PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) telah meluncurkan Program Desa BRILiaN 2026 melalui acara Kick-Off yang diadakan secara daring. Program ini dirancang untuk mendorong transformasi desa melalui penggunaan teknologi dan penguatan kapasitas masyarakat, dengan tema “Desa 5.0: Sinergi Teknologi dan Human-Centered Leadership”.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta perwakilan dari Universitas Jenderal Soedirman. Dengan kolaborasi ini, diharapkan pembangunan desa akan menjadi lebih berkelanjutan dan mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Pendekatan dalam Program Desa BRILiaN bertujuan untuk menjadikan desa tidak hanya sebagai objek pembangunan, tetapi sebagai subjek yang aktif dalam perekonomian. Ini relevan dengan semangat “Bangun Desa, Bangun Indonesia”, yang menekankan pentingnya peran masyarakat desa dalam pembangunan.
Pemahaman Mendalam tentang Program Desa BRILiaN 2026
Program Desa BRILiaN 2026 adalah inisiatif untuk memberdayakan desa yang berbasis pada konsep social entrepreneurship. Dalam program ini, ada dua batch yang akan dilaksanakan dari Mei hingga November 2026, dengan fokus pada peningkatan kapasitas desa agar lebih adaptif terhadap dinamika teknologi dan ekonomi saat ini.
Melalui program ini, BRI berkomitmen untuk mendorong inovasi di desa-desa peserta. Tidak hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia dan tata kelola yang baik diperlukan untuk menyikapi tantangan globalisasi.
Program ini dirancang dalam tiga tahap: empowerment, assistance, dan graduation. Setiap tahap membawa esensi berbeda dalam meningkatkan kemampuan desa, sehingga tidak hanya menerima teori namun juga praktik yang konkret.
Implementasi Tahapan dalam Program Desa BRILiaN 2026
Tahapan pertama, yaitu empowerment, melibatkan pelatihan daring selama dua bulan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan. Ini adalah fondasi penting yang diharapkan dapat diterapkan dalam praktik sehari-hari desa.
Tahapan kedua adalah assistance, di mana desa-desa terbaik akan mendapatkan pendampingan intensif. Pendampingan ini dirancang untuk memastikan bahwa pelatihan yang telah diterima dapat diterapkan secara efektif untuk mencapai target pembangunan yang diinginkan.
Terakhir, tahapan graduation memberikan apresiasi bagi desa-desa unggulan. Penghargaan ini bukan hanya sebagai pengakuan, tetapi juga diharapkan dapat memotivasi desa lain untuk mengikuti jejak yang sama dalam hal inovasi dan pengembangan.
Materi dan Fokus dalam Pelatihan Program Desa BRILiaN
Materi pelatihan mencakup berbagai aspek penting seperti pengelolaan dana desa dan pengembangan sektor-sektor unggulan seperti pariwisata, pertanian, serta industri kecil. Pendidikan yang terfokus pada aspek-aspek ini bertujuan untuk memberikan desa alat yang dibutuhkan untuk maju.
Peserta program juga dilatih dalam pengelolaan keuangan, termasuk penggunaan teknologi dalam laporan keuangan. Ini menjadi penting agar desa dapat mengelola potensi lokal dengan lebih efisien dan bertanggung jawab.
Dengan pendekatan yang holistik, diharapkan desa dapat menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan taraf hidup masyarakat, serta memperkuat pondasi ekonomi lokal. Semua ini sejalan dengan tujuan akhir dari Program Desa BRILiaN.



