Puluhan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Indonesia melaksanakan demonstrasi di depan gedung parlemen pada Jumat (5/6). Aksi ini bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, di mana mereka menyoroti isu eksploitasi lingkungan yang terjadi di Papua.
Dalam unjuk rasa tersebut, mahasiswa membawa berbagai spanduk dan poster dengan pesan yang jelas: menghentikan eksploitasi yang merugikan masyarakat. Masyarakat Papua, menurut mereka, menjadi korban dari kebijakan yang tidak pro terhadap kesejahteraan rakyat.
Aksi demonstrasi ini juga mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap dampak negatif itu yang dirasakan oleh anak-anak dan keluarga. Banyak dari mereka yang merasa terpinggirkan, tidak hanya karena kebijakan yang ada, tetapi juga kondisi ekonomi yang semakin sulit bagi mereka.
Fokus Aksi Mahasiswa Terhadap Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat
Mahasiswa dalam demonstrasi ini menempatkan isu lingkungan sebagai prioritas utama. Mereka menyampaikan pesan bahwa lingkungan bukanlah korban dari pembangunan yang tidak berkelanjutan.
Salah satu orator menyampaikan aspirasinya dengan menyentuh soal kondisi orang tua yang berjuang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, situasi ini sangat menyedihkan dan menunjukkan betapa banyaknya kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat.
Lebih lanjut, mahasiswa meminta agar pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan mereka yang terdampak. Mereka menilai kebijakan saat ini tidak memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan keberlangsungan hidup mereka.
Mengenal Eksploitasi Lingkungan dan Dampaknya
Eksploitasi lingkungan sering kali terjadi tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjangnya. Dalam aksi ini, mahasiswa ingin menekankan bahwa tindakan tersebut tidak hanya merugikan flora dan fauna, tetapi juga manusia.
Salah satu tuntutan mereka adalah penghentian aktivitas yang merusak ekosistem. Mereka percaya bahwa ekosistem yang sehat adalah kunci untuk masyarakat yang sejahtera dan berkelanjutan.
Dalam pernyataan mereka, mahasiswa juga menyebutkan peran penting aktivis lingkungan dalam menjaga hak-hak masyarakat. Dukungan terhadap aktivis yang terancam keselamatannya menjadi bagian dari aksi solidaritas mereka.
Pentingnya Keterlibatan Publik dalam Pengambilan Keputusan
Mahasiswa menggarisbawahi pentingnya melibatkan masyarakat dalam proses pembuatan kebijakan. Suara masyarakat harus didengar, terutama dari mereka yang terpengaruh langsung oleh keputusan tersebut.
Dalam demonstrasi ini, mereka menyerukan agar pejabat publik lebih responsif terhadap kebutuhan rakyat. Mengabaikan aspirasi masyarakat hanya akan memperburuk keadaan yang sudah ada.
Mereka percaya bahwa pejabat publik memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesejahteraan masyarakat dan tidak hanya mengutamakan kepentingan segelintir orang. Harapan mereka adalah agar ke depan, kebijakan yang diambil mampu memangkas jurang ketidakadilan yang ada.



