lukman Hakim sebagai Sekretaris, dan Junjunan Sinaga sebagai Bendahara.
Di DPC Jakarta Selatan, Panji Virgianto ditunjuk sebagai Ketua, Simon Sitorus sebagai Sekretaris, dan Regina Vianney sebagai Bendahara. Setiap kepengurusan memiliki tugas penting dalam menjalankan visi dan misi partai di masing-masing wilayahnya.
Sementara itu, DPC Kepulauan Seribu memilih Rahma Bedah Wijaya sebagai Ketua, Sya’ban AS sebagai Sekretaris, dan Heri Gunawan sebagai Bendahara. Struktur ini diharapkan dapat mendukung agenda partai dengan baik di seluruh Jakarta.
Harapan untuk Penguatan Posisi Politik PDI Perjuangan
Pantas Nainggolan, yang menjabat sebagai Panitia Konferda, mengungkapkan harapannya terhadap hasil konferensi ini. Ia berharap segenap pengurus baru bisa memperkuat posisi politik PDI Perjuangan di DKI Jakarta dengan cara yang efektif. Dengan terwujudnya kepengurusan yang solid, diharapkan mimpi besar partai untuk kembali berjaya dapat tercapai.
“Kami ingin Konferda ini menjadi momentum untuk mengembalikan kejayaan PDI Perjuangan di DKI Jakarta,” tambahnya. Dia ingin partai dapat memenangi pemilihan umum, termasuk memperoleh lebih banyak kursi di DPRD DKI.
Dalam rangka memperkuat posisi tersebut, penting bagi seluruh pengurus untuk bersinergi dan memanfaatkan potensi yang ada di setiap cabang. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi semua kader untuk menunjukkan komitmen dan dedikasinya.
Upaya PDI Perjuangan dalam Merayakan Sejarah dan Tradisi Partai
Selain menggelar konferensi, PDI Perjuangan juga memperingati peristiwa bersejarah seperti kerusuhan 27 Juli (Kudatuli) yang terjadi 29 tahun lalu. Memperingati peristiwa tersebut menunjukkan kedalaman refleksi partai terhadap sejarahnya sendiri dan tantangan yang pernah dihadapi.
Kader dan simpatisan PDI Perjuangan berkumpul melakukan doa bersama dan tabur bunga untuk mengenang peristiwa tersebut. Ini adalah bentuk penghormatan dan pengingat bagi semua kader tentang perjalanan panjang partai dalam menghadapi berbagai tantangan.
Melalui aktivitas peringatan ini, PDI Perjuangan ingin menegaskan akan pentingnya nilai-nilai perjuangan yang telah ditanamkan oleh para pendiri. Pola pikir ini seharusnya menjadi bagian integral dari setiap langkah yang diambil menuju masa depan.
















