Bagi banyak orang, mendampingi jemaah lansia dalam perjalanan spiritual bisa sangat menantang. Namun, M Ridho Prabowo menganggapnya sebagai kesempatan berharga untuk melayani dan berkontribusi kepada masyarakat.
Selama berada di Makkah, Ridho berfungsi sebagai Koordinator Lansia dan Disabilitas (Landis) Sektor 9 Daerah Kerja Makkah. Dalam perannya, ia tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan para jemaah, tetapi juga memastikan mereka merasa nyaman di lingkungan yang asing.
Bagi Ridho, tanggung jawab ini adalah sebuah pengabdian yang penuh makna. Ia berupaya memahami setiap individu jemaah yang didampingi, menjadikannya sebagai sosok yang lebih dari sekadar petugas.
“Saya merawat orang tua saya, jadi setiap interaksi saya lakukan dengan penuh rasa kasih sayang,” ungkap Ridho saat ditemui di Makkah.
Pendekatan seperti ini membuat Ridho merasa lebih terhubung dengan para jemaah, mengubah nomor statistik menjadi sosok yang memiliki cerita dan sejarah kehidupan masing-masing.
Ridho menjelaskan bahwa tantangan utama dalam mendampingi lansia tidak hanya fisik, tetapi juga menyangkut kesiapan emosional dan mental. Memahami kebutuhan dan harapan setiap individu merupakan langkah penting dalam menciptakan pengalaman yang nyaman bagi mereka.
Selain itu, Ridho sering kali menemani jemaah di luar jam kerja resmi. Suatu ketika, ia menerima panggilan dini hari dari seorang jemaah yang merasa kesepian dan ingin ditemani. Tindakan sederhana ini menunjukkan kepercayaan mendalam yang ditaruh oleh jemaah terhadap petugas seperti dirinya.
“Kehadiran saya sebagai pendamping bisa memberikan arti lebih saat mereka jauh dari keluarga,” ujarnya dengan bangga.
Peran Vital Koordinator Lansia dalam Pelayanan Haji
Ridho percaya bahwa setiap tangan yang mengulurkan bantuan dapat membuat perbedaan signifikan. Tugas Landis bukan hanya sekadar mengurus aspek fisik, tetapi juga memberikan bimbingan moral dan spiritual.
Dalam banyak kesempatan, Ridho merasakan bahwa setiap jemaah lansia yang dilayaninya memberi pelajaran berharga. Ia belajar tentang kesabaran, kepedulian, dan arti kehadiran yang tulus.
“Doa-doa mereka setelah mendapatkan pelayanan adalah salah satu hal terindah bagi saya,” paparnya. Setiap ucapan syukur dan harapan menjadi sumber motivasi dan kebahagiaan tersendiri.
Di samping itu, Ridho merasa beruntung bisa menjadi bagian dari perjalanan spiritual yang sangat berarti bagi jemaah. Melayani mereka bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menciptakan ikatan emosional.
Banyak jemaah yang mengungkapkan rasa terima kasih mereka dengan memberikan doa setelah mendapatkan bantuan. Bagi Ridho, hal ini adalah cerminan keberhasilannya dalam menjalankan tugas.
Belajar nilai-nilai kehidupan dari Jemaah Lansia
Melalui pengalamannya sebagai Koordinator Landis, Ridho menemukan bahwa menjalin hubungan dengan jemaah lansia memerlukan lebih dari sekadar fisik. Ia merasa tantangan terbesar ada pada kedalaman pemahaman tentang kehidupan mereka.
Kehadiran Ridho dalam setiap langkah perjalanan para jemaah bukan hanya sebagai pendukung, tetapi juga sebagai teman yang siap sedia. Momen-momen kecil, seperti mendengarkan keluh kesah mereka, sangat berarti bagi Ridho.
Tidak jarang, pengalaman yang didapat Ridho membuatnya terrenyuh. Ia menyadari bahwa banyak jemaah yang datang jauh-jauh bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga mencari teman dan dukungan.
“Saya merasa beruntung diberi kesempatan untuk mendampingi mereka. Ada banyak hal menarik yang bisa dipelajari dari kisah hidup mereka,” tambah Ridho.
Melalui pengabdian ini, ia telah berhasil mengubah cara pandangnya terhadap orang tua. Ia belajar bahwa setiap orang layak mendapatkan perhatian dan kasih sayang, terutama saat mereka berada dalam situasi yang rentan.
Membangun rasa kepercayaan dan keamanan bagi jemaah
Bagi M Ridho Prabowo, keberadaan Landis sangat penting dalam memberikan rasa aman bagi jemaah lansia. Ia dan timnya berusaha menciptakan lingkungan yang mendukung agar setiap jemaah merasa dihargai dan diperhatikan.
Dalam setiap interaksi, Ridho berkomitmen untuk mendengarkan kebutuhan serta harapan para jemaah. Ia percaya bahwa setiap jemaah memiliki cerita yang unik dan layak mendapatkan perhatian penuh.
Pelayanan yang diberikan Ridho tidak hanya terfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada dukungan moral. Hal ini membuat para jemaah merasa lebih berdaya dan terhubung dengan lingkungan sekitar.
“Rasa aman ini sangat penting, terutama saat mereka berada jauh dari keluarga,” tegas Ridho dengan penuh semangat.
Keberadaan tim Landis juga membantu menciptakan suasana interaksi sosial yang hangat. Momen-momen kebersamaan ini menjadikan perjalananan haji lebih berarti, tidak hanya bagi jemaah, tetapi juga bagi seluruh anggota tim.



