Makassar menunjukkan kinerja yang mengesankan di tengah perlambatan pasar properti nasional. Pada bulan Desember 2025, harga rumah di kota ini mencatatkan peningkatan sebesar 1,7% dalam sebulan, menjadikannya salah satu kota dengan pertumbuhan harga paling tinggi di Indonesia, melampaui rata-rata nasional yang hanya tumbuh 0,2%.
Data ini diperoleh dari laporan terbaru yang memantau dinamika harga dan penawaran rumah di pasar sekunder. Hasil tersebut mencerminkan kemampuan Makassar untuk menghadapi tantangan yang ada dan tetap menarik bagi para pembeli serta investor.
Kinerja kota ini tidak hanya terfokus pada segmen rumah tertentu, tetapi menunjukkan pertumbuhan di berbagai kategori. Hal ini menjadikan Makassar sebagai salah satu dari sedikit kota yang dapat mempertahankan momentum pertumbuhan harga di tengah kondisi pasar yang kurang baik.
Makassar Tampil Unggul di Pasar Properti
Pada akhir tahun 2025, pasar rumah di Indonesia secara keseluruhan hanya mengalami kenaikan harga sebesar 0,2% per bulan dan 0,7% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Angka-angka ini menunjukkan bahwa keseimbangan antara penawaran dan permintaan di beberapa kota besar masih dalam fase konsolidasi.
Namun, hal ini tidak berlaku bagi Makassar. Kota ini berhasil mencatatkan kenaikan harga bulanan hingga 1,7%, sekaligus harga tahunan yang mencapai 2,2%. Pencapaian ini menjadikannya sebagai salah satu kota yang paling menjanjikan di luar Pulau Jawa, mempertegas perannya sebagai motor penggerak pertumbuhan properti di Indonesia Timur.
Kondisi ini menciptakan pandangan positif tentang masa depan pasar properti di Makassar. Ketika banyak daerah lain berjuang untuk menarik pembeli, Makassar mampu menunjukkan ketahanan yang luar biasa.
Keberagaman Segmen Rumah di Makassar
Selain pertumbuhan harga, Makassar juga unggul dalam variasi segmen properti. Berdasarkan data yang ada, rumah kecil, dengan luas hingga 60 m², mencatatkan median harga sekitar Rp 675 juta, dengan kenaikan tahunan mencapai 12,9%. Ini adalah angka pertumbuhan tertinggi untuk segmen tersebut di tingkat nasional.
Di sisi lain, segmen rumah besar yang memiliki luas lebih dari 251 m² juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Median harga untuk rumah besar ini mencapai Rp 5 miliar dengan kenaikan sekitar 11,1% tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan adanya permintaan yang kuat tidak hanya dari segmen rumah kecil tetapi juga rumah dengan ukuran lebih besar.
Pola ini mencerminkan bahwa masyarakat Makassar memiliki daya beli yang beragam, serta kesediaan untuk berinvestasi dalam berbagai kategori properti. Dengan demikian, Makassar memperlihatkan potensi untuk menjadi pusat pemukiman yang komprehensif di kawasan Indonesia Timur.
Dampak Suplai dan Inflasi Terhadap Pasar Properti
Secara keseluruhan, pasar rumah sekunder di Indonesia menghadapi tantangan terkait suplai yang menurun secara signifikan, mencapai 9,1% dari tahun sebelumnya. Dalam konteks ini, inflasi yang tercatat sebesar 2,92% pada Desember 2025 juga menjadi faktor yang mempengaruhi daya beli masyarakat.
Namun, Makassar tetap menunjukkan kinerja yang stabil. Kota ini mampu mempertahankan pertumbuhan harga, bahkan di tengah penurunan suplai dan daya beli yang tertekan. Situasi ini menunjukkan bahwa tingkat permintaan di Makassar tetap optimal, baik dari pembeli rumah untuk ditinggali maupun investor lokal yang mencari peluang baru.
Performa yang baik ini dapat dijadikan sinyal bahwa pasar di Makassar memiliki ketahanan yang lebih baik dibandingkan dengan banyak kota besar lain di Indonesia. Hal ini mencerminkan kepercayaan masyarakat serta potensi yang terus bertumbuh dalam sektor properti.
Makassar: Pusat Pertumbuhan Properti Regional
Dengan posisinya sebagai pusat ekonomi dan perdagangan, Makassar memiliki keunggulan struktural yang tidak diragukan lagi. Berada di Sulawesi Selatan, kota ini menjadi magnet bagi migrasi penduduk serta pertumbuhan aktivitas ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Di laporan bulanan, Makassar terus muncul sebagai salah satu kota yang menunjukkan performa harga terbaik. Hal ini tidak hanya menjadikannya sebagai pusat pasar lokal, tetapi juga sebagai kota strategis dalam peta industri properti nasional.
Keberadaan berbagai sektor ekonomi yang berkembang pesat melengkapi daya tarik investasi di kota ini. Makassar bukan hanya menawarkan potensi pendapatan yang baik, tetapi juga kualitas hidup yang semakin meningkat bagi penduduknya.
Sinyal Positif Menuju 2026 untuk Makassar
Walaupun laporan ini tidak menyertakan prediksi eksplisit untuk tahun 2026, data yang tersedia pada akhir tahun 2025 memberikan indikasi yang cukup positif bagi pasar properti di Makassar. Ketika banyak kota terseok-seok karena perlambatan, Makassar menunjukkan performa yang relatif kukuh.
Peningkatan harga yang stabil menandakan bahwa pasar properti di Makassar masih dalam tahap aktif, tanpa gejala gelembung harga yang sering diantisipasi oleh para investor. Hal ini bisa menarik lebih banyak pelaku pasar untuk berinvestasi di sektor ini.
Bagi konsumen, kondisi ini memberikan peluang untuk mendapatkan hunian di tengah pasar yang sehat namun tidak terlalu berisiko. Untuk investor, Makassar tetap menjadi salah satu pilihan yang patut dicermati, terutama di tengah ketidakpastian yang melanda beberapa kota besar lainnya.
















