Setelah melakukan peninjauan di lokasi longsor, Gibran melanjutkan kunjungan ke posko pengungsian di Balai Desa Pasirlangu. Ia ingin memastikan bahwa penanganan darurat berjalan optimal dan memberikan dukungan langsung kepada para pengungsi yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Gibran menyampaikan kepeduliannya yang mendalam atas musibah yang terjadi. Ia mengungkapkan bahwa tim telah dikerahkan ke lapangan untuk melakukan upaya pencarian korban yang mungkin masih terjebak di reruntuhan.
Gibran juga menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap kelompok rentan di dalam posko pengungsian. Hal ini termasuk anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas yang membutuhkan perlakuan lebih pada situasi seperti ini.
Dalam pernyataannya, Gibran menyampaikan, “Saya titip warga yang ada di pengungsian ini, terutama anak-anak dan ibu hamil agar benar-benar diprioritaskan.” Ia memastikan bahwa kebutuhan mendasar seperti makanan dan obat-obatan harus tersedia dengan cukup untuk mereka.
Tak hanya itu, ia juga menginstruksikan agar pemerintah daerah mengambil langkah cepat dan tepat dalam memberikan bantuan. Hal ini termasuk memperhatikan rumah-rumah yang rusak akibat longsor serta merencanakan relokasi bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Mengutamakan Kesejahteraan Pengungsi di Tengah Krisis
Dalam situasi darurat seperti ini, kesehatan dan kesejahteraan pengungsi menjadi prioritas utama. Gibran menekankan bahwa tim kesehatan harus siap selama 24 jam penuh untuk memberikan layanan medis bagi yang membutuhkan. Ini sangat penting agar tidak ada pengungsi yang terabaikan dalam hal perawatan kesehatan.
Dia mencatat bahwa penting untuk memastikan makanan tersedia tiga kali sehari. Gibran juga menyampaikan bahwa semua jenis obat-obatan harus ada di tangan petugas kesehatan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi dalam kondisi darurat ini.
“Pastikan bahwa kebutuhan dasar para pengungsi, terutama yang rentan, benar-benar diperhatikan,” ucap Gibran. Hal ini mencerminkan rasa tanggung jawab yang tinggi di tengah situasi yang penuh tantangan.
Tidak hanya itu, Gibran juga mengingatkan agar semua bentuk komunikasi dengan warga terdampak dilakukan dengan baik. Informasi yang jelas dan transparan mengenai bantuan yang akan diberikan sangat penting untuk membangun kepercayaan dan mengurangi kepanikan di kalangan pengungsi.
Rencana Perbaikan dan Relokasi yang Efisien
Gibran menyatakan bahwa rumah-rumah yang rusak akan segera diperbaiki. Ia menambahkan bahwa jika penanganan yang lebih besar diperlukan, seperti relokasi, hal itu juga mesti dilakukan secara sistematis dan tidak terlalu jauh dari lokasi asal. Pendekatan ini penting agar warga tetap bisa mengakses sumber mata pencaharian mereka.
“Diperlukan sosialisasi yang baik agar relokasi ini bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya. Sosialisasi yang tepat tidak hanya akan membantu masyarakat memahami proses, tetapi juga mengajak mereka berpartisipasi dalam rencana tersebut.
Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya fokus pada permutasi fisik, tetapi juga pada aspek psikologis dan sosial warga selama masa transisi ini. Hal ini penting untuk meminimalisir dampak yang lebih luas dari bencana yang terjadi.
Sebagai seorang pemimpin, Gibran ingin memastikan bahwa pengungsi merasa diperhatikan. Dengan memberikan jaminan akan bantuan dan perbaikan rumah, diharapkan masyarakat akan merasa lebih tenang dan mampu menghadapi situasi yang sulit ini.
Pendekatan Holistik dalam Penanganan Bencana
Pada akhirnya, pendekatan holistik sangat diperlukan dalam penanganan bencana. Gibran menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai instansi pemerintah, masyarakat, dan lembaga swasta untuk efektivitas yang lebih maksimal dalam memberikan bantuan. Kerjasama ini perlu terus dipupuk agar segala rencana yang ada dapat terlaksana dengan baik.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri, semua harus bersatu untuk membantu masyarakat,” katanya. Ini mengindikasikan bahwa penyelesaian masalah yang kompleks tidak mungkin dilakukan tanpa adanya sinergi antara semua pihak terlibat.
Gibran juga berharap agar masyarakat tetap optimis meskipun kondisi sulit melanda. Harapan dan semangat untuk bangkit kembali menjadi kunci dalam menghadapi pascabencana, di mana semua warga diajak untuk saling mendukung satu sama lain.
Adanya jaringan komunikasi yang baik akan mempermudah semua elemen masyarakat untuk tetap terhubung dalam menangani persoalan yang ada. Gibran menutup kunjungannya dengan tekad untuk terus memantau perkembangan dan memastikan semua langkah yang diambil menuju pemulihan berjalan sesuai harapan.














