Baru-baru ini, program akselerator startup Grab Ventures Velocity (GVV) melaksanakan acara kelulusan untuk startup yang berpartisipasi di Jakarta. Pada acara yang memasuki batch ke-8 ini, GVV berhasil meluluskan lima startup terpilih dari lebih dari seratus pendaftar yang siap bersaing di industri teknologi.
Startup yang lolos semua bergerak dalam bidang teknologi hijau serta solusi keberlanjutan, yang tentunya sejalan dengan tema GVV tahun ini, yaitu “Driving Sustainable Future.” Ini menunjukkan komitmen program terhadap isu yang relevan bagi masa depan lingkungan dan keberlanjutan.
Rifana Mezaya, Direktur Digital Sustainability Grab Indonesia, menekankan bahwa ekosistem startup di Tanah Air memiliki potensi besar untuk mendorong inovasi teknologi. Hal ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia secara keseluruhan.
“Kami yakin bahwa ekosistem startup Indonesia memiliki potensi besar untuk menghadirkan inovasi, yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga mampu menyokong pertumbuhan ekonomi,” ungkap Rifana dalam sambutannya pada acara pembukaan kelulusan di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Rifana juga menjelaskan bahwa GVV telah beroperasi sejak 2018 sebagai bagian dari upaya membantu startup lokal untuk memperkuat bisnis mereka. Program ini menyediakan dukungan dalam bentuk pembinaan kepemimpinan, akses pendanaan, dan peluang kolaborasi dengan ekosistem Grab yang lebih luas.
Pada batch ke-8 ini, GVV menggandeng Superbank sebagai mitra perbankan digital. Selain itu, genesis Alternative Ventures turut ambil bagian sebagai mitra alternatif dalam hal pendanaan bagi startup yang berpartisipasi dalam program ini.
Startup Peserta Memperlihatkan Inovasi Teknologi Hijau
Salah satu startup peserta, Casion, mulai melihat adanya sinergi yang kuat dengan Grab. Mereka fokus pada solusi pengisian daya kendaraan listrik (e-charging) dan percaya bahwa kolaborasi ini akan menguntungkan kedua belah pihak.
CEO Casion, Kevin Pudjiadi, menjelaskan bahwa kerja sama ini berpotensi meningkatkan pengembangan armada kendaraan listrik Grab. “Kami tidak hanya bisa membantu dari sisi penyediaan charger, tetapi juga dalam menetapkan area strategis untuk ekspansi,” ujarnya.
Keberlanjutan dalam industri transportasi menjadi salah satu tujuan utama dari kerjasama ini. Melalui upaya mengintegrasikan solusi pengisian daya dengan armada kendaraan listrik yang ada, Casion menilai bisa mengoptimalkan operasional Grab.
Selain solusi pengisian daya, startup yang berpartisipasi dalam batch ini memiliki ide-ide inovatif lain yang sejalan dengan tema keberlanjutan. Kemampuan untuk menawarkan produk yang menjawab kebutuhan pasar pun menjadi poin penekanan bagi masing-masing startup yang tergabung.
Kolaborasi antara startup dan platform besar juga diakui penting untuk membangun ekosistem yang kuat. Melalui kerja sama ini, mereka bisa berbagi pengetahuan, sumber daya, dan membentuk jaringan yang saling menguntungkan.
Pelatihan dan Pendampingan untuk Mensukseskan Startup
Program GVV tidak hanya fokus pada pendanaan, tetapi juga pada pelatihan dan pendampingan intensif. Setiap startup berhak mendapatkan pelatihan untuk mengembangkan kapasitas manajemen dan strategi pasar.
Pelatihan ini bertujuan untuk membantu mereka memahami cara meraih pelanggan dan membuat produk yang relevan dengan kebutuhan yang ada. Dengan demikian, mereka bisa tetap bersaing di pasar yang semakin ketat.
Lebih lanjut, GVV juga memberikan kesempatan bagi para pendiri startup untuk berkolaborasi dalam proyek bersama. Ini memberi mereka pengalaman praktis yang sangat diperlukan untuk memahami dinamika industri.
Mentor yang berpengalaman di bidang masing-masing juga dilibatkan untuk membimbing para peserta. Jumlah sesi yang dilakukan pun cukup banyak, sehingga peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang berbagai aspek penting dalam menjalankan bisnis startup.
Dengan pelatihan yang tepat, GVV berharap semua peserta dapat memperkuat fondasi bisnis mereka dan menjadi lebih siap menghadapi tantangan di dunia startup yang terus berubah.
Tantangan yang Dihadapi Startup dalam Ekosistem Teknologi
Meskipun GVV memberikan berbagai fasilitas dan dukungan, startup masih menghadapi sejumlah tantangan dalam perjalanan mereka. Persaingan yang ketat di industri teknologi membuat mereka harus lebih inovatif untuk bertahan dan berkembang.
Selain itu, kurangnya akses kepada pendanaan yang sesuai juga menjadi kendala bagi banyak startup. Tanpa dukungan finansial yang memadai, inovasi yang mereka miliki seringkali terhambat.
Tantangan lain yang tak kalah penting adalah perubahan regulasi yang cepat. Startup harus mampu beradaptasi dengan kebijakan baru yang dapat mempengaruhi operasi mereka secara langsung.
Komunikasi yang efektif dalam memahami kebutuhan pasar juga menjadi tantangan. Banyak startup belum sepenuhnya memahami cara menjangkau dan menarik calon pelanggan secara efisien.
Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, penting bagi startup untuk membangun jaringan yang kuat. Kolaborasi dengan pihak lain dapat memberikan kesempatan untuk bertukar informasi dan pengalaman.
















