• About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Wednesday, July 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
SimpleNews.co.id
  • News
  • Health
  • Tekno
  • Bisnis
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • News
  • Health
  • Tekno
  • Bisnis
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
No Result
View All Result
SimpleNews.co.id
No Result
View All Result
Home Otomotif

Bupati Lombok Barat Diduga Terima Uang Miliaran dan Barang Mewah Tajir

by endralz
July 21, 2026
in Otomotif
0
Bupati Lombok Barat Diduga Terima Uang Miliaran dan Barang Mewah Tajir
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan tersangka dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang berlangsung di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Kasus ini melibatkan dugaan korupsi yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa serta praktik suap di lingkungan pemerintah daerah setempat.

Dari 20 orang yang ditangkap, tiga di antara mereka resmi menjadi tersangka dalam perkara ini. Para tersangka tersebut terdiri dari Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini; Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang, Sudirman; dan Direktur Utama PT Meconel Sistim Instrument (MSI), Alvonsus Gani.

KPK mengungkapkan bahwa penetapan tersangka ini dilakukan berdasarkan bukti yang kuat dari hasil penyelidikan. Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan pejabat tinggi di daerah dan terkait langsung dengan proyek pengadaan yang melibatkan anggaran negara yang cukup besar.

Penyebab dan Awal Mula Kasus Dugaan Korupsi

KPK menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mengindikasikan adanya dugaan tindak pidana korupsi. Setelah menerima laporan tersebut, KPK langsung melakukan penyelidikan yang lebih mendalam.

Dalam penyelidikan, ternyata Lalu Ahmad sebagai bupati diduga memberikan instruksi kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Lalu Ratnawi, untuk memfasilitasi Sudirman selaku direktur perusahaan miliknya dalam mendapatkan proyek di Dinas PUPRPKP. Ini menunjukkan adanya benturan kepentingan yang cukup jelas.

Sudirman menggunakan perusahaan lain sebagai ‘pooling’, yaitu dengan meminjam namanya kepada penyedia lain. Tujuannya agar proyek yang dikerjakan tidak terlihat memiliki konflik kepentingan, meskipun pada kenyataannya dia tetap menjadi pengendali utama.

Proses Pengadaan Proyek yang Berpotensi Korupsi

Melalui proses pengadaan yang rumit dan tidak transparan, Dinas PUPRPKP mengeluarkan berbagai paket proyek senilai total Rp17,9 miliar. Proyek-proyek tersebut meliputi rehabilitasi taman kota, pembangunan gedung kantor, dan renovasi gedung kantor bupati.

Banyak dari paket ini akhirnya dimenangkan oleh penyedia yang ternyata di bawah kendali Sudirman. Penyelewengan ini mencakup berbagai metode, termasuk pengenalan surat dukungan yang membatasi calon vendor lain untuk bersaing secara adil.

Dalam prosesnya, Sudirman diduga memberikan sejumlah fee kepada para penyedia yang namanya dipinjam, serta mengantongi keuntungan yang sangat besar dari pekerjaan tersebut. Aliran dana yang tidak wajar ini menunjukkan betapa sistemik masalah korupsi yang ada di dalam pengadaan publik.

Implikasi Suap di Dalam Pengadaan Proyek Pemerintah

Dari laporan yang disampaikan KPK, terdapat pula indikasi suap yang melibatkan Bupati Lalu Ahmad dengan Direktur Utama PT MSI, Alvonsus Gani. Proyek yang dikerjakan oleh PT MSI juga melibatkan anggaran yang tidak sedikit, mencapai Rp27,1 miliar.

Selama periode kerja sama tersebut, Lalu Ahmad diduga menerima berbagai bentuk suap mulai dari uang tunai hingga barang mewah seperti mobil dan barang berharga lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa praktik suap tidak hanya berlangsung dalam bentuk uang, tetapi juga dalam bentuk barang.

Dari total uang yang diterima, salah satu yang mencolok adalah sebuah mobil senilai Rp1,2 miliar yang diberikan kepada bupati, menjadikan kasus ini semakin memprihatinkan bagi masyarakat yang percaya bahwa pemerintah seharusnya bersih dari praktik korupsi.

Gratifikasi dalam Proyek Pengadaan

KPK juga menemukan adanya gratifikasi yang diterima oleh Sudirman dan Lalu Ahmad. Dalam laporan, ada pengumpulan uang menjelang hari raya yang diduga diminta langsung oleh bupati untuk kepentingan pribadinya.

Uang yang terkumpul ini, konon digunakan untuk pembelian aset serta investasi dalam bentuk lain, menunjukkan adanya penggunaan dana publik untuk kepentingan pribadi. Proses pengumpulan uang ini melibatkan beberapa pihak yang memiliki keterkaitan langsung dengan proyek pemerintah.

KPK menegaskan bahwa penyidikan akan terus berlanjut untuk menggali lebih dalam sumber dana serta siapa saja yang terlibat dalam jaringan korup ini. Dengan demikian, diharapkan ke depan akan ada langkah-langkah tegas untuk memerangi korupsi di semua level pemerintahan.

Tags: BarangBaratBupatidanDidugaLombokMewahMiliaranTajirTerimaUang
endralz

endralz

Next Post
Transaksi di PFII Menggunakan Dolar, Purbaya Jelaskan Nasib Rupiah

Transaksi di PFII Menggunakan Dolar, Purbaya Jelaskan Nasib Rupiah

Recommended

Kritik PDIP terhadap Sistem SPPG dan Pemberdayaan Kantin Sekolah

Kritik PDIP terhadap Sistem SPPG dan Pemberdayaan Kantin Sekolah

1 month ago
Duit di Rekening Hilang, Waspadai Modus Baru Penipuan M-Banking

Duit di Rekening Hilang, Waspadai Modus Baru Penipuan M-Banking

3 weeks ago

Popular News

    Connect with us

    SIMPLENEWS-LOGO

    Simplenews.co.id - Berita Hari Ini Dan Kabar Informasi Terkini.

    Category

    • Bisnis
    • Bola
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Otomotif
    • Properti
    • Tekno
    • Travel

    Site Links

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org

    About Us

    We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

    • About
    • Advertise
    • Careers
    • Contact

    © 2026 Berita Hari Ini Dan Kabar Informasi Terkini. Simplenews.co.id.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Lifestyle
    • Travel
    • Health

    © 2026 Berita Hari Ini Dan Kabar Informasi Terkini. Simplenews.co.id.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In