Laga yang sangat dinanti antara Isenmulang FC dan PSIM Yogyakarta pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 terpaksa berpindah lokasi ke Pulau Bali. Keputusan ini diambil atas pertimbangan keamanan yang disampaikan oleh pihak kepolisian dan akan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 15.30 WIB.
Pelatih Isenmulang FC, Mundari Karya, mengungkapkan bahwa timnya siap menghadapi tantangan ini sambil menunggu konfirmasi resmi dari operator kompetisi. Berpindahnya venue ini tentu menjadi catatan penting dalam persiapan kedua tim untuk menghadapi laga yang krusial tersebut.
“Kita sudah mendapatkan informasi bahwa kemungkinan besar akan bermain di stadion di Bali,” ujar Mundari saat ditemui di Stadion Maguwoharjo. Ia menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi laga yang penting ini.
Keputusan Pindah Venue Berdasarkan Pertimbangan Keamanan
Ketua Panitia Pelaksana Isenmulang FC, Zain Agung Wibowo, menegaskan bahwa duel yang dijadwalkan ini tidak dapat digelar di Stadion Maguwoharjo. Skenario berpindah ke Bali telah menjadi opsi utama setelah adanya komunikasi antara para pejabat terkait.
“Memang sepertinya ada keputusan untuk memindahkan venue. Saat ini, Bali menjadi pilihan utama untuk penyelenggaraan pertandingan ini,” katanya. Meskipun demikian, ia menambahkan bahwa status resmi dari operator kompetisi masih dalam tahap komunikasi dan belum diumumkan secara resmi.
Zain juga menjelaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan surat dari Polres Sleman yang menyebutkan berbagai pertimbangan keamanan. Menariknya, pertandingan ini juga akan berlangsung tanpa kehadiran penonton demi menjaga situasi tetap aman.
Isenmulang FC Berstatus Tim Musafir akibat Kebakaran Hutan
Isenmulang FC saat ini dalam status tim musafir, karena Stadion Tuah Pahoe di Palangka Raya tidak dapat digunakan akibat dampak asap kebakaran hutan. Kondisi ini memaksa klub untuk mencari stadion alternatif agar tetap dapat melanjutkan kompetisi dalam keadaan terbaik.
Pada pekan sebelumnya, tim ini berhasil menjamu Java United di Stadion Maguwoharjo, di mana laga berakhir imbang 1-1. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun mengalami kendala, Isenmulang FC tetap dapat bersaing secara kompetitif.
Apabila rencana untuk menggelar laga di Bali menjadi kenyataan, kedua tim harus mempersiapkan perjalanan ekstra di tengah jadwal yang sangat padat. Ini menambah unsur tantangan yang harus dihadapi oleh masing-masing tim.
Ketegangan di Zona Degradasi Menjadi Target Utama
Baik Isenmulang FC maupun PSIM Yogyakarta saat ini terjebak dalam zona degradasi yang memprihatinkan. Keduanya membutuhkan tambahan poin yang mendesak untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen. Setiap pertemuan menjadi krusial bagi kedua tim.
Pertandingan mendatang ini akan menjadi kesempatan bagi mereka untuk meraih poin berharga, namun faktor perjalanan ke Bali dan pemulihan fisik setelah laga sebelumnya menjadi tantangan tersendiri. Apalagi, PSIM hanya memiliki waktu pemulihan kurang dari empat hari sebelum menghadapi Isenmulang FC.
Dengan segudang tantangan yang ada, atmosfer pertandingan mendatang dipastikan akan terasa sangat tegang dan menentukan. Poin yang didapat dari laga ini bisa saja menjadi titik tolak bagi kedua tim dalam usaha menyelamatkan diri dari zona degradasi.



