Polisi telah menemukan kerangka yang diduga milik seorang anak laki-laki berinisial Alvaro Kiano Nugroho, yang hilang selama delapan bulan di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Penemuan ini muncul setelah pihak kepolisian berhasil mengidentifikasi terduga pelaku yang diduga bertanggung jawab atas hilangnya anak tersebut.
Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, mengungkapkan bahwa pelaku adalah ayah tiri Alvaro. Penangkapan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat sebelumnya Alvaro dilaporkan hilang tanpa jejak dan pencarian telah dilakukan tanpa hasil yang jelas.
Setelah penangkapan pelaku, tim kepolisian berhasil menemukan kerangka yang diduga milik Alvaro. Pengujian DNA pun dilakukan untuk memastikan bahwa kerangka tersebut benar-benar merupakan bagian dari jasad Alvaro.
Proses Penemuan dan Investigasi Kasus Hilangnya Alvaro Kiano
Kasus hilangnya Alvaro mulai mencuat setelah keluarga melaporkan bahwa dia menghilang pada tanggal 6 Maret 2025. Sejak saat itu, pencarian intensif dilakukan oleh pihak kepolisian, meskipun banyak kendala yang dihadapi.
Salah satu kendala terbesar adalah hilangnya rekaman dari kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian, yang seharusnya dapat memberikan petunjuk tentang keberadaan Alvaro. Rekaman tersebut terhapus setiap hari, sehingga informasi yang dapat diperoleh sangat minim.
Di sisi lain, keluarga Alvaro juga mengalami kesulitan dalam memberikan informasi yang tepat mengenai waktu hilangnya. Kakek korban, Tugimin, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa Alvaro telah diculik oleh seseorang yang mengaku sebagai ayahnya, yang menambah kompleksitas kasus ini.
Kendala yang Dihadapi dalam Pencarian Alvaro Kiano
Polisi mengakui bahwa pencarian Alvaro tidaklah mudah. Sejumlah kesulitan, termasuk kurangnya bukti fisik dan keterbatasan informasi dari pihak keluarga, menjadi tantangan tersendiri dalam proses investigasi. Meskipun demikian, upaya untuk menemukan Alvaro terus dilakukan secara maksimal.
Pihak kepolisian juga mengandalkan informasi dari saksi-saksi di sekitar lokasi, serta pengaduan yang masuk melalui media sosial. Pendekatan ini merupakan bagian dari strategi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut yang mungkin dapat mengarahkan kepada keberadaan Alvaro.
Tak hanya itu, pihak kepolisian juga mengharapkan kerjasama masyarakat dalam membantu proses pencarian ini. Penggunaan platform sosial media sebagai saluran informasi terbukti cukup membantu dalam beberapa kasus, dan diharapkan dapat menghasilkan informasi berguna mengenai Alvaro.
Pentingnya Proses Pengujian DNA dalam Kasus Ini
Pengujian DNA memegang peranan penting dalam membuktikan identitas kerangka yang ditemukan. Proses ini melibatkan analisis materi genetik yang dapat menentukan kesesuaian antara kerangka tersebut dengan anggota keluarga Alvaro.
Kombes Nicolas menjelaskan bahwa pemeriksaan laboratorium forensik akan dilakukan agar hasil tes DNA dapat diakui secara sah. Ini penting untuk memastikan bahwa keluarga Alvaro bisa mendapatkan kepastian tentang nasib anak mereka.
Proses ini juga merupakan langkah awal untuk membawa pelaku ke ranah hukum. Jika hasil tes DNA menunjukkan bahwa kerangka itu benar milik Alvaro, maka upaya hukum terhadap ayah tirinya dapat dilanjutkan dengan lebih kuat.
















