• About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Wednesday, June 10, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
SimpleNews.co.id
  • News
  • Health
  • Tekno
  • Bisnis
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • News
  • Health
  • Tekno
  • Bisnis
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
No Result
View All Result
SimpleNews.co.id
No Result
View All Result
Home Otomotif

Dua Raja Klaim Gelar Kirab 1 Suro, Wali Kota Solo Diminta Intervensi

by endralz
June 10, 2026
in Otomotif
0
Dua Raja Klaim Gelar Kirab 1 Suro, Wali Kota Solo Diminta Intervensi
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Fenomena mengenai sengketa raja kembar di Keraton Surakarta muncul kembali menjelang Kirab Malam 1 Suro tahun 2026. Ketegangan antara dua kubu, SISKS Pakubuwana XIV Purbaya dan SISKS Pakubuwana XIV Mangkubumi, semakin memuncak saat keduanya merencanakan perayaan yang sama di waktu dan lokasi yang bersamaan.

Pihak SISKS Pakubuwana XIV Mangkubumi berharap Wali Kota Solo, Respati Ardi, dapat menjadi penengah dalam situasi ini. Permintaan ini disampaikan oleh KGPH Panembahan Agung Tedjowulan setelah pertemuan dengan perwakilan Pemerintah Kota Solo.

Menurut Tedjowulan, mereka berharap dapat mengadakan rapat lanjutan dengan Wali Kota untuk meredakan ketegangan ini. Namun, saat ditanya tentang rencana kirab yang sama dari kubu Purbaya, ia hanya menjawab bahwa itu akan dibahas dalam pertemuan yang akan datang.

Riwayat dan Latar Belakang dari Sengketa Keraton Surakarta

Sengketa antara dua kubu ini bukanlah hal baru dalam sejarah Keraton Surakarta. Pertentangan ini bisa ditelusuri kembali ke sejarah panjang pertikaian antara garis keturunan raja yang berbeda. Setiap kubu memiliki klaim sah yang mereka anggap valid atas hak kepemilikan dan pewarisan yang melibatkan tradisi serta sejarah keraton.

Sejak lama, tiap kali menjelang Kirab Malam 1 Suro, konflik ini selalu mencuat. Banyak pihak beranggapan bahwa keduanya kurang bisa berkompromi yang menyebabkan perseteruan berkepanjangan dalam pengelolaan budaya dan tradisi keraton. Tradisi yang seharusnya menjadi sarana persatuan justru menjadi ajang konflik.

Keberadaan dua kubu ini membuat masyarakat Solo terbagi antara pendukung Purbaya dan Mangkubumi. Dukungan yang datang dari masyarakat juga semakin memperkeruh situasi, dan seringkali menjadikan kedamaian sebagai korban. Dalam konteks ini, peran mediator sangat diperlukan untuk menciptakan suasana yang kondusif.

Langkah yang Diharapkan untuk Meredakan Ketegangan

Para anggota kubu Mangkubumi, seperti GKR Wandansari, menginginkan agar pemerintah bertindak lebih aktif sebagai mediator. Upaya konstruktif ini diharapkan dapat menciptakan dialog yang lebih produktif. Mereka menyampaikan bahwa sudah banyak kali diupayakan diskusi, namun hasilnya selalu sama: terbentur keengganan pihak lawan untuk bernegosiasi.

Sementara itu, kubu Purbaya menanggapi permohonan tersebut dengan skeptis. Mereka mempertanyakan ketulusan dan komitmen dari kubu Mangkubumi. KPA Singonagoro, sebagai juru bicara, menekankan bahwa dialog harus dilakukan dengan sungguh-sungguh tanpa ada kekompakan atau intimidasi dari salah satu pihak.

Situasi ini tidak hanya melibatkan dua kubu, tetapi juga melibatkan banyak elemen masyarakat yang menginginkan kerukunan. Dengan demikian, penting bagi kedua kubu untuk menyadari bahwa tradisi yang mereka junjung seharusnya menjadi jembatan pemersatu, bukan pemicu perpecahan.

Peran Wali Kota dalam Menciptakan Keharmonisan

Wali Kota Solo, Respati Ardi, terlahir dalam keadaan mengawasi potensi konflik ini. Harapannya adalah untuk menciptakan kebersamaan dalam perayaan Kirab Malam 1 Suro tanpa ada pihak yang merasa terpinggirkan. Sebagai pemimpin kota, ia diharapkan mampu menjadi jembatan antara dua kubu.

Ardi bisa memfasilitasi pertemuan sebelum acara kirab untuk membangun rasa saling pengertian. Ritual yang seharusnya menjadi momen bahagia dapat dirayakan bersama apabila ada itikad baik dari semua pihak yang terlibat. Ini akan menunjukkan bahwa nilai kebersamaan lebih penting daripada ego masing-masing kubu.

Agar langkah ini bisa terwujud, penting bagi kedua belah pihak untuk menyampaikan aspirasi dan kekhawatiran mereka secara terbuka. Disebutkan dalam pertemuan informal yang telah terjadi sebelumnya, ada banyak harapan dari masyarakat agar potensi konflik ini tercerai. Keraton seharusnya menjadi simbol persatuan, bukan perpecahan.

Tags: DimintaDuaGelarIntervensiKirabKlaimKotaRajaSoloSuroWali
endralz

endralz

Next Post
KSAD Menanggapi Isu Viral Kopdes yang Menggusur Sekolah di NTT

KSAD Menanggapi Isu Viral Kopdes yang Menggusur Sekolah di NTT

Recommended

Liverpool Didorong Rekrut Xabi Alonso Agar Tidak Disalip Rival

Liverpool Didorong Rekrut Xabi Alonso Agar Tidak Disalip Rival

1 month ago
Micro RGB dengan Vision AI Resmi Hadir di Indonesia, Tawarkan Pengalaman TV Generasi Baru

Micro RGB dengan Vision AI Resmi Hadir di Indonesia, Tawarkan Pengalaman TV Generasi Baru

2 weeks ago

Popular News

    Connect with us

    SIMPLENEWS-LOGO

    Simplenews.co.id - Berita Hari Ini Dan Kabar Informasi Terkini.

    Category

    • Bisnis
    • Bola
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Otomotif
    • Properti
    • Tekno
    • Travel

    Site Links

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org

    About Us

    We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

    • About
    • Advertise
    • Careers
    • Contact

    © 2026 Berita Hari Ini Dan Kabar Informasi Terkini. Simplenews.co.id.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Lifestyle
    • Travel
    • Health

    © 2026 Berita Hari Ini Dan Kabar Informasi Terkini. Simplenews.co.id.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In