Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan dedikasinya terhadap masyarakat dengan melakukan peninjauan langsung di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, di tengah hujan deras. Tindakan tersebut mencerminkan kepeduliannya terhadap kondisi akses jalan yang rusak serta komitmennya untuk melihat langsung beberapa program pemerintah di daerah tersebut.
Dalam perjalanan tersebut, Gibran tidak segan-segan berjalan kaki untuk menembus jembatan yang putus di Desa Bebanga, hanya demi menemui masyarakat lokal. Kegiatan ini tidak hanya menegaskan komitmen pemerintah, tetapi juga memperlihatkan sikap empati yang harus dimiliki seorang pemimpin.
Gibran melakukan blusukan untuk meninjau pelaksanaan program bedah rumah bantuan pemerintah serta kondisi pendidikan di SD Negeri setempat. Langkah ini salah satunya bertujuan untuk mengevaluasi dampak program tersebut bagi masyarakat.
Gibran Rakabuming: Upaya Memperbaiki Akses Sanitasi dan Kesehatan
Selama kunjungan, Gibran menyampaikan instruksi agar program pembenahan hunian memperhatikan standar sanitasi yang diperlukan. Tujuannya adalah untuk menekan angka stunting yang masih menjadi masalah di banyak daerah.
Dia menegaskan pentingnya sanitasi dan kesehatan dalam setiap aspek pembangunan. Dengan demikian, program bedah rumah diharapkan bisa menjadi intervensi yang efektif dalam mencegah masalah kesehatan di kalangan masyarakat.
Namun, Gibran juga menekankan bahwa pelaksanaan program tersebut harus berjalan seiring dengan perhatian terhadap kualitas hidup masyarakat. Pengintegrasian aspek kesehatan dalam pembangunan menjadi sangat krusial.
Komitmen terhadap Pembangunan Daerah Tertinggal dan Terluar
Agenda kunjungan kerja di Mamuju juga mencakup kegiatan strategis lainnya. Saat menghadiri Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang, Gibran menegaskan akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah.
Komitmennya ini berfokus pada upaya membenahi daerah-daerah yang terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di negara ini. Ini mencerminkan keinginannya untuk memastikan pemerataan pembangunan dan perhatian signifikan kepada daerah yang sering terabaikan.
Gibran mendengarkan langsung berbagai keluhan masyarakat Kalumpang, mulai dari masalah kurangnya tenaga pengajar hingga akses jalan yang rusak. Hal ini menunjukkan pendekatan langsungnya terhadap permasalahan yang dihadapi warga.
Mewujudkan Moderasi Beragama di Tengah Modernisasi
Dalam dialog dengan masyarakat, Gibran juga mengedepankan pesan moderasi beragama yang penting untuk diterapkan. Ia menekankan perlunya pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi yang semakin kuat.
Pesan ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga identitas budaya serta tradisi daerah agar tetap hidup dan relevan. Dengan cara ini, generasi muda diharapkan dapat menjadi penjaga tradisi dan nilai-nilai lokal.
Gibran percaya bahwa moderasi beragama dan pelestarian budaya bisa berjalan beriringan dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, dia mendorong masyarakat untuk tetap mengedepankan nilai-nilai tersebut.
Solusi untuk Permasalahan Petani Kakao di Mamuju
Sebagai bagian dari kunjungannya, Gibran juga mengadakan dialog dengan para petani kakao di Mamuju. Dia mendengarkan keluhan mereka terkait akses terhadap pupuk subsidi yang kini sulit diperoleh.
Ketidaksesuaian data di tingkat kios menjadi salah satu penghambat bagi para petani. Melalui dialog ini, Gibran berkomitmen untuk berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian guna menyelesaikan permasalahan tersebut.
Dia tidak hanya membicarakan solusi, tetapi juga memberikan bantuan dengan membagikan alat pompanisasi secara simbolis kepada kelompok tani setempat. Ini diharapkan bisa meningkatkan produktivitas pertanian mereka.
Gibran memastikan bahwa ia akan menangani masalah satu per satu, mulai dari akses pupuk hingga pembangunan infrastruktur. Ini mencerminkan semangatnya untuk memberdayakan petani dan menjaga ketahanan pangan di daerah.
Kunjungan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah pusat dalam memastikan pemerataan pembangunan di seluruh pelosok. Dengan langkah ini, diharapkan program-program prioritas dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian lebih.



