Bencana banjir dan longsor baru saja terjadi di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Hujan dengan intensitas tinggi menjadi penyebab utama dari kerusakan yang melanda wilayah tersebut, menyebabkan dampak serius bagi penduduk setempat.
Saat hujan melanda, tiga kecamatan mengalami kerusakan parah, yaitu Sinjai Timur, Sinjai Utara, dan Tellu Limpoe. Situasi ini mengakibatkan berbagai fasilitas terputus dan beberapa warga harus mengungsi dari rumah mereka.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menjelaskan situasi tersebut dalam suatu keterangannya. Ia menyatakan bahwa kondisi di lapangan menunjukkan dampak yang cukup signifikan akibat bencana ini.
Dampak Banjir dan Longsor di Kabupaten Sinjai
Kabupaten Sinjai saat ini berjuang untuk pulih setelah terjangan bencana alam ini. Hujan yang berlangsung sejak Rabu hingga Kamis telah menimbulkan berbagai masalah bagi masyarakat.
Data dari BPBD mengungkapkan bahwa hampir dua puluh satu rumah warga terendam air. Selain itu, lebih dari enam puluh hektar lahan pertanian juga terdampak, mengancam ketahanan pangan di daerah tersebut.
Lebih menyedihkan, dua ekor kuda ditemukan mati tenggelam akibat banjir ini. Selain dampak pada hewan, infrastruktur publik juga mengalami kerusakan yang cukup parah.
Daerah yang Terdampak Longsor dan Infrastruktur
Di Kecamatan Sinjai Timur, sejumlah desa mengalami longsor yang mengakibatkan kerusakan parah. Desa Panaikang, Lasiai, dan Saukang menjadi beberapa daerah yang terdampak langsung dari bencana ini.
Desa lain yang terkena dampak adalah Desa Bua dan Lembang Lohe di Kecamatan Tellu Limpoe. Longsor juga merusak akses jalan, menjadikan beberapa lokasi sulit dijangkau.
Dalam kejadian ini, sebanyak tujuh rumah mengalami kerusakan yang signifikan. Jalan penghubung antardesa pun mengalami patahan, sehingga mobilitas masyarakat terganggu.
Tindakan Penanggulangan dan Pemulihan
Meski begitu, pihak berwenang berupaya melakukan penanggulangan secepat mungkin. Perbaikan pipa PDAM yang putus akibat longsor menjadi salah satu prioritas utama agar pasokan air bersih dapat segera pulih.
Material longsor masih menutupi beberapa bagian jalan, tetapi upaya pembersihan sedang dilakukan. Kendaraan roda empat masih bisa melintas meski dengan hati-hati di jalur itu.
Pihak berwenang juga melakukan pendataan untuk memetakan area yang paling parah terdampak. ini dilakukan agar penanganan lebih terfokus dan efektif, dan kebutuhan masyarakat diutamakan.



