Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan langkah tegas untuk menertibkan pemasangan atribut partai politik di wilayah Ibu Kota. Ia menyatakan bahwa spanduk dan bendera partai tidak akan lagi diperbolehkan dipasang di jembatan atau flyover, karena hal ini dianggap dapat mengganggu kelancaran lalu lintas.
Pramono menekankan bahwa tindakan ini diperlukan untuk menjaga ketertiban di jalanan Jakarta. Ia berharap langkah ini tidak hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga menciptakan suasana kota yang lebih rapi dan teratur.
“Saya ingin menertibkan, tidak ada lagi flyover yang digunakan untuk acara partai,” ujarnya di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat. Ia berkomitmen untuk melaksanakan kebijakan ini demi kenyamanan warga dan pengendara.
Langkah Konkret dalam Penertiban Atribut Partai di Jakarta
Berdasarkan arahan dari Presiden, Pramono berencana mengikuti kebijakan yang lebih luas terkait penertiban spanduk dan iklan berukuran besar. Ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan estetika dan kenyamanan jalan di Jakarta.
Pihaknya akan melakukan pemeriksaan ketat terhadap pemasangan spanduk, terutama yang berada di lokasi-lokasi strategis. Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman bagi masyarakat.
“Apa yang menjadi arahan Presiden akan kami tindak lanjuti dengan serius. Kami berkomitmen untuk menjadikan Jakarta lebih baik,” jelas Pramono. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat mempercepat proses ini.
Pemanfaatan Trotoar untuk Pejalan Kaki dan Keterlibatan Pedagang Kaki Lima
Dalam kesempatan lain, Pramono juga menyoroti pentingnya pemanfaatan trotoar yang telah dibangun dengan baik. Ia ingin agar trotoar tersebut digunakan secara optimal untuk para pejalan kaki dan tidak kembali disalahgunakan oleh pedagang kaki lima.
“Trotoar harusnya menjadi ruang aman bagi pejalan kaki. Jika sudah selesai dibangun, jangan sampai ada pedagang yang memanfaatkan area tersebut,” tegasnya.
Dengan penegasan ini, Pramono berharap akan terwujud keseimbangan antara kepentingan pedagang dan hak pejalan kaki. Ia berjanji akan melakukan penertiban terhadap pedagang yang melanggar aturan tersebut.
Pentingnya Estetika Kota dalam Acara dan Pariwisata
Presiden juga menekankan pentingnya estetika kota dalam konteks pariwisata. Dalam Rapat Koordinasi Nasional, ia menekankan agar spanduk dan iklan tidak mencolok dan berlebihan.
“Iklan harus disusun dengan lebih bijak. Wisatawan yang datang tidak ingin melihat spanduk yang terlalu mencolok,” keluhnya. Ia menginginkan agar tampilan kota tidak terganggu oleh elemen-elemen yang tidak estetis.
Prabowo memberi contoh mengenai iklan ayam goreng yang berukuran besar, menanyakan mengapa perlu ukuran yang demikian besar. Ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap citra kota.












