Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) baru-baru ini memperoleh pengakuan atas kinerjanya dalam menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ini merupakan langkah penting untuk memastikan akses perumahan yang layak bagi seluruh warga negara, terutama di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan.
Tindakan ini diacu pada acara akad massal yang berlangsung di Kota Serang, di mana ratusan akad KPR Sejahtera FLPP dilakukan secara langsung dan online. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Presiden dan menteri-menteri terkait, yang menunjukkan dukungan kuat terhadap inisiatif ini.
Melalui program ini, pemerintah berusaha meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan memberikan kemudahan akses terhadap pembiayaan perumahan. Hal ini dikenal sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dan lebih stabil bagi warganya.
Perayaan Akad Massal yang Bersejarah di Serang
Acara akad massal di Kota Serang menjadi momen spesial yang menandai prestasi besar dalam penyaluran FLPP. Dalam acara tersebut, sekitar 50.030 akad KPR Sejahtera FLPP dilakukan, yang merupakan salah satu angka tertinggi dalam sejarah program ini. Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat untuk memiliki rumah sendiri.
Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menekankan pentingnya dukungan tim untuk mendorong hasil yang maksimal. Ia mengapresiasi kinerja BP Tapera dalam memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat, yang merupakan langkah strategis dalam memperbaiki kondisi sosial-ekonomi di berbagai daerah.
Lebih dari sekadar acara formal, akad massal ini menciptakan kesempatan bagi masyarakat untuk berinteraksi dan mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai program perumahan yang ditawarkan. Pendekatan hybrid yang digunakan memungkinkan lebih banyak orang untuk berpartisipasi, menjangkau daerah yang lebih terpencil.
Data Menarik tentang Penyaluran FLPP dan Dampaknya
Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh BP Tapera, angka penyaluran FLPP per tanggal 19 Desember 2025 menunjukkan bahwa 263.017 unit rumah telah didanai dengan total nilai mencapai Rp32,67 triliun. Ini adalah perkembangan signifikan yang menggambarkan konsistensi dan dedikasi BP Tapera untuk memenuhi kebutuhan MBR.
Data tersebut juga menunjukkan bahwa banyak pengembang perumahan yang terlibat, dengan kolaborasi dari 39 bank penyalur dan dukungan dari ribuan pengembang. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, menandakan kepercayaan masyarakat terhadap program KPR subsidi.
Pencapaian tersebut menjadikan tahun 2025 sebagai salah satu yang paling produktif dalam sejarah FLPP. Tren yang positif ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan rumah tetapi juga mendukung keberlanjutan program ini sebagai solusi nyata untuk mengatasi masalah perumahan di Indonesia.
Target Ambisius untuk Masa Depan Penyaluran FLPP
Menatap tahun 2026, BP Tapera telah menetapkan target penyaluran dana FLPP sebanyak 285 ribu unit rumah. Angka ini menggambarkan ambisi tinggi untuk terus meningkatkan akses terhadap perumahan bagi masyarakat yang membutuhkan. Dana yang dibutuhkan mencapai Rp37,1 triliun, yang mencakup anggaran dari berbagai sumber.
Komisioner BP Tapera mengungkapkan bahwa strategi yang digunakan akan melibatkan sinergi lintas sektor, yang mana akan melibatkan lebih banyak partisipasi dari berbagai pihak. Hal ini diharapkan dapat membentuk ekosistem perumahan yang lebih kuat untuk masa depan.
Dengan pencadangan pembiayaan investasi yang dianggarkan, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk memenuhi potensi tambahan penyaluran FLPP, bahkan hingga 350.000 unit di tahun depan. Upaya ini diharapkan mampu menjawab tantangan kebutuhan perumahan di Indonesia yang kian mendesak.
















