Pencarian properti di Indonesia menunjukkan pola yang menarik dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data terbaru, perempuan telah mengambil alih peran dominan dalam menentukan pilihan hunian, menandakan adanya perubahan signifikan dalam dinamika keluarga. Mereka tidak hanya menjadi pengambil keputusan dalam hal harga dan lokasi, tetapi juga mempertimbangkan aspek kualitas hidup jangka panjang.
Penelitian ini menggarisbawahi peran ibu sebagai “Chief Housing Officer” dalam keluarga, yang lebih berfokus pada kenyamanan dan keamanan hunian. Hal ini mencerminkan cara pandang baru tentang rumah sebagai ruang hidup, bukan sekadar aset investasi atau angka.
Dari hasil survei yang dilakukan, jelas bahwa pencarian properti telah beralih ke kriteria yang lebih manusiawi dan terkoneksi dengan kehidupan sehari-hari. Para ibu menjadi lebih aktif dalam menyaring dan menilai hunian, memastikan bahwa semua kebutuhan keluarga terpenuhi dengan baik.
Faktor Keamanan dan Akses Pendidikan Dalam Memilih Hunian
Salah satu faktor utama yang diperhatikan dalam pencarian properti adalah keamanan lingkungan. Dalam tahun terakhir, pencarian dengan kata kunci “keamanan lingkungan” melonjak pesat, dengan lebih dari 360 ribu pencarian terekam. Ini menunjukkan betapa pentingnya aspek ini bagi keluarga modern di Indonesia.
Selain itu, akses ke sekolah juga sangat diutamakan oleh calon pembeli. Pencarian dengan kata kunci “dekat sekolah” mengalami kenaikan signifikan sebesar 34,6% secara tahunan, menunjukkan bahwa pendidikan menjadi prioritas yang tak bisa diabaikan. Ini menandakan bahwa orang tua kini lebih cerdas dalam mempertimbangkan lokasi hunian.
Lebih jauh lagi, pencarian terhadap fasilitas kesehatan dan kenyamanan lingkungan juga mencapai angka yang tinggi. Keluarga kini mencari lingkungan yang bukan hanya aman, tetapi juga mendukung kualitas hidup secara keseluruhan. Kesadaran akan pentingnya lingkungan yang mendukung kesehatan mental dan fisik semakin meningkat.
Pergeseran Perilaku Perempuan Dalam Mencari Properti
Transformasi digital telah memberikan dampak besar terhadap cara orang mencari dan memilih properti. Sebuah studi menunjukkan bahwa 52,4% pencarian properti dilakukan oleh perempuan, menandakan perubahan perilaku yang signifikan. Ini mencerminkan ketertarikan dan keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan hunian.
Keterlibatan aktif perempuan dalam pencarian ini menunjukkan bahwa mereka lebih memperhatikan berbagai faktor, mulai dari keamanan hingga aksesibilitas fasilitas publik. Hal ini menjadikan perempuan memiliki suara yang lebih besar dalam menentukan pilihan hunian bagi keluarga.
Di sisi lain, tipe properti yang paling banyak dicari adalah rumah tapak, yang mencapai 60,3% dari total pencarian. Permintaan terhadap rumah dijual dan rumah sewa juga cukup seimbang, dengan angka yang hampir sama. Kondisi ini mencerminkan fleksibilitas keluarga dalam memilih hunian sesuai kebutuhan.
Penilaian Keluarga Terhadap Kualitas Hidup Sebagai Faktor Utama
Kunci utama dalam memilih hunian terkini adalah penilaian terhadap kualitas hidup. Keluarga kini mempersepsikan rumah sebagai tempat di mana mereka dapat tumbuh dan berkembang. Ini lebih dari sekadar sebuah investasi, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang bermakna.
Menurut seorang ahli penelitian, ketika memilih hunian, perempuan cenderung memperhatikan kesejahteraan seluruh anggota keluarga. Aspek keamanan, akses pendidikan, dan kenyamanan sehari-hari menjadi pertimbangan utama dalam membuat keputusan akhir.
Pergeseran ini menggambarkan bahwa pasar properti Indonesia sedang bertransformasi menuju arah yang lebih manusiawi. Dengan ibu sebagai pusat keputusan, cara pandang terhadap rumah dan hunian pun mengalami perkembangan yang signifikan.
Dalam konteks ini, penting bagi para pengembang untuk memahami bahwa hunian yang berkualitas bukan hanya dilihat dari segi materi. Mereka perlu menawarkan solusi yang memadai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan keluarga modern.
















