Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto baru-baru ini merespons kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menganggap kritik tersebut tidak adil dan menunjukkan bahwa tidak sedikit akademisi yang skeptis terhadap keberhasilan program tersebut.
Di hadapan para jurnalis, Prabowo mengungkapkan kekecewaannya terhadap komentar yang meremehkan niat baik dari program ini. Menurutnya, MBG bertujuan untuk memberikan nutrisi yang memadai bagi anak-anak dan ibu hamil di seluruh Indonesia.
Respon Presiden Terhadap Kritik Publik
Dalam acara peresmian SPPG yang dihadiri oleh berbagai pihak, Prabowo meminta Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari untuk mengumpulkan bukti kritik yang diarahkan padanya. Ia berharap bisa menunjukkan bahwa banyak pihak yang meragukan kemampuan program tersebut.
Menurutnya, para pengkritik, termasuk beberapa profesor, telah cepat mengambil kesimpulan tentang keberhasilan MBG. Padahal, program ini baru berjalan satu bulan dan masih memerlukan waktu untuk menunjukkan hasil yang signifikan.
Prabowo menekankan bahwa tudingan bahwa ia merendahkan bangsa Indonesia ketika memberikan makan gratis adalah hal yang tidak logis. Baginya, menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak justru menunjukkan perhatian terhadap masa depan generasi mendatang.
Pencapaian Program Makan Bergizi Gratis
Per tanggal 13 Februari, Prabowo mencatat lebih dari 60 juta penerima manfaat dari program MBG. Angka ini mencakup anak-anak dan ibu hamil yang sangat memerlukan asupan nutrisi yang baik.
Ia membandingkan pencapaian ini dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan setiap hari. Hal ini menunjukkan betapa signifikan dan luasnya jangkauan program yang ia jalankan.
Program ini tidak hanya sekadar memberikan makanan, tetapi juga berupaya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang kurang mampu. Dengan adanya MBG, pemerintah berharap dapat mengurangi angka stunting di Indonesia.
Refleksi Terhadap Anggaran dan Prioritas Pemerintah
Prabowo juga menegaskan bahwa pelaksanaan MBG merupakan langkah nyata dari pemerintah untuk mengoptimalkan anggaran yang ada. Ia mengajak semua pihak untuk mendukung program ini sebagai bentuk investasi masa depan bangsa.
Selain itu, dukungan dari masyarakat juga dibutuhkan agar program ini dapat berjalan dengan baik. Pemerintah berharap masyarakat mau terlibat dan memberikan masukan yang konstruktif.
Menurutnya, jika seluruh elemen bangsa bersatu, program ini akan lebih mudah dicapai dan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Tidak ada alasan untuk meragukan keberhasilan MBG sebelum program ini benar-benar diuji.
















