Fahira Idris, anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, menjadi sorotan dalam momen peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Ia mengingatkan bahwa penguatan guru, percepatan digitalisasi, dan pemerataan layanan pendidikan adalah kunci dalam menghadapi tantangan pendidikan di tanah air.
Menurutnya, peringatan Hardiknas hendaknya menjadi momen refleksi bagi seluruh stakeholders pendidikan. Tidak hanya berkutat pada aspek akses, tetapi juga pada peningkatan kualitas dan keadilan di berbagai sektor pendidikan yang ada di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Fahira Idris menyatakan bahwa pendidikan adalah fondasi kemajuan bangsa. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam hal pemerataan kualitas dan akses yang selama ini menjadi masalah mendasar di berbagai wilayah.
Ketimpangan pendidikan antara daerah perkotaan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) terlihat jelas. Keterbatasan infrastruktur, kurangnya akses teknologi, dan kekurangan tenaga pendidik menjadi beberapa hambatan yang harus segera diatasi untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia.
Capaian pembelajaran siswa di Indonesia, yang masih jauh dari memuaskan dalam indikator internasional, mencerminkan kebutuhan mendesak akan transformasi pendidikan yang lebih sistemik. Ini menjadi sinyal bahwa merubah sistem pendidikan merupakan keharusan untuk menciptakan generasi unggul.
Penguatan Peran Guru dalam Transformasi Pendidikan Nasional
Fahira Idris menegaskan bahwa penguatan peran guru sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Guru bukan sekadar bertugas mengajar, tetapi juga berperan sebagai fasilitator, pembentuk karakter, serta agen perubahan dalam sistem pendidikan.
Dia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru sebagai agenda utama dalam kebijakan pendidikan. Tanpa dukungan yang layak bagi guru, berbagai program pendidikan berisiko tidak memberikan dampak yang optimal bagi siswa.
Pendidikan yang berkualitas dapat terwujud hanya jika guru dilibatkan dalam setiap kebijakan yang berhubungan dengan pembelajaran. Hal ini menciptakan lingkungan belajar yang positif dan produktif bagi siswa, yang pada gilirannya berkontribusi pada kemajuan bangsa.
Pentingnya Mempercepat Digitalisasi dalam Pendidikan
Selain penguatan guru, digitalisasi pendidikan menjadi topik penting yang tidak boleh diabaikan. Fahira Idris menyoroti perlunya digitalisasi diterapkan secara inklusif untuk semua tingkat pendidikan di Indonesia. Setiap siswa, termasuk yang berada di daerah 3T, harus memiliki akses terhadap sumber belajar yang memadai.
Digitalisasi pendidikan tidak hanya menempatkan teknologi sebagai alat, tetapi juga harus memperhatikan kesenjangan yang ada. Infrastruktur digital harus dibangun agar semua siswa mendapatkan kesempatan yang sama dalam belajar dengan memanfaatkan teknologi.
Dengan upaya ini, diharapkan digitalisasi pendidikan dapat menutup kesenjangan yang ada. Jika tidak, ada risiko bahwa digitalisasi justru akan menciptakan kesenjangan baru yang lebih dalam antara siswa dari berbagai latar belakang.
Menghadapi Tantangan Kualitas Pendidikan di Indonesia
Indonesia harus berkomitmen untuk mengatasi tantangan kualitas pendidikan. Fahira Idris menekankan bahwa transformasi pendidikan harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak setengah hati. Kualitas hasil belajar siswa harus menjadi fokus utama dalam setiap kebijakan yang dibuat.
Capaian Indonesia dalam literasi, numerasi, dan uji sains di tingkat internasional menunjukkan perlunya perbaikan serius. Setiap kebijakan pendidikan harus mempertimbangkan indikator-indikator ini agar hasil belajar dapat optimal dan berdaya saing.
Mengembangkan program pembelajaran yang inovatif dan relevan menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Inisiatif seperti pelatihan bagi guru dan penyediaan materi pembelajaran yang bervariasi harus terus diupayakan agar siswa tidak tertinggal.
Transformasi pendidikan adalah usaha kolektif yang melibatkan semua pihak. Komitmen pemerintah, masyarakat, dan institusi pendidikan sangat diperlukan untuk mencapai tujuan bersama dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.



