Seorang guru yang merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, baru-baru ini menjadi sorotan publik. Pengakuan mengenai insentif yang didapatnya sebesar Rp50 ribu menciptakan kehebohan di media sosial dan menarik perhatian banyak orang.
Guru bernama Fildzah Nur Amalina ini membagikan videonya di media sosial, yang tertera tulisan inspiratif bertanya, “Kenapa mau jadi guru padahal gaji kecil?”. Di bawah tulisannya, ia menunjukkan bukti penerimaan uang tersebut yang menambah keprihatinan masyarakat.
Roni Rahmat, Kasubag Umum dan Keuangan Dinas Pendidikan Sumedang, menjelaskan bahwa Fildzah termasuk dalam kategori R3 yang merupakan P3K paruh waktu, dan saat ini ia belum mendapatkan sertifikasi dari Badan Kepegawaian Negara.
Menelusuri Sejarah dan Status Guru PPPK di Indonesia
Guru dengan status PPPK di Indonesia memiliki berbagai tantangan dan ketidakpastian. Meskipun diharapkan dapat memperkuat kualitas pendidikan, guru PPPK sering kali menghadapi masalah dalam hal insentif dan gaji. Hal ini menjadi masalah yang perlu diatasi agar para pendidik merasa dihargai.
Di era modern ini, keberadaan guru yang berkualitas sangat penting untuk mempersiapkan generasi masa depan. Sayangnya, banyak guru PPPK yang merasa terjebak dalam sistem yang tidak adil dan tidak memberikan insentif yang sesuai dengan beban kerja mereka.
Pemerintah pusat sebelumnya menjanjikan berbagai perubahan untuk meningkatkan kesejahteraan guru, namun implementasi kebijakan tersebut sering kali tidak berjalan mulus di lapangan. Perlunya perhatian lebih terhadap kesejahteraan dan perlindungan profesi guru menjadi agenda yang tidak bisa diabaikan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Gaji Guru di Indonesia
Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi gaji dan insentif yang diterima oleh guru. Salah satu faktor utama adalah status kepegawaian, apakah mereka PNS, PPPK, atau honorer. Masing-masing kelompok ini memiliki peraturan gaji yang berbeda-beda.
Selain itu, masa kerja dan tingkat pendidikan juga berkontribusi terhadap besaran insentif. Guru yang telah memiliki pengalaman lebih lama dan kualifikasi pendidikan yang lebih tinggi umumnya akan mendapatkan kompensasi yang lebih baik.
Namun, tidak sedikit guru yang bekerja keras namun tetap mendapatkan imbalan yang jauh di bawah harapan. Ketidakmerataan distribusi gaji dan insentif di berbagai daerah turut memperparah situasi yang sedang terjadi.
Pentingnya Edukasi dan Kesadaran Masyarakat Terhadap Profesi Guru
Adanya pengakuan dari Fildzah seharusnya menjadi pemicu bagi masyarakat untuk lebih memahami pentingnya profesi guru di Indonesia. Pendidikan adalah fondasi bagi pembangunan bangsa, dan guru merupakan pilar utamanya. Kesadaran akan hal ini perlu ditingkatkan.
Di banyak daerah, guru masih dianggap sebagai pihak yang seharusnya menerima imbalan yang rendah, sehingga tidak sedikit yang meremehkan peran mereka. Masyarakat perlu menyadari bahwa kontribusi guru dalam pembentukan karakter dan intelektual generasi muda sangatlah besar.
Melalui diskusi dan kampanye mengenai nilai pendidikan, diharapkan masyarakat bisa lebih menghargai guru dan mendukung upaya untuk perbaikan kesejahteraan mereka. Dorongan dari masyarakat juga dapat menjadi sinyal positif bagi pemerintah untuk meningkatkan perhatian terhadap guru.














