• About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Tuesday, October 13, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
SimpleNews.co.id
  • News
  • Health
  • Tekno
  • Bisnis
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • News
  • Health
  • Tekno
  • Bisnis
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
No Result
View All Result
SimpleNews.co.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Mantan Menteri Tertangkap Jual Beras di Glodok Tanpa Mengabarkan Keluarga

by endralz
October 10, 2026
in Lifestyle
0
Mantan Menteri Tertangkap Jual Beras di Glodok Tanpa Mengabarkan Keluarga
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Generasi pemimpin masa lalu sering kali memberikan gambaran kehidupan yang melekat pada masyarakat. Sering kali, keberadaan mereka terpisah dari kehidupan biasa, menjadikan kisah-kisah mereka menarik untuk disimak. Di Indonesia, salah satu contoh yang paling mencolok adalah perjalanan hidup mantan Menteri Agama, Saifuddin Zuhri, yang memilih jalur yang jauh dari kemewahan setelah mengakhiri karier publiknya.

Dari seorang pejabat tinggi hingga pedagang sederhana, perjalanan Saifuddin Zuhri menggambarkan komitmennya terhadap kesederhanaan. Begitu pensiun, ia tidak sekadar menikmati kehidupan yang nyaman, melainkan memilih untuk kembali ke akar kehidupannya yang lebih sederhana.

Saifuddin Zuhri menjadi Menteri Agama RI ke-10 dan menjabat dari tahun 1962 hingga 1967. Setelah meninggalkan kursi menteri, ia tidak langsung terjun ke dunia bisnis atau kegiatan glamor lainnya, melainkan terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Kisahnya semakin menarik ketika ia memilih untuk menjadikan berjualan beras sebagai profesinya di Pasar Glodok, Jakarta. Rutinitas ini dilakoninya hampir setiap hari dengan tekun dan penuh disiplin, menunjukkan dedikasi yang luar biasa terhadap pekerjaannya meski jauh dari sorotan media.

Kisah Hidup Saifuddin Zuhri Pasca-Jabatan Menterinya

Setelah melepaskan jabatannya sebagai Menteri, Saifuddin tidak membiarkan kehidupan barunya dipenuhi dengan kesedihan atau penyesalan. Ia aktif dalam politik dan pernah menjadi anggota DPR hingga tahun 1971, tetapi kehidupannya berbalik dalam arah yang berbeda setelah benar-benar pensiun. Keputusan untuk berjualan beras ini mencerminkan pandangannya yang realistis terhadap kehidupan.

Saat menjalani kehidupan baru sebagai pedagang, Saifuddin Zuhri dikenal tak hanya sebagai mantan pejabat, tetapi juga sebagai anggota masyarakat biasa. Setiap pagi, ia berangkat ke pasar dengan mengendarai mobilnya sendiri, membawa karung-karung beras untuk dijual. Ini adalah bukti keteguhan hatinya dalam memegang prinsip hidup yang sederhana.

Menariknya, aktivitasnya sebagai pedagang beras ini sempat disembunyikan dari keluarganya. Istrinya dan anak-anaknya tidak tahu pasti dari mana ia mendapatkan uang hingga salah satu putranya memergokinya di pasar. Saat itu, ketidaktahuan keluarga menjadi salah satu hal yang unik dalam hidup Saifuddin.

Selain berjualan beras, Saifuddin juga mengungkapkan pengalaman awalnya dalam dunia bisnis sejak muda. Dalam buku autobiografinya, ia menceritakan bagaimana, saat masih muda, ia berjuang dengan menjual pakaian bekas dan barang-barang lainnya. Pengalamannya ini memengaruhi pandangannya dan cara hidupnya setelah masuk ke dalam pemerintahan.

Integritas dan Kesederhanaan Seorang Pejabat Publik

Saifuddin Zuhri bukan hanya sosok yang berjuang dari aspek ekonomi, tetapi juga seorang yang memiliki integritas tinggi. Selama masa jabatannya sebagai menteri, ia dikenal sebagai sosok yang menolak rumah dinas, meskipun banyak pihak mendesak dirinya untuk menempatinya. Menolak fasilitas semacam ini sangat mencerminkan karakternya yang tidak ingin menyalahgunakan jabatannya.

Sikap tegas Saifuddin ini menggambarkan prinsip beliau yang menganggap jabatan sebagai amanah. “Kalau menteri agama sudah serakah, bagaimana dengan yang lain?” begitu ujarnya saat menolak fasilitas yang seharusnya bisa dinikmatinya. Prinsip ini tidak hanya menjadi pernyataan semata, tetapi ia buktikan dengan hidup sederhana.

Keputusan untuk tinggal di rumah pribadi dan mencicilnya di kawasan Kebayoran Baru adalah langkah berani dan penuh pertimbangan. Ia memilih untuk tidak hanya mengandalkan kekuasaan yang dimilikinya, tetapi mempertahankan kemandirian yang dianggapnya sangat penting. Dengan lunaknya cicilan rumah, Saifuddin melanjutkan langkah mulianya dengan menghibahkan rumah tersebut untuk kepentingan sosial, khususnya bagi Nahdlatul Ulama.

Keberanian dan integritasnya ini sangat menginspirasi banyak orang, meskipun kini ia telah pergi dari dunia ini. Jejak pengabdian Saifuddin menjadi contoh teladan bagi para pejabat dan penggerak masyarakat untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika meskipun hidup dalam gemerlap kekuasaan.

Pewarisan Nilai dan Kehidupan Saifuddin Zuhri

Saifuddin Zuhri meninggal pada 25 Februari 1986, tetapi jejaknya tetap hidup di antara masyarakat. Legasi yang ditinggalkannya menyangkut integritas, kesederhanaan, dan komitmen yang kuat untuk melayani publik tanpa pamrih. Pengalamannya menunjukkan bahwa tidak semua pejabat setelah menjabat akan terkungkung dalam kemewahan.

Seiring waktu, nilai-nilai yang ia pegang tetap relevan dalam kehidupan masyarakat modern. Banyak pejabat yang bertindak sebaliknya, memilih untuk memperkaya diri, tetapi Saifuddin menunjukkan bahwa sikap sederhana dan integritas yang tinggi jauh lebih berharga. Prinsip-prinsip tersebut seharusnya menjadi pedoman bagi generasi selanjutnya.

Di tengah dinamika politik dan sosial yang kerap menyesatkan, cara hidup Saifuddin memberi harapan bahwa masih ada pemimpin yang fokus pada kesejahteraan masyarakat, bukan kepentingan pribadi. Semangatnya untuk melayani dan pengabdian yang tulus adalah bagian terpenting dari warisannya.

Dengan mengenang Saifuddin, masyarakat diajak untuk menegakkan nilai-nilai positif dalam kepemimpinan. Kisah hidupnya menjadi refleksi bagi setiap individu, mengajarkan bahwa kesuksesan sejati bukan diukur dari harta, tetapi dari kontribusi dan pengabdian kepada sesama. Meskipun sudah berlalu puluhan tahun, pelajaran yang dihadirkannya akan terus menginspirasi generasi demi generasi.

Tags: BerasGlodokJualKeluargaMantanMengabarkanMenteriTanpaTertangkap
endralz

endralz

Next Post
Raul Fernandez Pole, Marc Marquez Mulai dari Posisi Empat

Raul Fernandez Pole, Marc Marquez Mulai dari Posisi Empat

Recommended

Alasan Uni Emirat Arab Meninggalkan OPEC

Alasan Uni Emirat Arab Meninggalkan OPEC

5 months ago
Kick-Off Desa BRILiaN 2026 Resmi Diluncurkan untuk Transformasi Desa 5.0

Kick-Off Desa BRILiaN 2026 Resmi Diluncurkan untuk Transformasi Desa 5.0

5 months ago

Popular News

    Connect with us

    SIMPLENEWS-LOGO

    Simplenews.co.id - Berita Hari Ini Dan Kabar Informasi Terkini.

    Category

    • Bisnis
    • Bola
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Otomotif
    • Properti
    • Tekno
    • Travel

    Site Links

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org

    About Us

    We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

    • About
    • Advertise
    • Careers
    • Contact

    © 2026 Berita Hari Ini Dan Kabar Informasi Terkini. Simplenews.co.id.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Lifestyle
    • Travel
    • Health

    © 2026 Berita Hari Ini Dan Kabar Informasi Terkini. Simplenews.co.id.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In