Kemenangan di dunia balap mobil selalu menjadi momen yang dinanti-nanti. Pada putaran kedua Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Indonesia Touring Car Race (ITCR) 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Honda Racing Indonesia berhasil menunjukkan keunggulannya dengan meraih prestasi gemilang.
Tim ini berhasil menaklukkan kelas ITCR 1200 berkat performa luar biasa Avila Bahar, yang menghabiskan waktu balapan hanya 26 menit 28,852 detik. Sementara, rekan setimnya, Alvin Bahar, juga menunjukkan semangat dan strategi yang patut diapresiasi di kelas ISTCR 3600 Seeded A.
Kelas ITCR 1200: Pertarungan Sengit dan Strategi Cermat
Kelas ITCR 1200 dipenuhi oleh 33 peserta, yang menjadikannya salah satu yang paling panas dalam kejuaraan ini. Persaingan yang dihadirkan benar-benar menggugah adrenalin, dengan balapan berlangsung ketat sejak awal hingga akhir.
Avila Bahar yang sukses mengamankan pole position menunjukkan kepercayaannya saat memulai balapan. Sementara itu, Andri Abirezky mengalami kendala yang mengharuskannya memulai dari posisi kelima setelah pelanggaran saat kualifikasi.
Meski mulai sedikit tertekan karena insiden di trek, Avila tetap tenang dan mampu menjaga keunggulannya. Berkat kerja sama tim yang baik, mereka dapat mempertahankan posisi tanpa terpengaruh kondisi sulit di lintasan.
Kinerja Tim yang Konsisten di Tengah Kesulitan
Selama balapan, beberapa insiden terjadi yang mengharuskan kehadiran mobil keamanan. Namun, Avila terus melaju dengan lancar meski menghadapi banyak rintangan. Di balik layar, tim Honda Racing Indonesia bekerja keras memastikan kendaraannya tetap dalam kondisi maksimal.
Avila tidak hanya cepat, tetapi juga cerdik dalam menghadapi tekanan dari para pesaing. Usahanya membuahkan hasil ketika ia berhasil mencapai garis finis lebih dulu, sebuah pencapaian yang membanggakan setelah meraih posisi kedua di putaran pertama sebelumnya.
Kemenangan ini menjadi moment penting dalam karir Avila, memperlihatkan bahwa ketekunan dan dedikasi membawa hasil yang memuaskan. Selain itu, hasil ini meningkatkan keyakinan seluruh tim menjelang kejuaraan berikutnya.
Pembalap Lain Juga Menyemarakkan Kejuaraan
Tidak hanya Avila yang mencuri perhatian, posisi kedua di kelas ITCR 1200 diisi oleh Amato, sementara Romy T mengambil posisi ketiga. Keberhasilan masing-masing pembalap memperlihatkan kompetisi yang sangat ketat dan menuntut strategi serta keterampilan yang tinggi.
Berita baik juga menyertai Andri Abirezky, yang semula menempati posisi kelima setelah balapan ditandai dengan penalti pada pembalap lain. Keputusan tersebut menguntungkannya, membawanya naik satu peringkat ke posisi keempat.
Dengan hasil yang baik, tim semakin siap menghadapi kompetisi di putaran berikutnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kerja sama tim dan taktik yang matang dalam meraih kesuksesan di arena balap.
Alvin Bahar: Perjuangan di Kelas ISTCR 3600 Seeded A
Di kelas ISTCR 3600 Seeded A, Alvin Bahar juga menunjukkan performa yang menarik perhatian. Menggunakan Honda Civic Type R FL5 dengan mesin turbo, Alvin berambisi meraih hasil terbaik meskipun dihadapkan pada berbagai kendala.
Masalah teknis pada ban saat sesi kualifikasi memaksanya untuk memulai dari posisi start kedua. Meskipun demikian, Alvin memiliki pengalaman yang cukup untuk menghadapi tantangan ini dengan kepala dingin.
Ketika balapan dimulai, Apip Ginanjar sempat mendominasi, namun Alvin dengan cepat memanfaatkan celah pada trek lurus untuk mengambil alih pimpinan balapan sebelum putaran pertama berakhir. Pembalap veteran ini menunjukkan bahwa pengalaman sangat berharga dalam situasi yang kompetitif.
Kesimpulan dan Harapan untuk Kejuaraan Selanjutnya
Secara keseluruhan, kejuaraan kali ini menunjukkan performa luar biasa dari seluruh tim dan pembalap yang terlibat. Keberhasilan Honda Racing Indonesia khususnya menjadi contoh bagi tim lain dalam hal strategi dan keahlian yang diperlukan di lintasan.
Saat melihat lebih jauh ke depan, semua pembalap dari Honda Racing Indonesia sudah mempersiapkan diri untuk putaran selanjutnya. Harapan tentu saja untuk mempertahankan performa puncak mereka dan meraih lebih banyak kemenangan di masa mendatang.
Dengan pengalaman dan pelajaran yang didapat dari setiap balapan, mereka diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan prestasi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi pembalap berikutnya. Sukses yang diraih di Lombok menjadi babak baru dalam perjalanan panjang dunia balap di Indonesia.



